Pernikahan Kedua Suamiku

Pernikahan Kedua Suamiku
Bab59. Melihatmu Dari Kejauhan.


__ADS_3

Bab59. Melihatmu Dari Kejauhan.


***


Sudah satu Minggu berlalu Krisna berada di pedesaan. Tetapi selama itu juga dia belum bertemu dengan Nita. Wanita itu enggan untuk bertemu dengannya. Jangankan bertemu berbicara saja Nita tidak pernah melakukannya.


Seperti kemarin saat dia bertandang kerumahnya. dia hanya meracau di depan pintu kamar Nita seperti orang gila yang tengah berbicara seorang diri. Bahkan Nita tidak memberikan tanda-tanda bahwa dia berada di kamarnya. Karena lelahnya dia meracau akhirnya di memutuskan untuk esok hari datang lagi kerumah Nita. Memintanya untuk pulang dan memulai semuanya dari awal.


Krisna tetap akan berjuang, tidak pantang menyerah untuk dapat bertemu dengan pujaannya itu. Dia merasakan sakit saat ini sebagai balasan atas dirinya karena dulu telah membuat Nita terluka.


Sefrustrasi itu dia sekarang karena belum juga berjumpa dengannya. Rasa sesal yang kini dia rasakan. Hidup jauh dari orang yang dia cinta nyatanya begitu hampa.


Teringat saat dia meminta izin menikah lagi pada Nita, dan wanita itu memberikan izinnya. Bahkan dia tidak berperasaan meminta Nita untuk datang. Meski datang di tengah malam dan menghancurkan malam pertama mereka.


Krisna mengembuskan napas kasar ketika dia menyadari jika sorot matanya itu menggambarkan begitu terlukanya Nita saat itu. Andai waktu bisa terulang lagi dia tidak akan melakukan hal sekejam itu padanya.


"Tuan," sapa Ari pada Krisna. Lelaki itu hanya berdehem tidak mengindahkan titik fokus tatapannya. Rumah Nita, ya, rumah wanita itu tidak lepas dari tatapannya.


Namun, sampai saat ini Nita tidak pernah keluar dari rumah itu. Krisna menyewa rumah warga sekitar agar dia bisa mengamati Nita meski dari jarak yang tidak terlalu jauh.


"Apakah anda tertarik untuk mencari tahu siapa Nona Ai--"


"Saya belum bisa memikirkan masalah lain Ari. Saya masih belum bisa menemui Nita. Mungkin di masa depan aku akan tertarik,"


"Lalu kemana lelaki itu! Lelaki yang sudah pernah dekat dengan istriku, hmmm, jika tidak ada sangkut pautnya dengan Kasih saya tidak perlu repot-repot merawat saudaranya," tandas Krisna.

__ADS_1


"Sampai saat ini Bian belum saya ketahui kemana dia pergi. Sepertinya dia memilih pergi karena rasa malunya yang telah membuat wanita yang dicintainya terluka," terang Ari. Lelaki itu tertawa ketika mendengar lontaran Ari. Mengapa kisah hidupnya sama.


"Menyesal ketika semua sudah terlewati. Dan ketika ingin memperbaiki tidak ada celah lagi. Apakah saya harus menyerah Ari? Tetapi rasanya saya tidak bisa jika harus bercerai dengannya," resah Krisna. Dia bingung dengan keadaan yang sedang ia lalui.


"Dia bahkan tidak ingin melihat wajahku." Krisna menghela napas. Masih tetap pada titik fokusnya.


"Jika anda bisa bersabar mungkin Nona Nita bisa luluh,"


Tanpa menjawab Krisna langsung berdiri. Dia melihat Nita yang tampak ceria sedang bercanda ria dengan Karina. Wanita itu sungguh bahagia tanpa dirinya. Pakaian daster yang dia kenakan mampu menyihir rasa takjubnya. Mengapa dia tidak pernah melihat jika aura istrinya itu sungguh memesona. Mengapa di saat dia menyadari jika Nita lebih baik dari Kasih di saat Nita telah lelah berjuang dengannya.


"Tuan, Nona Nita keluar, mereka pasti akan kepasar untuk berbelanja anda tidak ingin menemuinya?" tanya Ari. Namun, Krisna masih bergeming melihati mereka hingga tidak terlihat lagi olehnya.


