Pernikahan Kedua Suamiku

Pernikahan Kedua Suamiku
Bab8. Nyaman Berada Dalam Pelukanmu (2)


__ADS_3

Bab8. Nyaman Berada Dalam Pelukanmu (2)


***


Pagi-pagi seperti biasanya dia langsung pergi ke kamar Krisna. Namun, kali ini Nita berdandan dulu, dia tidak ingin terlihat kusut di hadapan Krisna. Wanita muda itu saja selalu berpakaian rapi. Meskipun terpaut usia 5 tahun dengan Nita. Jiwa Nita pun masih merasa muda. Bahkan sampai saat ini dia masih berstatus peraw@n meskipun sudah satu tahun menikah.


Dengan wajah merona Nita berjalan menuju kamar Krisna. Dia sudah rindu bertegur sapa dengan lelaki itu. Meskipun tiada kata-kata romantis yang keluar dari mulutnya. Namun, dia tetap ingin bertemu dan bisa membantu suaminya. Dia lelaki yang sibuk, belum berangkat saja sekretarisnya itu sudah memberikan jadwal rapat dan berkas-berkas yang harus Krisna tanda tangani.


Membuat lelaki itu salah memakai pakaian. Warna yang tidak cocok. Bahkan sepatunya saja dia pernah salah pakai. Mengingat itu semua Nita terkekeh dia bahkan belum menyadari jika Krisna kini tidak tinggal seorang diri di kamar itu. Dengan percaya dirinya dia perlahan membuka pintu dan mendapati Kasih yang masih berbaring dan pakaian berserakan di lantai.


Untung saja mulutnya belum bersuara memanggil Krisna. Jika sudah dia akan malu sendiri oleh madunya itu.


'Aku lupa, bahwa kini suamiku tidak tinggal lagi seorang diri di kamarnya. Ada maduku yang menemaninya di setiap malam yang dingin,' batin Nita.


Ia menutup kembali pintu kamar Krisna dengan perlahan. Lelaki itu tidak menyadari jika istri pertamanya sempat mengintip. Ia sibuk sendiri mencari pakaiannya di almari.


Nita pun masih berdiri di depan pintu kamar Krisna. Ia sebenarnya akan pergi. Namun, sebelum dia pergi Krisna berteriak meminta bantuan Kasih.


"Kasih bangunlah, aku kerepotan mencari pakaian ku," pinta Krisna pada Kasih. Namun, wanita muda itu masih setia bergulung di dalam selimutnya.


"Aku lelah, Mas. Salahmu sendiri membuat aku begadang semalaman. Akhirnya aku masih ngantuk kan," keluh Kasih.


"Ok! Salahku. Tapi nanti kamu bereskan ya. Aku akan berangkat kerja," ucap Krisna ia mengecup kening Kasih.


"Ahh, suamiku ini pengertian. Terima kasih ya, Mas. Sini dulu aku mau peluk kamu," rengek Kasih, tetapi matanya masih terkatup rapat.


Nita yang mendengar percakapan mereka, semakin terluka. Andai Krisna juga bisa memberikan perlakuan seperti itu padanya. Mungkin poligami ini tidak akan terjadi. Serta mungkin rumah ini sudah diisi dengan suara tangisnya anak bayi.


Krisna membuka pintu tanpa sengaja dia menubruk tubuh Nita yang membelakangi pintu. Lelaki itu tanpa sengaja memeluk Nita dari belakang. Jantung Nita berdegup kencang. Tidak menyangka jika dia ketahuan tangah menguping pengantin baru itu.


"Untung saja kamu tidak jatuh!" Seru Krisna bernapas lega. Pasalnya jika dia tidak memeluk tubuh Nita, wanita itu akan jatuh membentur lantai.

__ADS_1


Pelukan itu berlangsung cukup lama. Bahkan sekretaris Ari yang baru datang menjadi saksi akan pelukan mereka yang langka. Dia mengabadikan momen itu dengan memotretnya, senyuman tipis terukir di bibirnya. Dia bisa melihat ekspresi wajah istri Tuannya begitu merona karena dekapan suaminya. Tidak ingin mengganggunya Ari lebih memilih diam tanpa mengalihkan tatapan.


Nita yang menyadari jika pelukan itu belum terlepas dengan cepat melepaskan tangan Krisna yang sempat memeluk pinggang rampingnya.


"Bagaimana dengan laporannya?" tanya Krisna pada sekretarisnya itu. Nita langsung menoleh kearah kiri. Dia terkejut melihat Ari yang sudah berada di sana dengan senyuman di bibirnya seperti tengah meledeknya.


