Pernikahan Kedua Suamiku

Pernikahan Kedua Suamiku
Bab41. Aku Tidak Mencintaimu!


__ADS_3

Bab41. Aku Tidak Mencintaimu!


**


Entah sudah berapa ratus kali Riska dan Ana mengetuk kamar Nita. Namun, wanita itu enggan untuk keluar. Dia malu dan tidak mau jika Kasih tahu kalau dia di tampar Krisna. Wanita itu pasti akan mengejeknya habis-habisan.


Kini bukan hanya luka hati yang Krisna torehkan, luka di pipinya menggambarkan bahwa Krisna memang bukan yang terbaik untuk Nita. Dia telah bodoh untuk tetap mempertahankan semuanya. Dia telah salah mengagumi seseorang.


"Aku menyesal telah mencintaimu, Kris, lihat saja jika kamu berani mengusirku dari sini. Aku pastikan kamu tidak akan bisa lagi mencari ku," gumam Nita sembari mengusap pipinya.


"Ta, kamu baik-baik saja kan di dalam, Nak. Jangan membuat Mama khawatir. Dari pagi kamu belum makan apapun. Keluarlah walau sebentar, bawa makanan yang telah Mbak Ana siapakan untukmu, Mama mohon," pinta Riska, wanita baya itu tidak gencar memohon pada menantunya. Dia tahu kejadian semalam membuatnya begitu terluka.


"Kenapa Mama harus bersikap baik padaku, aku jadi tidak tega jika harus pergi, Ma," gumam Nita, dia masih belum ingin keluar dari kamarnya.


Setelah mengumpulkan semua keberaniannya Nita akhirnya keluar kamar. Riska langsung memeluk Nita dengan erat. Melihat setiap inci dari tubuh menantunya. Entah mengapa beberapa kali dia bermimpi buruk tentang Nita.


"Kamu tidak melukai diri sendiri kan, Nak?"


"Enggak, Ma. Aku hanya lelah saja. Ini aku baru bangun." Nita menguraikan pelukannya. Riska bernapas lega, begitu pun dengan Ana.


Ana membawakan makanan yang telah disiapkan untuk Nita. Riska tidak memaksanya untuk makan di luar. Sudah membuka pintu kamar saja membuatnya bahagia.


"Yasudah istirahat saja di dalam. Kalau ada apa-apa panggil Mbak Ana ya, sayang." Nita mengangguk dia melihat Riska berjalan kedepan. Di sana sudah ada Kasih yang menunggunya.


"Kemana mereka pergi, Mbak?" tanya Nita pada Ana. Namun, Mbak Ana tidak mengetahui kemana mereka akan pergi.


***


Tengah malam Krisna mengetuk pintu kamar Nita. Nita mengerjap ketika ketukan itu memaksanya untuk terbangun. Tidak menyangka jika dia tertidur seharian. Lelahnya menangis sungguh menguras energinya.

__ADS_1


"Siapa sih, malam-malam mengganggu saja," gerutu Nita. Dia pun akhirnya membuka pintu. Dia mendapati Krisna, Ana dan Ari yang tengah di depan pintu kamarnya.


Dengan wajah di tekuk Krisna menarik tangan Nita dengan paksa.


"Ikuti aku, Ta!" Perintah Krisna. Nita memberontak berusaha menolak. Namun, Krisna dengan cepat menggendong Nita untuk masuk kedalam mobilnya.


"Turunkan aku, Kris!" Teriak Nita. Dia masih memberontak, ingin meminta penjelasan kemana mereka akan pergi.


Mereka langsung melesat pergi. Bahkan Krisna tidak menjelaskan apapun, Nita sudah tahu akan maksudnya mengapa dia dibawa di tengah malam begini. Hatinya hancur, mereka telah bersekongkol untuk membuatnya pergi dari rumah itu.


Nita membalikkan tubuhnya kearah jendela mobil, merasai sesak yang kian menerpa. Hatinya lebih hancur sekarang. Kini Nita bersumpah di dalam hatinya bahwa dia akan pergi meninggalkan Krisna. Untuk Riska dia juga tidak akan lagi memberatkan wanita itu.


"Kamu mengusirku secara paksa," lirih Nita. Krisna menghela napas berat.


