Pernikahan Kedua Suamiku

Pernikahan Kedua Suamiku
Bab48. Siapa Yang Dia Hubungi?


__ADS_3

Bab48. Siapa Yang Dia Hubungi?


***


Saat tengah malam Tazkia terbangun karena kehausan dia pun berjalan pergi untuk mengambil air. Namun, ketika dia akan kembali ke kamarnya dia mendengar dari ruang tamu seseorang tengah berbincang. Tazkia merasa heran siapa gerangan yang menelepon selarut ini. Tidak adakah waktu lagi, sampai harus tengah malam begini.


Tazkia berusaha menghiraukan meski keponya mulai menggoroti keinginan tahuannya. Wanita itu malah mengendap-endap mencoba mencuri dengar apa yang sedang dia perbincangkan. Suara wanita, ya itu adalah wanita. Dia berfikir mungkinkah Riska mamanya. Atau ART-nya itu.


Sungguh dia pusing sendiri memikirkan siapa orang itu. Hingga akhirnya dia dapat melihat orang itu, Kasih, istri kedua dari Krisna. Dia mengernyit ketika melihat gelagat mencurigakan yang dia lihat.


"Teleponan dengan siapa dia? Harusnya dia istirahat saja kan, kasihan keponakan aku capek-capek ngantar dia cuma teleponan sama orang. Heh, jangan-jangan dia selingkuh. Dan dia bukan keponakan aku! Hoy, jangan sampai begitu, aku akan usir dia jika dia begitu," gumam Tazkia menggerutu dengan pelan.


"Hey, harusnya Mbak mengirimi pesan saja. Jangan menelepon begini. Nanti orang curiga padaku." Tazkia semakin menajamkan telinganya untuk mendengar perbincangan mereka. Ingin mendengar dan ingin tahu siapa orang yang dia hubungi.


"Panggil namanya kenapa sih, aku ingin tahu," gerutunya lagi masih mengawasi Kasih.


Namun, bukannya mengatakan Kasih malah menutup teleponnya. Dan dia pergi kekamarnya lagi. Membuat Tazkia merutuki wanita hamil itu.


"Oyyy, itu kanapa malah dimatikan, aku jadi tidak tahu dengan siapa dia berbincang." Akhirnya dia memilih kekamarnya kembali.


***


Di dalam kamar Tazkia berusaha memejamkan mata. Namun, mata itu tidak kunjung juga terkatup, dia masih penasaran dengan siapa Kasih berbincang. Apakah Nita kakak iparnya? Atau orang lain, dan hubungan mereka apa. Memikirkannya membuat kepalanya serasa ingin pecah.


Namun, dia masih mengingat ucapan Ari, dia mengatakan jika hubungan antara Nita dan Kasih tidaklah baik, lalu apakah mungkin mereka bisa bekerja sama?

__ADS_1


"Sangat di sayangkan mengapa Mas Krisna sampai harus memutuskan menduakan Mbak Nita, apa yang kurang pada dirinya sih. Aku saja yang perempuan iri karena mas Krisna mendapatkan wanita hebat seperti Mbak Nita," gumam Tazkia. Karena kantuknya belum juga muncul. Orang yang dia tuju hanya Ari.


["Kenapa malam-malam mengganggu orang tidur?"] Ucap Ari diseberang sana. Terdengar begitu jelas jika Ari merasa terganggu. Tazkia tertawa hambar, dan mengatakan apa yang baru saja dia ketahui.


["Saya rasa memungkinkan jika itu Nona Nita, karena setahu saya Nona Kasih tidak pernah bertemu dengan siapapun, dan jalan-jalan dengan orang lain kecuali dengan Nona Nita,"]


["Cie, perhatian banget nih. Kamu ada hati juga sama istri kedua majikanmu. Awas! Nanti di PHK nikung majikan!"] Timpal Tazkia membuat Ari mengembuskan napas kasar diseberang sana. Bisa-bisanya gadis tengil itu mengatakan hal konyol seperti itu.


["Jika kamu sedang berada di sekitarku!"]


["Aku tahu kamu akan apa, menyentil keningku? Iya! Sekarang ada peraturan baru mas Ari, jika kamu menyentil keningku lagi kamu akan di denda, harus mengajakku makan malam,"]


["Kakakmu kayak, uangku tidak seberapa dibanding beliau!"] Cerca Ari, membuat Tazkia jengkel.


