
Sudah tujuh samudera ku arungi bersama dengan dirimu
merangkai hidup dengan suka dan duka
sangat tak bisa ku pahami dan mengerti
yang terjadi kini
kau menjauh dan pergi tinggalkan ku..
Hadirmu akan menjadi cerita terindah, selama hidup dan mati ku.
walaupun harus aku meninggalkan dirimu, kau masih tersimpan di hatiku
Sangat tak bisa ku pahami dan mengerti
kau menjauh dan pergi tinggalkan ku
namun tak bisa ku ingkari,
ku sangat mengharapkan dirimu
Walau sulit ku pahami cintamu, sayangmu
kepadaku..
Hadirmu akan menjadi cerita terindah
selama hidup dan mati ku
walaupun harus aku meninggalkan dirimu
namun kau masih tersimpan di hatiku.
Sudah tujuh samudera ku arungi bersama dengan dirimu..
Lirik yang sesuai untuk seorang Arya. Arya yang harus kehilangan kekasihnya, yang sudah ia jalani selama bertahun-tahun.
Entah bagaimana dan dimana pikiran Queen saat itu, sampai ia bisa begitu mudahnya tergoda dan berpaling ke laki-laki lain.
Dan kini, setelah penderitaan yang sedikit demi sedikit Arya bisa atasi. Queen datang lagi, dengan membawa kabar, bahwa dirinya akan menikah.
Sebenarnya bukan Queen yang datang lagi. Tapi waktu pertemuan Queen dan Arya sangat jarang. Bahkan nyaris tak pernah. Dan saat Queen bertemu dengannya di kantin, begitu amarah Arya seketika meluap, melihat Queen tengah menangis di tengah keramaian kantin. Kemana lelaki yang Queen bilang selalu mendapatkan kenyamanan darinya.
__ADS_1
Tak lama setelah insiden tadi yang menyebabkan Arya hampir di terjang oleh bodyguard Aska, Arya dan Queen benar-benar tidak bertemu. Juga tidak memberikan kabar satu sama lain. Dan beberapa Minggu kemudian, Queen datang dengan membawa kabar tentang pernikahannya.
Begitu cepat dan terkesan terburu-buru. Dulu, dengan Arya, Queen sudah bertahun-tahun namun belum bisa melangkah ke arah yang lebih serius. Tapi bersama Aska, hanya dalam hitungan bulan, Queen sudah resmi dipinang Aska.
Lalu, bagaimana cara Arya datang untuk memberikan ucapan selamat atas pernikahannya, pada wanita yang selalu singgah dihatinya.
Bagaimana cara Arya untuk terlihat baik-baik saja, jika mengingat nama Queen, air matanya langsung meluncur turun. Dan kini, semua itu terbukti dengan di terimanya sebuah kado berupa cincin dengan nama Queen terukir di dalamnya.
Queen benar-benar menjadi ratu hatinya. Akan sulit mungkin bagi Arya merelakan hatinya untuk wanita lain nantinya.
Cintanya Arya pada Queen sangat mendalam. Bagaimana Arya harus merelakan kepergian Queen yang begitu mendadak.
Kehilangan Queen sama dengan kehilangan separuh bagian hidupnya. Tak ada lagi gadis manja nan imut yang selalu bertengger di atas motor sportnya.
Hanya Queen dan Rindi, sahabat Queen. Yang pernah duduk berada satu motor dengan Arya. Dan hanya Queen yang selalu bisa menjadi penyemangat Arya, saat dirinya malas untuk berangkat kuliah.
Queen juga yang mengubah Arya yang dulu brandal, menjadi Arya yang giat datang ke kampus. Tapi kini setelah kepergian Queen dari hatinya, semangat Arya datang ke kampus adalah untuk melihat Queen sari jauh. Memantaunya agar selalu dalam keadaan yang baik-baik saja.
Arya mengerahkan segala keberanian dan semangatnya, demi menemui Queen, memberikan apa yang seharusnya menjadi milik Queen.
Berusaha meyakinkan Queen agar mau menerimanya. Alasannya kali ini benar, karena Queen sudah menjadi istri orang. Karena Queen tidak ingin ada kesalahpahaman yang berujung perkelahiannya dengan sang suami.
Yah.. apapun alasannya, Arya harap Queen tetap menerimanya. Terserah nantinya mau ia apakan cincin itu. Dengan catatan, jangan sampai terdengar atau ketauan olehnya.
"Oke, aku bisa nanti sore." Jawaban Arya pada panggilan masuk dari Queen. Yah semoga tidak ada hal buruk atau apapun itu, yang nantinya membuat konsisi Queen tidak nyaman.