Krisna lantas berlalu untuk masuk kedalam. Sedangkan Ari hanya menautkan alisnya merasa aneh. Bukankah tuannya menunggu hingga seharian hanya untuk menemui Nita. Lalu mengapa ketika Nita sudah keluar dia tidak menemuinya.


***


"Nona Nita apakah kamu melihat tuan Krisna tadi?" Tanya Karina, wanita itu sedikit ingin tahu bagaimana kisah rumah tangga mereka.


"Biarkan saja, aku dulu juga tidak pernah dia perhatikan. Lantas mengapa sekarang dia mengejarku. Aku sudah memperingatinya agar dia memikirkan lagi jika ingin aku pergi dari rumahku sendiri. Tetapi nyatanya dia malah membawaku pergi diam-diam. Sakit, sakit sekali rasanya. Aku merasa dia tidak mencintaiku. Mungkin dia bersikeras untuk mengejarku untuk menjadikan aku baby sitter karena anaknya tidak ada yang mengurus," jawab Nita, Karina hanya mendengarkan. Dia kini mengerti mengapa Nita begitu kukuh tidak ingin menemui Krisna.


"Jika suami Nona Nita meminta kesempatan satu kali lagi bagaimana? Apakah Nona tidak ingin memberikannya?"


"Jawabanku tetap yang pertama Karina. Aku tidak akan pernah mau kembali lagi padanya. Sebaik apapun dia berubah aku tidak akan pernah memberikannya," terang Nita. Dia sudah terbiasa tanpa adanya Krisna. Bahkan saat bersama pun dia tidak pernah dianggapnya. Baginya hidup seperti ini sudah membuatnya bahagia.


Setelah 40 hari kepergian Kasih dia sudah bertekad akan berpisah dengan Krisna. Dia sudah tidak tahan lagi jika harus mempertahankan. Setelah beberapa bulan dia pergi dia sudah memikirkan semuanya.

__ADS_1


Apalagi saat Krisna meminta haknya secara paksa membuat Nita tidak mempunyai alasan untuk memberinya kesempatan. Kini Karina mulai mengganti topik pembicaraan mereka. Dia melihat raut wajah Nita yang sudah mulai sedih. Dia tidak ingin melihat wajah sedih wanita itu.


"Nona, Bian belum juga di temukan. Kemana dia pergi, aku sudah lelah mencarinya," lirih Karina. Nita memegangi tangan Karina.


"Yang sabar, pasti juga ketemu lagi kalau jodoh. Memangnya ada apa diantara kalian?" tanya Nita.


"Ak-aku, aku tidak bisa mengatakannya Nona. Soalnya masalah ini berkaitan dengan almarhumah, aku tidak mau membicarakan keburukannya lagi,"


Mereka pun membeli sayuran, dan bahan-bahan yang mereka butuhkan. Di saat Nita akan membayarnya pedagang itu memberikannya secara gratis. Mereka berdua tampak sumringah karena tidak biasanya mereka tidak membayar.


Setelah lelah berkeliling Nita merasa ada seseorang yang tengah mengikuti mereka. Kerap kali Nita menoleh kebelakang berulang kali. Hingga Nita tidak mengetahui jika ada seseorang yang berjalan searah dengannya. Karina berusaha memperingati pun tidak bisa. Karena tubuh Nita sudah menubruk pengunjung lain.


Nita menautkan alisnya karena Ari yang dia tubruk. Dia berpikir jika Krisna lah yang tengah mengikuti mereka.


"Sekretaris Ari! Bisakah beritahu Tuanmu agar tidak mengikuti kami," pinta Nita. Namun, Ari hanya memandang heran dengan apa yang di katakan Nita. Padahal majikannya tengah berada di rumah tidak ikut serta dengan dirinya.


"Siapa yang anda maksud Nona Nita?"


"Siapa lagi jika bukan Krisna, tidak bisakah dia membuat hidupku tenang. Aku tidak suka diikuti seperti ini!" Tegas Nita.


"Tapi Tuan tidak ikut bersama saya," jawab Ari. Dia berbicara apaadanya. Kenapa Nita bisa berpikiran seperti itu. Karena merasa curiga Ari pun meninggalkan Nita dan berusaha mencari orang yang membuntuti Nita.


***


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2