Polisi Muda Tetanggaku

Polisi Muda Tetanggaku
Queen menang


__ADS_3

Rintik hujan turun membasahi kota Paris Van Java. Kabut menyelimuti sebagian kota yang tengah di guyur hujan.


Rasa dingin seketika menusuk kulit lembut Queen. Entah karena rasa lelahnya kemarin atau memang Queen tak than dengan udara sejuk. Yang jelas, suasana saat ini membuat Queen enggan menjauh dari Aska.


Pelukannya kian Queen rapatkan. Tubuhnya semakin mendesak, menempel pada tubuh Aska. Lelaki yang tak pernah bangun telat dari jam sibuknya, berusaha terus menutup matanya, agar tak tergoda dengan sentuhan Queen di area sensitifnya.


"Mas Aska.. pulang yuk!" Ajak Queen, suaranya parau dan memelas. Aska sadar ada yang tak biasa dengan Queen.


Aska membuka matanya, mendapati wajah Queen berada tepat di hadapannya. "Kenapa?" Tanya Aska khawatir.


Aska menggerakkan tangannya menyentuh kening Queen, merasakan suhu tubuh gadis manjanya. "Enggak panas." Celetuk Queen.


Queen mencebik, menempatkan wajahnya pada perpotongan leher Aska. Sekali lagi, Aska merasa tergoda, ia berusaha menelan salivanya yang terasa sulit.


"Aku pengen pulang deh.." Pinta Queen.


"Iya sebentar, tunggu Rendi jemput kita." Jawab Aska.


Queen mengangkat wajahnya, mencari tatapan Aska. "Mas Aska.." Cicit Queen.


"Kenapa sih Ra? hm?" Aska nampak risau, Queen bersikap tak biasa.


"Aku kangen sama kamar kamu. Pengen rebahan sampe sore kayak gini di kamar kamu."


"Ya anggap aja kita lagi di kamar Ra. Apa bedanya? sama-sama di atas kasur juga." Aska terkekeh mendengar alasan Queen.


Queen melepaskan pelukannya, duduk bersandar pada kepala ranjang. "Beda mas, disini terlalu lebar kasurnya, kalo di tempat mas Aska kan enak kalo buat berduaan, lebih anget." Queen memainkan jarinya di atas layar ponsel, berusaha menelfon Rendi.


Aska yang melihatnya, segera mengambil ponsel Queen yang sudah dekat dengan telinganya. "Telfon siapa kamu?" Tanya Aska, seraya menarik paksa ponsel Queen.


"Aku telfon kak Rendi sebentar, pengen tau udah dimana dia." Queen masih mempertahankan miliknya.


Aska mengalah, ia menarik tubuhnya dekat dengan Queen, berbaring di atas pangkuan Queen. "Masih lama dia Ra, kamu santai aja, kita sarapan dulu sambil tunggu dia sampe, gimana?" Tawar Aska, tapi Queen menolaknya.


"Engga ah, aku belom mandi dari kemaren, mas Aska juga pake kaos doang gini, aku mana rela ngebiarin mas Aska di liatin ama orang." Cebik Queen.


"Nah, itu kamu tau rasanya, makanya jangan keluyuran make celana pendek lagi, saya yang paling nggak rela kecantikan kamu di bagi ke orang lain." Queen berdecak, dan tersenyum kemudian.


"Kalo nggak mau sarapan ya udah, tiduran sini, sambil nonton drama Korea favorit kamu." Aska menarik tangan Queen, kembali masuk dalam pelukannya, menyelimuti dengan tertutup, agar tetap selalu hangat.


"Mas Aska.." Panggil Queen, tangan Aska sibuk memegang ponsel Queen dengan isi drama Korea di layarnya.


"Apa sih Ra? Dari tadi manggil mulu." Aska gemas.


"Aku nggak mimpi kan mas, aku beneran di peluk kamu kan?" Queen tak yakin.


Aska mencium kening Queen dalam. "Berasa nggak?" Tanya Aska.


Queen mengangguk tersenyum.


"Bilang aja kalo pengen di kasih morning kiss" Aska menyentil kening Queen pelan.


Queen tertawa riang. "Oh iya mas, persiapannya apa aja buat nikah?"


"Ehm.." Aska berfikir. "Surat-surat keterangan lengkap, sama duit yang banyak." Celetuk Aska.


"Ya ampun mas, sebanyak apa sih duitnya, pasti udah cukup kan?"

