Pernikahan Kedua Suamiku

Pernikahan Kedua Suamiku
Bab28. Makan Malam Spesial.


__ADS_3

bab28. Makan Malam Spesial.


***


Nita berjalan membawa seseorang menuju ruang makan. Kasih dan Krisna mengernyit mengingat dia tidak ada hubungannya dengan keluarga ini.


Bian menggeser kursi untuk Nita duduki. Ada rasa tidak suka yang mulai hadir di hati Krisna. Dia bingung mengapa Nita melakukan itu padanya. Dia memang mengizinkan Nita untuk tetap bertemu dengannya, tetapi pantaskah jika Bian memperlakukannya seperti itu di hadapan Krisna.


Kasih menatap sinis keduanya bergantian. Dan menggeleng kepalanya bingung. Dia langsung membawakan nasi serta lauk pauknya untuk suaminya. Kasih menatap sekilas kearah Nita dengan meremehkan. Sedangkan Nita menyikapinya dengan santai. Untuk apa gunanya Bian jika dia tidak bisa melakukan hal yang sama padanya.


Bian baru saja akan menggapai nasi untuk dia letakkan kepiringnya. Namun, Nita berusaha mencegahnya, lalu dia mengambilkannya untuk Bian.


"Makan, ini makan malam spesial untuk penyambutan suami dan madunya, serta menyambut kamu untuk tinggal di rumahku," ungkap Nita membuat Krisna, dan Kasih membelalak tidak percaya dengan keputusannya.


Kasih menggebrak meja tanda dia tidak setuju. "Kamu apa-apaan Mbak? Mengapa kamu tidak merundingkannya pada kami. Mas Krisna kepala keluarga di sini. Kamu harusnya menghargai dia." Tunjuk Kasih kearah Krisna.


Krisna masih menyantap makanannya dengan santai. Dia tidak berniat untuk ikut memprotes apa yang di katakan barusan oleh istri pertamanya. Dia tahu betul bagaimana watak Nita.


Bian pun sama halnya dengan Krisna, dia tampak santai dan masih lahap menyantap makanannya.


"Seperti apa yang dibilang Krisna. Kamu tinggal di sini agar kamu tidak kesepian. Begitu pun aku agar aku mempunyai teman," timpal Nita.


"Kamu gila mbak Nita? Apa yang ada di dalam pikiran kamu. Kamu itu sudah dewasa, mungkin kamu juga tahu, bagaimana tanggapan tetangga jika kamu tinggal dengan lelaki yang tidak terikat saudara," sungut Kasih masih tidak menerima.


"Lalu apakah aku harus menikah dengan Bian, agar dia bisa tinggal di sini? Krisna apakah kamu mengizinkan kami menikah? Restuilah kami, agar kami bisa tinggal bersama," cicit Nita pada Krisna. Kasih semakin emosi dengan apa yang dikatakan Nita.


"Kamu sudah tidak w*ras, Mbak. Meminta suamimu untuk menikahkan kamu?" Kasih menyeret tubuh Nita agar menjauh dari ruang makan.


Nita melipat tangan di dada dengan senyuman mengembang. "Dulu, diapun melakukan hal yang sama ketika akan menikahimu. Apakah aku salah?"


Kasih melayangkan tangannya untuk menampar Nita. Namun, dengan cepat Nita menangkapnya dan menghempaskannya dengan kasar. Kasih semakin membenci Nita. Dia pun ingin mengusir Nita secepatnya dari rumah itu. Kasih mengepalkan tangan di bawah sana. Giginya pun bergemurutuk.

__ADS_1


"Kalau marah kamu luapkan. Daripada dipendam," kata Nita membuat Kasih semakin terpancing. "Lalu kamu mau aku pukul? Supaya emosiku mereda?"


***


"Tuan Krisna anda sebaiknya melihat kedua istri anda. Ini hanya salah paham. Saya tidak mungkin juga tinggal di rumah ini," saran Bian. Namun, Krisna masih bergeming.


"Ini rencana Nona Nita, agar dia tidak terlihat begitu cemburu di depan madunya. Anda tahukan bagaimana perasaan seorang istri ketika melihat suaminya menikah lagi, apalagi tinggal di satu rumahkan!" ucap Bian membuat Krisna menatap tajam pada lelaki itu. Dia pun pergi mendekati Bian sebelum menemui kedua istrinya.


"Berhenti berbicara tentang dia lagi." Krisna tidak suka Bian Bian perhatian pada Nita.


"Sedekat apa kalian?" tanya Krisna membuat Bian terpaku. Harus menjawab apa?


"Ka-kamu ...." Bian terbata-bata mengatakannya.


