Pernikahan Kedua Suamiku

Pernikahan Kedua Suamiku
Bab54. Aku Membecimu!


__ADS_3

Bab54. Aku Membencimu!


***


Wajah berseri itu terpancar meski Krisna terlihat bersedih bahkan makan pun tidak berselera. Tazkia sudah tidak tahan lagi dengan tingkah Kasih yang sudah keterlaluan. Bagaimana pun caranya dia harus memberitahukan perihal Kasih yang telah membuat Nita pergi.


Meski Tazkia tidak begitu tahu secara detail kisah rumit diantara mereka. Tetapi dia bisa menerka walau sekilas saja. Dia sudah tahu tentang cerita di saat Nita di paksa pergi oleh Krisna. Terkesan memaksa karena memang bukan keinginan Nita.


"Haruskah Mas Krisna tampak santai di saat Mbak Nita sudah pergi 3 Minggu," batin Tazkia. Dia masih melihati kedua sejoli itu. Dia merutuki mereka meski Krisna kakak kandungnya.


"Bahkan dia tidak punya malu meminta mas Krisna untuk mengusir Mbak Nita dari rumahnya sendiri. Sungguh lelaki bucin, bisa-bisanya dikendalikan dengan wanita seperti itu," batin Tazkia.


Kasih melihat kearah Tazkia dengan tatapan ramahnya. Meski dia tahu jika wanita itu tidak tulus memberikan layanan padanya.


Riska tampak sudah mulai membaik sekarang, dia sudah mulai banyak berbicara. Tazkia akui Kasih memang pandai bersilat lidah, dia mampu membuat Riska Kembali seperti semula dengan menjual anak yang dikandungnya. Sungguh picik!


Setelah sarapan telah selesai Riska dan Kasih berpamitan untuk pergi. Tazkia tidak ikut serta kali ini dia ingin membicarakan sesuatu pada kakaknya.


"Mas Kris," panggil Kia, kening Krisna mengkerut. Tidak biasanya Kia memangil dirinya.


"Kenapa Kia?" tanya Krisna, dia sedang menunggu adiknya untuk berbicara.

__ADS_1


Tazkia menarik napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya perlahan, dia ragu-ragu untuk mengatakan apa yang dia tahu. Tetapi jika di biarkan dia tidak bisa mentolerir lagi. Sikap Kasih sudah terlihat tidak baik di matanya. Lalu mengapa Krisna masih mempertahankannya.


"Kia," panggil Krisna. Sudah menunggu cukup lama tetapi gadis itu tidak kunjung bersuara.


Gadis itu Manarik tangan Krisna untuk pergi kebelakang. Dia tidak ingin perbincangan mereka di dengar oleh orang lain.


"Kenapa kamu tidak curiga, ketika melihat wajah bersinar Mbak Kasih. Dia pasti senang dan bahagia karena Mbak Nita belum juga ditemukan. Mas, buka mata hatimu, dia bukan orang yang baik. Ceraikan dia, dan carilah Mbak Nita," ucap Kia, Krisna tertawa hambar mendapat nasihat dari adiknya.


Dia memegangi kepala adiknya dengan lembut dan berkata.


"Kia, kamu tidak tahu apapun tentang dia. Mood orang hamil seperti itu, kamu juga kelak akan merasakannya. Aku mencintainya, aku mengerti dan memang seharusnya dia selalu bahagai. Jangan stress memikirkan masalah Nita. Karena akan mengganggu bayi yang dia kandung," terang Krisna, dia memberitahukan perihal ibu hamil agar emosinya stabil.


"Kamu tidak tahu apapun tentang masalah di antara kami. Sebaiknya kamu mulai bersikap baik padanya. Mas lihat juga dia menyukaimu." Mode cemberut dia perlihatkan. Bibir mengerucut dan tangan di lipat di dada menandakan jika dia tengah merajuk. Krisna terkekeh melihat tingkah adiknya.


Krisna bingung harus menjawab apa.


"Lalu kamu mau Mas bagaimana? Selain kamu menerimanya apalagi? Mama sudah bisa menerima dia. Kamu pun tidak akan lama lagi akan menyukainya." Krisna memegangi bahu adiknya.