"Maafkan aku, aku tidak punya pilihan lain. Aku harap kamu mengerti. Hanya beberapa bulan saja, sampai Kasih melahirkan," timpal Krisna. Nita menangis tersedu-sedu dengan ucapan Krisna.


"Aku harap kamu bersabar, sampai Kasih melahirkan," pinta Krisna.


"Mari kita akhiri pernikahan tanpa cinta ini. Supaya aku dapat hidup lebih bebas dan kamu tidak merasa terganggu dengan adanya aku." Krisna menatap tajam kearah Nita sekilas. Lalu dia melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Krisna tidak lagi mengucapkan kata apapun setelah Nita melontarkan kata perpisahan. Napas lelaki itu begitu memburu seolah dia ingin segera mengeluarkan semua emosinya.


"Kris, pelankan aku takut," pinta Nita. Namun, Krisna tidak mendengarkan, dia tetap melajukan mobilnya dengan cepat.


Mereka pun sudah tiba di sebuah hotel. Tanpa menunggu Nita membuka pintu, Krisna langsung membukanya. Dia menarik tangan Nita dengan kasar agar cepat memasuki hotel.


Sebelum Krisna membawa Nita kedalam. Dia mencengkram kuat tangan Nita. Menunggu Ari yang membawakan pakaian Nita.


"Lepas Kris!"

__ADS_1


Ari yang melihat tatapan murka majikannya langsung mengikuti tuannya tanpa berbicara sepatah kata pun. Setelah mereka tiba di lantai dua Ari langsung memasukkan koper Nita. Dia langsung pergi keluar ketika melihat tatapan Krisna.


Ocehan Nita sedari tadi tidak Krisna hiraukan. Dia membanting Nita di atas ranjang. Dia juga membuka kemejanya yang tengah ia pakai. Nita membelalak tidak percaya. Dia mengerti apa yang akan Krisna lakukan. Di dalam kamar, membuka pakaian yang tengah ia pakai.


Apa Krisna akan meminta haknya malam ini?


"Kris, jangan bilang kamu--" ucapan Nita terpotong, ketika Krisna sudah mengungkung tubuh wanita itu.


"Apakah aku harus meminta hakku, agar kamu tetap berada di sisiku. Aku sudah bersabar mengikuti permainan kamu. Kamu pikir aku tidak cemburu melihat kamu bersama dia!" Nita tersentak tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


Cemburu? Krisna mulai mencintainya kah? Tetapi sayang ketika rasa leleki itu hadir. Hati Nita sudah tertutup untuk Krisna. Nita mendorong tubuh Krisna hingga lelaki itu terhuyung kelantai.


Nita ingin keluar dari kamar itu. Dia tidak bisa melakukannya. Jika dulu dia sangat bermimpi untuk dapat tidur bersama Krisna. Namun, sekarang ketika kesempatan itu tiba, dia tidak ingin melakukannya.


Hatinya sudah membeku. Dan biarkanlah kisah mereka hanya menjadi kenangan saja.


"Kamu sedang emosi Kris, tolong jangan lakukan itu. Aku sudah tidak mencintai kamu lagi. Maafkan aku belum bisa menjadi istri yang baik untuk kamu." Nita memohon pada Krisna. Dia terus menundukkan kepalanya meminta pengampunan pada Krisna.


Namun, Krisna tidak menyerah, dia memeluk Nita dengan erat agar wanita itu tidak pergi. Sebelum Nita menggapai knop pintu Krisna lebih dulu menggapainya. Dia menguncinya lalu memasukkan kunci itu kedalam saku celananya.


Nita mengeleng lemah ketika dia tidak punya kesempatan lagi untuk keluar. Krisna dengan tidak permisi mengecup bi*Ir Nita. Wanita itu memberontak berusaha menolak. Tetapi kuatnya tenaga lelaki itu membuat Nita hanya bisa pasrah. Dia akhirnya membiarkan lelaki itu menc*mbuinya.


Ketika Krisna melepaskan kecupan itu, dia melihat Nita menangis. Air mata wanita itu sungguh mengiris hatinya. Tetapi dia tidak bisa jika harus kehilangan Nita di dalam hidupnya. Dia lebih baik kehilangan Kasih, daripada harus kehilangan Nita.


Krisna menempelkan keningnya dengan kening Nita. Dia mencium kening Nita dengan penuh perasaan.


"Aku mencintaimu,"


***

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2