Arya berharap cemas menanti kedatangan dua orang pengantin baru tersebut. Dirinya sudah sampai di kafe yang mereka sepakati lebih dulu.
Sambil menunggu, ia menduga-duga apa yang akan mereka katakan nanti. Apakah ini semua karena cincin yang tadi ia berikan pad Queen.
Semoga saja adalah hal baik.
"Hai Ar.." Sapa Queen, Wanita itu masuk lebih dulu, di ikuti Aska, sang suami dari belakang.
"Hai Arya.." Sapa Aska. Arya sedikit gugup saat membalas jabatan tangan suami Queen itu.
"Sorry ya lama.. jalanan macet. Ira juga ada acara sebentar tadi." Ha? Ira? Hanya dari mulut orang ini, Arya mendengar nama Queen berganti menjadi Ira. Sungguh membuat hatinya miris. Karena Iri.
"Udah pesen belum?" Queen hendak memanggil pelayan kafe.
Arya menggeleng. "Belum." Queen mengangguk, lalu mengangkat tangannya ke arah pelayan.
Wanita muda dengan polesan sedikit tebal datang menghampiri mereka.
__ADS_1
"Mau pesan apa ka?" Queen memberikan menu nya kepada Aska lebih dulu. "Saya yang ini." Ucap Aska. Lalu beralih pada Arya. "Aku yang ini." Terakhir Queen menyebutkan makanan pesanan mereka pada pelayan.
"By the way.. ada keperluan apa nih bang, sampe ngajak ketemuan bertiga?" Arya sudah tidak tahan pada rasa penasarannya.
"Oh, enggak. Cuma pengen ngobrol santai aja sama kamu. Biar bisa lebih cair suasana." Aska santai. Queen tersenyum menatap Arya.
"Saya tau Ar, terutama saya dan Queen banyak kesalahan sama kamu. Kesalahan saya mungkin fatal di hidup kamu. Di tambah, terakhir kali kita bicara juga, karena Ira bikin ulah di kantin." Aska mengacak rambut Queen dengan gemas.
Sial! Nggak usah tunjukin kemesraan kalian disini please.. batin Arya menjerit.
"Harusnya saya minta maaf lebih cepat, sebelum kita melangsungkan acara pernikahan kemarin. Tapi saya baru kepikiran sekarang. Maaf ya Ar.. semoga kamu mau maafin saya dan Ira. Dan mau mendoakan kebahagiaan kita berdua." Tutur Aska panjang lebar.
Arya tak kuat dengan drama ini, ia mengangguk sambil menahan setengah mati, agar air matanya tidak turun.
"Ehm. saya udah maafin bang. saya juga minta maaf karena sempat ngebentak abang waktu itu. Sorry ya saya emosi banget." Arya memberikan senyum dengan penuh paksaan. "Saya ke toilet dulu ya .." Arya beranjak, pergi ke toilet meninggalkan Aska dan Queen.
Saat pelayan datang membawa pesanan mereka, Arya belum datang.
"Ini pesanan mas nya." Wanita itu meletakkan makanan di hadapan Aska dan Queen. "Ini punya mbak. Dan yang ini punya pacar ya mbak.. Selamat menikmati."
Sepeninggalnya pelayan tadi. Aska dan Queen saling berpandangan.
What the hell..
"Kok dia bilang kamu pacarnya Arya sih?" Bukannya ikut marah, Queen malah tertawa terbahak-bahak. Aska mencakup bibir Queen. Membuat mulutnya terkunci.
"Ketawa tuh biasa aja. Kamu cewek, ini di tempat umum." Kesal Aska.
"Iya iya maaf.." Queen mencoba menahan tawanya. "Kamu mau tau nggak mas, kenapa dia ngira aku pacarnya Arya, mungkin dia kira kamu ayah aku."
"Saya nggak setua itu Ira."
"Kamu emang nggak tua, kamu lebih ganteng dari Arya. Tapi kamu kaku banget di bandingin Arya."
Aska terdiam sebentar. "Mungkin benar."
Arya datang dengan wajah yang lebih baik. "Ada apaan nih." Tanya nya penasaran melihat raut wajah Aska.
"Nggak ada apa-apa. Ayok di makan dulu, keburu dingin." Ajak Aska, dan Arya hanya mengangguk setuju. Berbeda dengan Queen yang sedang berusaha menahan tawanya.
Membuat Aska tak henti-hentinya melirikan matanya pada Queen. Parahnya Arya kira, mereka berdua sedang bermesraan..
🙃🙃😉
__ADS_1