"Pulanglah, dan mulailah untuk maju. Selagi Anda masih muda!" Bian, mengangguk lalu dia pergi meninggalkan ruangan itu.


Krisna memandangi punggung lelaki muda itu dengan seksama. Ada rasa menyesali ketika hubungan rumit kini dia jalani. Ini semua salahnya. Tetapi ini sudah terjadi dia bisa apa lagi, selain menjalaninya dengan sabar. Dua wanita yang berperilaku berbeda.


Istri pertama yang ramah, dewasa. Dan mengerti akan situasi dan keadaan hati Krisna. Sedangkan istri kedua begitu manja. Namun, mampu membuatnya mabuk kepayang.


***


"Ikut saya Mbak." Kasih menarik tangan Nita dan mereka pun masuk kedalam kamar Nita.


Nita berusaha mencegah agar Kasih tidak memasuki kamarnya. Banyaknya photo Krisna membuatnya merasa tidak enak. Apalagi di sana terpampang photo kenangan sedari kecil hingga dewasa.


"Kedepan saja," tolak Nita. Namun, Kasih tetap kukuh ingin memasuki kamar istri pertama suaminya itu.


Pintu kamar dibuka, Kasih berjalan mengelilingi kamar Nita. Dia menatap setiap pigura yang terpampang begitu banyak di depan matanya. Kedekatan mereka sedari kecil hingga tumbuh remaja dan juga dewasa.


"Apa-apaan ini, Mbak!" Seru Kasih memandang Nita dengan tatapan tajam. Nita berjalan santai dengan senyuman yang selalu ia tampilkan. Dia lipat Kedua tangannya. Lalu mengikuti saat Kasih memasuki kamarnya.

__ADS_1


"Kenapa? Mau protes? Pemilik raganya tidak masalah aku menyimpannya, jadi jangan melarangku!" Tegas Nita. Dengan mata sebelah ia kedipkan.


"Kamu!" Tunjuk Kasih. Wanita itu akan melayangkan tangannya untuk menampar Nita. Namun, Krisna sudah berada di depan pintu kamar Nita dan menghentikkan aksi istri mudanya.


Lelaki itu berusaha setenang mungkin agar dia bisa mendamaikan keduanya. Baginya ini akan menjadi masalah sulit. Mengingat keduanya orang penting bagi Krisna.


Kasih menunjuk semua photo yang menempel di dinding. Wanita itu bahkan menghentakkan kakinya tidak terima dengan apa yang dilakukan Nita.


"Apa masalahnya?" tanya Krisna, membuat Kasih semakin membenci Nita.


"Tapi aku tidak suka!" Kasih mulai membanting satu persatu pigura itu. Hingga membaut kekacauan di kamar Nita.


Nita yang melihat barangnya di rusakkan pun tidak terima. Dia menarik Kasih hingga wanita itu akan terjatuh. Namun, Krisna dengan cepat menahannya hingga Kasih tidak terjatuh.


"Saya sudah berusaha sebaik mungkin untuk tidak membuat hatimu itu tersinggung. Lalu apa yang kamu lakukan saat ini! Merusak barang-barang saya disengaja. Ingat dia itu suami Kita berdua, kamu tidak berhak melarang saya untuk tidak menyimpan photo bersama Krisna." Tunjuk Nita dengan telunjuk tangannya kearah Kasih.


Wanita itu tersenyum kemenangan di dalam hatinya. Memang ini yang dia mau. Membuat wanita itu terpancing. Agar dia berbuat kasar di hadapan Krisna. Dan saat ini dia melakukannya.


"Mas, lihatlah istri tuamu itu, sudah melukai perasaanku." Kasih memukul dada Krisna dengan kasar. Dia juga menangis terisak-isak.


'Kita lihat siapa yang akan dia pilih. Kamu atau aku!' batin Kasih.


Krisna menatap datar tanpa memberikan protesan tentang perdebatan keduanya. Dia masih berdiri di sana, memeluk Kasih yang tengah merajuk. Dan menangis di dalam pelukannya. Nita mencebik dengan kelakuan Kasih yang sengaja membuatnya marah di hadapan Krisna.


"Aku mau kamu mengusirnya dari sini, Mas!" Cicit Kasih.


Nita membelalak tidak percaya. Sedangkan Krisna dia langsung terpaku, tangannya yang semula mengelus punggung Kasih langsung terhenti. Matanya menatap Nita dengan tatapan seolah dia tidak akan mungkin melakukan hal itu.


***


Happy reading teman-teman. Terima Kasih yang telah setia menunggu cerita ini🤗

__ADS_1


***


Bersambung ...


__ADS_2