***


Setelah Tazkia mengetahui arah kamar Nita, dia langsung keluar kamarnya dan menuju kamar Nita. Sepertinya dia harus kekamar kakak iparnya. Siapa tahu dia di sana bisa menemukan petunjuk.


Ketika Tazkia menggapai knop pintu, dan dia merasa seseorang di dalam tengah menahannya. Dia sudah panas dingin merasa ada hantu di dalam kamar Nita. Namun, dia berusaha untuk membuka pintunya. Dan di sana hanya ada Krisna, dia berdiri di depan dengan tangan menggapai pintu, tatapan matanya kosong. Bahkan wajahnya pucat.


"Mas Krisna, kamu sedang apa di sini?" tanya Tazkia penasaran.


"Mas menunggu, Tata," jawab Krisna membuat Tazkia merasa bersedih. Dia harus secepatnya menemukan Nita, hanya wanita itu yang akan bisa mengobati hati kakaknya.


Namun, jika pun Tazkia menemukan Nita, dia yakin tidaklah mudah membawanya pulang. Mengingat perlakukan Krisna yang telah membuatnya terluka.

__ADS_1


"Mas istirahatlah, dia hanya pergi. Bukan meninggalkan kamu selamanya. Mungkin dia hanya ingin memiliki waktu seorang diri, bukankah kamu tahu jika dia tengah mempunyai masalah dia akan mencari tempat sepi. Renungkan saja kesalahan mas pada Mbak Nita, pasti akan ada jalan juga untuk kalian bersatu jika memang berjodoh. Tidurlah, Mas," cerca Tazkia panjang lebar.


Krisna menunduk tanpa menjawab lontaran adiknya. Namun, Kasih datang, dia pun membawa Krisna untuk tidur di kamarnya. Setelah membawa Krisna masuk kedalam kamarnya. Kasih menuju kamar Nita. Dia menghampiri Tazkia yang tengah asyik memandangi semua barang Nita.


Ada rasa yang sesak melihat semuanya. Dia teringat masa dulu di saat keduanya begitu terlihat bahagia. Tapi setelah dewasa saling menyakiti bahkan saling tidak menghargai. Lalu apa gunanya mereka memutuskan menikah jika akan ada yang terluka.


"Sabar." Seseorang memegangi pundak Tazkia. Wanita itu memutar badannya dan menoleh kearah Kasih.


"Sabar katamu, Kakakku hilang belum juga di temukan. Dan sayangnya aku pun baru tahu kemarin kabar ini. Kabar sepenting ini mereka tidak meberitahuku," gerutu Tazkia. Kasih memegangi jemari tangan Tazkia. Sekilas Tazkia melihat tidak suka kearah tangannya yang tengah Kasih pegang.


Tazkia berbalik, "kamu masih muda, cantik. Lalu mengapa kamu merusak kebahagiaan orang lain!"


"Aku tidak merusaknya, aku hanya memperbaiki hati saudaramu. Dia sudah lama tidak mencintai istrinya. Lalu salahku dimana, pernikahan ini tidak akan terjadi jika saudaramu tidak memberikan respon pada wanita lain. Contohnya aku." Tunjuk Kasih pada dirinya sendiri.


"Awalnya aku menolak, tetapi setelah dia mengatakan jika dia tidak bahagia dengan pernikahannya, jelas saja aku mau. Padahal di sini aku yang harusnya menjadi korban. Aku kan yang kedua dan selalu di nomor duakan," tanda Kasih.


"Kamu! sama-sama perempuan bisa berfikiran seperti itu. Hatimu terbuat dari apa, harusnya kamu tidak menerimanya. Dan biarkan mereka bersatu karena itu bukan subuah fakta. Mas Krisna tidak mungkin mengatakan seperti itu, aku tahu bagaimana mereka dekatnya dulu," decak Tazkia tidak menerima semua ucapan yang telah dilontarkan Kasih.


"Adik ipar, kamu tidak percaya padaku? Tetapi inilah faktanya. Dan kenyataannya memang kakak ipar kesayanganmu tidak di cintai saudaramu," cicit Kasih.


Baru saja dia akan memprotes lagi, ponsel Kasih berdering. Wajahnya yang semula santai kini menjadi cemas. Bahkan dia meninggalkan Tazkia tanpa berpamitan. Di saat Tazkia mengikutinya Kasih hanya mematikan ponselnya.


***


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2