Pernikahan Kedua Suamiku

Pernikahan Kedua Suamiku
Bab6. Krisna Meminta Nita Dan Kasih Satu Rumah.


__ADS_3

Bab6. Krisna meminta Nita dan Kasih Satu Rumah.


***


Kini sudah dua Minggu berlalu. Namun, kabar apa pun tidak ada yang sampai padanya. Sekretaris Krisna pun bungkam tanpa suara. Padahal Nita sama sekali tidak merasa iri jika pun mereka liburan untuk honeymoon.


Cemas yang selama ini membuatt jantungnya berdegup kencang dengan kecemasan yang meningkat. Ia masih enggan untuk menghubungi suaminya itu. Tetapi jika tidak menghubunginya Nita semakin cemas. Dia tidak bisa lagi bersabar untuk menunggu. Akhirnya Nita pun mengirimkan pesan singkat pada Krisna.


["Kris, kapan pulang? Bahagiakan kamu? Apa istriku melayanimu dengan baik,"] pesan yang diketik oleh Nita. Jari jempolnya seolah enggan untuk menekan kirim.


Nita merasa tidak enak hati ketika dia harus menjadi pengganggu lagi. Tetapi rasa cemas itu membuatnya tidak bisa lagi menunggu. Dengan menutup kedua kelopak matanya Nita menekan kirim.


Pesan terkirim dan centang dua. Namun, beberapa menit berlalu belum juga dibaca. Nita hanya bisa mondar-mandir tidak jelas di kamarnya. Merasa malu karena dia tidak biasnaya mengirimi pesan seperti itu. Satu tahun menikah dengan lelaki itu. Tidak pernah ia berkomunikasi layaknya sepasang suami istri.


Ponsel Nita berdering, dengan nama yang tertera Kris. Dia begitu lega karena pesannya langsung dijawab dengan sebuah panggilan telepon.


["Aku baik Tata. Tidak usah mencemaskan aku, jagalah dirimu di sana. Secepatnya aku akan pulang,"] ucap Krisna. Ia langsung mengerti akan kekhawatiran istri pertamanya itu.


["Oh, syukurlah. Aku hanya ingin tahu kabarmu saja!"] tandas Nita. Ia rindu sosok Krisna. Biasanya Nita akan bertemu setiap hati. Namun, kali ini ia harus memendam keinginan itu. Karena saat ini. Suaminya telah mempunyai istri dua. Nita sadar kini bukan hanya dirinya yang harus diperhatikan. Apalagi Krisna terlihat begitu menyayanginya.


["Siapa sayang,"] suara khas manja seorang wanita seperti baru terbangun.


Nita hanya bisa mendengarkan perdebatan kecil yang tengah mereka lakukan diseberang sana. Mungkin Kasih sengaja agar Nita tahu begitu perhatiannya Krisna terhadap dirinya.


["Tidur lagi, ya, kalau masih ngantuk,"] titah Krisna.


["Iya, aku ngantuk karena semalaman kamu membuatku begadang,"] ucap Kasih di sana. Mata Nita berembun ia mencoba mengerjapkan matanya beberapa kali dan berusaha untuk tidak menangis. Nita wanita kuat dia selalu mensupport dirinya sendiri. Bahwa dia kuat melihat keromantisan suami bersama dengan madunya.


Setelah itu sahutan orang mengobrol itu tidak lagi terdengar. Nita yakin jika Krisna pasti menggendong wanita itu untuk diantarkan ke kamarnya. Membayangkan itu semua membuat Nita akhirnya tak kuasa menahan tangis.

__ADS_1


["Tata,"] panggil Krisna.


["Kris, aku tidak mengganggu Honeymoon kamu kan? Bukankah aku juga berhak mendapatkan perhatian dari kamu! Aku ini istri pertama kamu Kris, kamu harusnya bisa adil. Dan kamu harus ingat jika kamu mempunyai istri dua,"] ungkap Nita.


["Hey, kenapa kamu Tata? Bukankah aku tidak mengatakan apa-apa, hmm, buang pikiran negatifmu itu, aku selalu welcome setiap saat kamu menghubungiku. Aku tidak keberatan sama sekali,"] jelas Krisna pada Nita. Wanita itu terdengar mengembuskan napas begitu kasar. Krisna jelas tahu bagaimana perasaan Nita.


Ia menyugar rambutnya secara kasar. Ketika ia mendengar Nita tidak biasanya berperilaku seperti itu. Sebenarnya Krisna ingin berpisah dengan Nita. Namun, karena janjinya terhadap orangtua Nita akhirnya membuatnya harus terpaksa membuat wanita itu terluka.