__ADS_1


"Cukup! Kalo buat ijab doang, tapi kalo resepsinya di luar negri seperti permintaan mama kamu, saya harus kerja ekstra." Aska berbicara seolah tanpa beban.


"Ah, aku nggak mau. Nggak usah pake resepsi segala juga aku nggak pa-pa kok."


"Enggak bisa Ira, resepsi tetap harus ada, kamu itu satu satunya anak mereka, saya nggak mau bikin keluarga kamu kecewa, atau kamu nantinya nyesel pas liat temen-temen kamu nikah nanti."


"Dari pada buat resepsi, mending buat honey moon." Usul Queen. Sekali lagi, Aska menolaknya.


"Belum bisa honeymoon Ira, saya udah habis masa cutinya. Jadi nggak bisa yang jauh-jauh perginya." Queen tak terima, ia bangun beranjak turun dari atas kasur.


"Kok gitu sih mas, terus abis nikah kamu mau langsung dinas gitu? Aku belum copot baju pengantin, kamu udah tinggal berangkat?"


"Enggak begitu Ira, pernikahan dalam pekerjaan saya nggak segampang orang-orang biasa. Kita harus di sidang dulu, di kasih wejangan sama Kapolsek saya. Baru bisa dapet surat nikah, itu juga masih ada hal-hal lainnya Ra. Nggak segampang itu kamu pake baju pengantin." Jelas Aska.


"Terserah, terserah gimana proses nikah itu berlangsung, yang jelas aku mau honeymoon setelah pernikahan kita." Queen merajuk.


Tak lama pintu kamar mereka di ketuk. Aska beranjak, membuka pintu kamar mereka.


"Woy.. udah sekamar aja nih." Ledek Rendi, melihat Aska yang masih mengenakan kaos daleman setelah mandi semalam. Dan Queen yang nampak emosi, membuat Rendi berfikir, Aska telah memaksanya.


Rendi berjalan masuk, melewati Aska yang masih berada dekat pintu, ingin menghampiri Queen.


Aska segera mencekal lengan Rendi. "Mau kemana?" Tanya Aska tajam.


"Mau masuk, peluk Queen. Tuh liat, dia butuh di hibur mas bro.." Rendi memajukan langkahnya lagi, namun kembali di tarik paksa oleh Aska.


"Diem disini, gua mau pake baju dulu." Aska melepaskan pegangannya, dengan cepat, memunguti kaos yang tergeletak dekat sofa tempat Queen duduk saat ini.


"Kak Rendi." Panggil Queen.


Tentu saja hal itu membuat Aska waspada. Tatapannya terus memandang Rendi tajam.


Queen menyadari maksud dari Rendi, ia mencoba mengikuti alur permainan Rendi. Queen hendak bangun dan menghampiri Rendi yang berada di ambang pintu.


"Hei hei.. mau kemana?" Aska menarik pundak Queen, sebelum Queen berhasil menghampiri Rendi.


"Mau ke kak Rendi." Jawab Queen ketus.


"Nggak usah." Aska memakaikan jaket miliknya untuk Queen.


"Kak Rendi, kak Rendi kalo honeymoon maunya kemana?" Tanya Queen setengah berteriak, saat Aska sedang memakaikan jaket untuknya.


"Kemana ya? Ke Korea kali ya, atau Jepang, kan lagi hits banget tuh." Jawab Rendi antusias.


"Kalo gitu, aku honeymoon nya sama kak Rendi ajalah, soalnya mas Aska nggak mau ikut aku honeymoon." Aska menyentil bibir Queen kencang. Membuat Queen mengaduh.


"Kalo punya mulut tuh, di pikir dulu napa sebelum ngomong." Tegas Aska. Queen marah, ia tak suka di marahi di depan orang lain, baginya itu sama saja menghina harga diri.


Queen kesal, ia lari meninggalkan Aska, melewati Rendi. Menuju parkiran dengan cepat.


"Hadoh, tuh cewek.. ck..ck.." Aska berdecak sambil menggeleng. Tak habis pikir tentang sikap Queen.


"Kenapa lagi sih lu As, baru bae'an. Udah ditinggal lagi aja lu." Ledek Rendi.


"Tau, gua juga bingung. Ributnya honeymoon mulu.. nikah aja belom, gua ngurus suratnya aja belom." Lagi-lagi Aska menggeleng.


Mereka berjalan keluar, menyusul Queen dengan langkah santai.

