
Setelah membersihkan tubuhnya Nita bergegas datang menghampiri Ana. Dia juga menanyakan mimik wajah suaminya ketika keluar kamar. Ana menjawabnya.
"Tuan tampak malas keluar kamar, Nona." Mendapat jawaban itu membuatnya langsung berpikiran negatif, apakah selingkuhan suaminya itu kebablasan sampai membuat wanita di luar sana hamil?
Nita menjerit, memikirkannya saja membuatnya terluka. Bagaimana jika itu semua terjadi? Nita tidak lagi mendengarkan panggilan dari Ana. Dia buru-buru memesan taksi online dan menunggunya di pos satpam. Beberapa menit berlalu menunggu akhirnya taksi online datang, dia langsung menaiki taksi.
Sepanjang perjalanan dia tidak tenang. Ingin segera menuju kantor suaminya. Tetapi dia harus lebih dulu menuju tokonya. Sudah lama dia tidak datang.
Kini kendaraan yang telah mengantarkannya telah sampai di tempat tujuan, Nita turun dari mobil dan memberikan ongkosnya. Setelahnya dia buru-buru masuk kedalam toko dan mendapati empat karyawannya tengah sibuk menyiapkan pesanan pelanggan.
"Selamat pagi, Mbak," sapa ke empatnya, Nita pun balas tersenyum dan mengangguk. Dia juga membantu semua karyawannya. Mungkin lebih bisa menyingkirkan rasa kesalnya terhadap Indra.
Dan benar saja, Nita melupakan tujuannya yang akan datang ke kantor Indra. Dia lebih terhibur berada di toko dengan karyawannya. Apalagi candaan mereka yang sesekali membuatnya tersenyum.
__ADS_1
"Imam, kamu tuh sesekali bawa pacar kamu kenapa?" ucap Rindi, Imam hanya melengos dan langsung berpindah tempat. Dia malas jika di tanya tentang pacar. Namun, sebelum pergi lelaki itu berpamitan pada Nita.
"Jomblo abadi," celetuk Karina yang meledek Imam.
"Mentang-mentang punya ayang!" Teriak Imam yang masih bisa ia dengar celetuk kan Karina. Rindi dan Risma saling sikut.
"Cinta lama belum kelar, kembali bermekaran." Rindi menutupi mulutnya seolah dia tidak sengaja mengatakannya. Sedangkan Karina hanya mengerucut.
Bukannya Karina yang menjawab tapi Risma, dan Rindi yang menjawab 'iya' dengan serempak. Nita pun seketika mengalihkan tatapannya dan menoleh kearah Risma, dan Rindi.
Namun, saat dia lengah ada seseorang yang tengah menutup matanya. "Karina apa yang kamu lakukan?" tanya Nita memekik karena kaget. Bukannya menjawab seseorang itu malah menuntunnya berdiri.
"Tangan siapa itu, lepaskan. Rindi, Risma," oceh Nita. Namun, seseorang yang tengah menutup matanya sama sekali tidak mengatakan sepatah kata pun.
__ADS_1
Nita dibawa keluar toko. Tangan yang sedari tadi menutup matanya adalah kerjaan suaminya sendiri. Indra pun melepaskan tangannya dan memperlihatkan kejutan yang tengah di siapkannya sedari kemarin.
Nita termangu tidak bisa berkedip, dia tidak meyangka jika Indra akan melakukan hal seperti ini padanya. Semua karyawannya membawa bunga mawar putih satu tangkai, saat tangan Indra melambai mereka mendekat dan satu persatu memberikan bunga itu pada Nita.
Ari dan Tazkia pun ikut andil dalam acara ini, karena sedari kemarin yang telah menghubungi Indra adalah Tazkia. Pasangan suami istri itu membawa balon yang bertuliskan 'i love u'.
Sedangkan Bian dia tengah memutarkan video tentang kebersamaan Nita yang tidak Nita ketahui setiap moment selalu Indra abadikan dalam sebuah potret.
Tangis haru karena kejutan sederhana ini membuatnya bahagia. Tanpa sadar Nita mengecup pipi Indra dan memeluknua dengan erat. Isak tangis terdengar, mereka yang menonton hanya tersenyum dan ikut bahagia melihat Indra dan Nita.
Begitu pun Tazkia yang baru kali ini melihat mantan kakak iparnya menangis karena bahagia. Mantan kekasihnya dulu itu ternyata benar-benar mencintai Mbak Nita yang teramat Kia sayangi.
***
__ADS_1