'Yaampun pasti dia menertawakan aku," jerit hati Nita.


"Nanti saja di mobil saya jelaskan, Tuan." Ari pun membungkukkan badannya dan pamit undur diri.


"Kamu kenapa melamun, Tata? Apakah karena aku sudah menikah lagi kamu tidak ingin membantu saya lagi?" Tanya Krisna yang tengah membenarkan dasinya.


Dengan telaten Nita langsung membantu Krisna. Dia juga memakaikan jas pada suaminya. Senyuman yang dia perlihatkan di depan suaminya agar lelaki itu tidak merasa bersalah pada dirinya. Nita tahu mengapa Krisna lebih memilih menikah lagi daripada menceraikannya.


Lelaki itu sudah berjanji pada mendiang orangtua Nita. Akan menikahi serta menjaga Nita seumur hidupnya.


"Hmm, sepertinya kamu sedikit berbeda saat ini," ucap Krisna. Wajahnya dia majukan mencium aroma tubuh istri pertamanya.


"Kamu lupa jika rumah sudah ada yang membersihkan jadinya aku bisa membersihkan tubuhku ketika pagi-pagi," jawab Nita.


"Nah, bukankah keputusanku memperkerjakan ART sangat tepat. Kamu terlihat lebih muda sekarang," ucap Krisna. Nita menengadah menatap Krisna yang tengah tersenyum manis padanya. Namun, Nita langsung memelototi Krisna.


"Hey apa yang salah? Mengapa kamu seperti sedang marah?"


"Jadi maksud kamu, aku ini sudah tua. Hmm, mentang-mentang istrinya masih muda!" Seru Nita. Ia berjalan untuk kedepan.


Krisna terkekeh mendengar ucapan Nita. Ternyata wanita itu bisa marah juga. Selama satu tahun dan tinggal bersamanya dia tidak pernah melihat Nita seperti itu. Dia menggelengkan kepalanya seraya mengekori Nita untuk kedepan.


Ari membukakan pintu untuk tuannya masuk. Namun, Krisna masih menatap Nita dengan senyuman mengembang. Terlihat begitu tampan dan gagah di mata Nita.


Nita juga membalas senyuman itu dengan tulus. Setulus perasaannya menyayangi Krisna. Lelaki itu membungkukkan badannya untuk masuk. Namun, di tarik Nita agar lelaki itu tidak masuk.

__ADS_1


"Hey, kamu belum berpamitan pada Kasih." Nita menyeret Krisna walau pun tubuh lelaki itu sama sekali tidak berpindah tempat.


Krisna balik menarik lengan wanita itu, hingga tubuh Nita menubruk dada bidang suaminya. Nita yang terkejut langsung menutup mata dan merasa malu dengan tingkah suaminya itu.


"Aku sudah berpamitan padanya," bisik Krisna di telinga Nita.


Nita tersenyum kikuk dan melepaskan diri. Dia menggaruk belakang lehernya dengan kikuk.


'Yaampun Tuhan, malu aku,' batin Nita.


"Ya sudah, berangkat saja!" titah Nita mempersilahkan Krisna untuk pergi.


Lelaki itu menurut dan masuk kedalam mobil. Dia juga membuka kaca mobil dan melihat Nita. Tidak lupa dia memberikan senyuman menawan lagi pada Nita.


"Selamat Nona Nita. Anda bisa membuatnya memeluk anda. Trik yang cukup pintar," bisik Ari sebelum dia melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam mobil.


Nita menatap tajam pada Ari. Meskipun lelaki itu tidak melihatnya tetapi dia tahu jika istri pertama tuannya itu pasti tengah kesal padanya.


"Sangat menyebalkan sekali Sekretarismu itu Krisna," gumam Nita dengan perasaan dongkolnya.


Kasih yang sempat melihat keromantisan keduanya terbakar cemburu. Bukankah Krisna tidak mencintainya lalu apa itu, memeluknya di depan orang lain.


"Kurang aj*r sekali kamu Mbak Nita. Mau bersaing denganku? Kamu tidak akan menang, dia mencintaiku bukan mencintai kamu," gumam Kasih, menatap tajam kearah Nita. Meski wanita itu tidak menyadari karena dia belum bisa melupakan apa yang telah terjadi barusan.


***


Kondisikan jarinya, jangan terbawa emosi pada Nita teman-teman✌


***


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2