__ADS_1


"Bawaan bayi kali As, makanya elu.."


"Elu apaan? Gua mah bingung deh, setiap ngeliat sih Ira ngambek, pasti pada bilang bawaan bayi, bawaan bayi mulu. Asal lu tau ya, gua nanem bibit aja belom woy,apalagi sampe numbuh kecambah. Bingung lah gua".


"Ha? Yang bener lu As?" Rendi menghentikan langkahnya, padahal beberapa langkah lagi, mereka sampai pada meja resepsionis dimana Queen sudah menunggu.


"Lah, gua kira udah As. Waduh gimana lu nantinya." Rendi nampak khawatir.


"Nantinya kenapa?" Aska jadi gusar.


"Iyalah, kalo manjanya aja udah kayak ibu hamil, lah terus ntar dia kalo hamil kayak apa? Gimana lu caranya ngadepin permintaan dia yang lagi ngidam?" Aska membungkam mulut Rendi cepat, memintanya untuk tenang.


"Jangan keras-keras lu ngomongnya, kalo kedengeran dia bisa brabe gua nanti." Aska nampak panik.


Rendi mengangguk setuju agar tangan Aska lepas dari atas mulutnya.


"Hadoh, bau tangan lu." Sentak Rendi. "Pantesan aja Lu mau nya di pok pok mulu ama sih Queen, bayi yang bau tangan kan gitu, nggak bisa lepas dari susu mamanya." Rendi tertawa senang, berhasil membuat ekspresi Aska menjadi jelek, saat ia bilang tangannya bau.


"Dasar lo gila." Umpat Aska, mereka kembali melanjutkan langkahnya menghampiri Queen.


"Lu tadi kaget gitu As, waktu gua bilang tangan lu bau, abis ngapain lu emang, pantesan aja sih Queen nya marah. Lu mainnya kasar kali, sini lah gua ajarin dulu. Apa mau gua yang ngejebolin, biar lu tinggal enaknya doang. Gimana?" Rendi memainkan alisnya naik turun.


"Dasar kampret lu emang. Ntar gua telfon sih Zahra sih buat malam mingguan aman gua. Biar tau rasa lu, nyengir kuda.." Aska ganti meledek Rendi.


Mereka saling berbalas umpatan dan ledekan, tanpa menyadari mata tajam Queen sedang mengawasi dan mendengarkan.


"Apa tadi mas? Mau ngapain sama Zahra?" Suara Queen menyudahi candaan mereka.


"Ah sial.." Lirih Queen. Rendi tertawa sambil berjalan ke arah mobil.


"Gua enggak ikut ikutan.." Teriak Rendi berulang-ulang, setelah membuka kunci pintu mobil, Rendi sudah duduk manis di balik kemudi.


Aska dengan wajah tertunduk di pelototi Queen menghampiri Rendi. "Please Ren, gua aja yang nyetir, lu capek kan, duduk di belakang gih, biar gua yang bawa mobilnya. Oke?" Pinta Aska. Yang malah membuat Rendi semakin merasa menang di atas awan.


"Oke deh.." Rendi beralih ke bangku belakang. Queen masuk duduk di kursi penumpang sebelah Aska.


"Inget yah As.. selalu ada timbal balik dari setiap keuntungan. Alias nggak ada yang gratis. Haha.." Rendi tertawa sampai terbahak-bahak.


Sedangkan Aska hanya diam, tak mampu bersuara lagi. Ia hanya melirik Rendi dari kaca spion yang menggantung di atas depannya.


Queen mencebik, diam seribu bahasa. Queen tau Aska tak serius, tapi Queen sangat tidak suka mendengar nama itu di sebut lagi.


Begitulah laki-laki kalau sudah kumpul, ucapan mereka lebih menyakitkan dari pada ibu-ibu tukang gosip.


"Mas Aska.." Panggil Queen dengan suara dingin, Aska sudah siap menjalankan mobilnya saat Queen membuka suara.


"Iya Ra?" Suara Aska selembut mungkin.


"Honeymoon nanti kita kemana?" Tatapannya masih tajam.


"Em, terserah aja Ra, yang penting kamu suka." Jawah Aska sekenanya. Yang berarti mereka sudah mencapai kesepakatan.


'kena kamu mas Aska' dalam hati Queen.


**Minta like nya dan tinggalkan komen klian disini. jangan lupa klo masih punya poin ya..**


😁😁🙃

__ADS_1


__ADS_2