"Kamu tidak akan tahu bagaimana perasaan Mas," ucap Krisna. Dia pun membalikkan badan mulai berjalan untuk menjauhi Tazkia. Namun, gadis itu berkata kembali.


"Dia penyebab Mbak Nita pergi kan Mas? Dia yang telah membuat Mbak Nita terluka. Dan kamu pun orang yang patut di salahkan dalam masalah ini. Bisa-bisanya kamu leha-leha tidak mencari mbak Nita. Harusnya kamu ceraikan saja dia, daripada harus melukai hatinya!" Tazkia mulai tidak bisa mengontrol emosinya. Namun, Krisna lelaki itu hanya terdiam mendengarkan protesan adiknya.

__ADS_1


Harus berkata dari mana. Dia juga merasa kehilangan sama halnya dengan Kia. Tetapi dia bisa apa? Jika dia tidak menuruti Kasih, anaknya akan dalam bahaya. Tazkia tidak mengetahui bagaimana hancurnya perasaan Krisna saat ini. Di saat wanita yang paling berharga dalam hidupnya belum juga ditemukan.


Dia hanya bisa berdiam menunggu kabar. Sedangkan tubuhnya ingin sekali mencoba mencari. Krisna berbalik menghadap adiknya yang tengah menatap penuh benci kearahnya. Dia akui dia salah dalam hal ini. Mungkin bukan Kasih penyebab Nita pergi. Tetapi Krisna lah dalang dibalik perginya wanita itu.


Tangan Tazkia terangkat ingin menampar Krisna. Namun, tangan itu hanya melayang di udara. Seberapapun dia kecewa nyatanya dia masih menghargai kakakmya.


"Aku membencimu, Mas. Lelaki yang tidak bisa setia. Aku harap keponakanku tidak seperti dirimu!" Berang Kia.


"Terserah apa katamu, Kia. Mas tidak akan pernah sedikitpun membencimu. Kamu tidak akan tahu dan mengerti bagaimana perasaan kakakmu ini. Yang harusnya kamu salahkan di sini bukan Kasih, tetapi Mas. Mas yang salah!" Seru Krisna menatap serius kearah Kia. Gadis itu menggeleng tidak percaya. Krisna masih membela wanita itu.


"Suatu saat nanti, jika tiba saatnya kamu akan menyesal Mas karena tidak mendengarkan aku." Kia memilih pergi meninggalkan Krisna. Dia sudah tidak tahan lagi dengan apa yang di katakan Krisna. Kakaknya itu masih membela wanita itu.


Dia berlari kekamar Nita. Dia kunci pintunya dan menangis di dalam sana. Dia merasa ini tidak adil. Dan mengapa Nita tidak membeberkan rencana busuk Kasih yang mencoba mencelakainya. Bahkan Nita sudah pergi dari rumah itu pun Kasih tetap mengganggunya.


"Aku heran dengan kamu Mbak Nita, terbuat dari apa hatimu itu. Rela di madu hanya karena beralasan suamimu tidak mencintaimu. Kenapa kamu bodoh sekali jadi perempuan." Tazkia membanting photo Krisna dan Nita.


Ketika Krisna berjalan melewati kamar Nita dia mendengar suara gaduh di dalam. Dia tahu siapa orang itu. Tazkia, dia pasti sedang kecewa di dalam sana karena dia tidak mempercayai perkataannya. Tetapi sejauh ini dia tidak pernah melihat Kasih berbuat buruk yang di sengaja. Bahkan saat dia ingin Nita pergi dari rumah itu hanya sampai melahirkan dia meyakini jika itu memang benar ngidamnya.


"Harusnya kamu mengerti Kia, jika kamu berada di posisi Mas pasti kamu tidak akan pernah bisa memilih. Andai dapat memutar waktu, Mas juga tidak akan menduakan Nita."


"Aku membencimu, Mas Krisna. Kamu lelaki egois, tidak berperasaan!"

__ADS_1


***


Bersambung ...


__ADS_2