Jauh di dalam lubuk hatinya ia sangat ingin membahagiakan Nita yang sudah satu tahun menikah dengannya. Namun, rasa itu tidak kunjung tumbuh di dalam hatinya. Jadi Krisna memutuskan untuk tetap menikahi Kasih.


Lelaki itu kira akan membuat Nita ingin menyerah dengan perasaannya. Namun, dia salah wanita itu bahkan rela di poligami. Mengizinkan dia melangsungkan pernikahan keduanya.


Nita terkekeh dengan jawaban Krisna. Meskipun terdengar begitu parau, wanita itu berusaha untuk tetap terdengar bahagia walaupun hatinya dirundung luka.


["Syukurlah jika kamu mengerti jika kamu masih ada rumah yang harus kami singgahi,"] ujar Nita. Wanita itu pun memutuskan sepihak penggilan telepon itu.


Dia langsung menelengkupkan tangannya kewajah. Dengan derai air mata yang kian mengalir deras.


***


Dengan wajah sumringah ia langsung membersihkan diri. Dia juga meminta Mbak Ana untuk membantunya memasakkan kesukaan suaminya.


Setelah selesai berkutat di dapur, suara deru mesin mobil berhenti tepat di pelataran rumahnya. Nita tidak kuasa menahan rasa bahagianya setelah hampir 3 Minggu dia berpisah dengan lelaki itu.


"Nah, itu pasti Kris, Mbak Ana. Aku kedepan dulu ya Mbak," pamit Nita begitu antusiasnya. Ia sedikit berlarian kecil agar dapat secepatnya bertemu dengan Krisna.


Setelah sampai diambang pintu Nita langsung membuka pintunya. Lalu dia hanya bisa diam membatu ketika dia melihat Krisna bersama seseorang. Apalagi dia membawa beberapa koper yang Nita tahu bukan kepunyaan dari suaminya.


"Siang, Mbak Nita," salam Kasih, ia langsung menyelonong masuk kedalam tanpa di persilahkan.

__ADS_1


Sebelum masuk Nita membantu membawakan satu koper yang dibawa Krisna.


"Tata," panggil Krisna. Namun, Nita menempelkan telunjuknya di bibir Krisna.


"Nanti dibicarakan setelah selesai makan. Sebaiknya kamu simpan dulu pakaian istrimu. Lalu kita makan," tandas Nita. Lelaki itu mengangguk dan langsung memasuki kamarnya. Di sana di kamar Krisna, Kasih sudah ada berbaring di ranjang kamar Krisna.


Tidak lama Krisna pun datang seorang diri. Nita hanya bisa celingak-celinguk mencari Kasih. Kemana wanita itu tidak mengikuti suaminya.


"Dia sudah tidur. Aku tidak tega membangunkannya," ucap Krisna. Nita mengangguk patuh, lalu dia langsung membawakan nasi beserta lauk pauknya untuk sang suami.


***


Setelah selesai menyantap makanan sajian dari istri pertamanya. Krisna menatap begitu serius kearah Nita. Lelaki itu bahkan tidak sedetik pun mengalihkan tatapannya. Entah apa yang membuatnya seperti itu.


"Jika ada yang ingin disampaikan. Sampaikan saja," ucap Nita. Lelaki itu mengembuskan napas begitu kasar.


"Sebenarnya aku bingung harus berkata dari mana dulu, untuk masalah ini. Sebenarnya aku telah membelikan dia rumah. Tetapi, dia ingin satu rumah denganmu Tata. Aku harap kamu bisa menerima dia," ungkap Krisna.


Nita yang terkejut pun langsung melepaskan gelas yang tengah ia pegang. Ia mematung beberapa saat. Namun, ia tersadar ketika Mbak Ana tampak khawatir ketika gelas itu jatuh kelantai.


"Nona apa anda tidak apa-apa?" Pekik Mbak Ana. Dia langsung menenangkan Nita dan membawakannya kembali segelas air putih.


'Kemarin kamu lupa pulang, sekalinya pulang kamu membawa maduku itu untuk tinggal bersamaku. Aku tidak yakin jika aku, dan dia bisa hidup tentram di dalam satu atap,' batin Nita.


"Kamu keberatan Tata?" Tanya Krisna dengan masih memandangi wajah Nita.


"Tapi ... Aku hanya takut jika kami tidak bisa akur Kris," jawab Nita, ia keberatan akan keputusan suaminya. Mengapa dia tidak membujuk istrinya itu. Tidak mungkin jika mereka harus bersama di dalam rumah dengan kartu keluarga dua dan suami yang sama.


***

__ADS_1


Tolong bantu Vote dan kasih hadiah dong teman-teman. Karena aku ikut lomba.


Bersambung ...


__ADS_2