
satu malam yang terasa panjang, di iringi gerimis hujan. membuat suasana semakin dingin dan sunyi.
hanya terdengar sayup sayup rintik air yang turun dari atas langit berwarna gelap.
aska dan queen, kini sudah berada di atas kasur tempat biasa aska melepaskan penatnya.
sebenarnya, dengan ada nya queen di sampingnya, malah membuat aska semakin sulit untuk memejamkan mata.
bagaimana pun juga, aska tetap lelaki sejati. dihadapkan pada gadis muda yang cantik, begitu menggoda tentu saja membuat iman aska sedikit banyak nya sudah bergetar.
queen membaringkan tubuhnya di antara tembok dan tubuh aska. terlentang, dengan tangan memeluk guling di atas nya.
mata nya masih sulit terpejam karena jantung nya yang masih bergetar, mengingat apa yang tadi aska berikan.
berbeda dengan aska, yang sudah memejamkan matanya, di tutupi dengan lengan di atas kedua matanya.
queen memiringkan tubuhnya, menghadap aska. dilihatnya lekat lekat wajah lelaki itu dari samping.
"mas..." queen mencolek pipi aska pelan. aska berdehem, menjawab sapaan wanita di sebelahnya.
"aku belom bisa tidur deh.." suara parau queen, semakin menggoda hati aska untuk tidak mengabaikannya.
"kenapa?" jawab nya, yang kini matanya terbuka untuk melihat wajah queen.
"engga tau deh. belom ngantuk kali ya" jawab queen enteng.
"yaudah di meremin aja" saran aska.
"peluk aja gimana??" pinta queen
__ADS_1
"nggak usah yang aneh aneh deh ra, udah malem ini." aska menyentil kening queen pelan. dia seperti tau apa yang ada di pikiran queen.
"ish.. pelit" queen menutup matanya erat erat, memalingkan tubuhnya membelakangi tubuh aska.
"haduh, anak ini" tak tahan melihat sikap queen, aska meraih pundak queen, membalikan tubuhnya kembali menghadap dirinya, merengkuh kepala queen masuk ke dalam dada bidang nya. tak lupa aska juga membetulkan selimut untuk menutupi tubuh queen sampai di batas pundak.
diam diam queen tersenyum dalam pelukan hangat tubuh aska.
entah sejak kapan queen menjadi prioritas di hati aska. lelaki itu sangat tidak ingin membuat queen kecewa apalagi sampai terluka. baginya, cukuplah kejadian yang lalu dan jangan sampai terulang kembali.
"mas...." panggil queen dalam dekapan aska.
aska yang sudah memejamkan matanya, terasa sedikit jengkel, karena queen tak kunjung terlelap. padahal sekarang sudah hampir tengah malam.
"apalagi ira....." jawab aska sedikit penekanan.
"emm... aku masih bingung."
"kenapa tadi pas nyium aku, mas malah minta maaf.. jarang jarang lho mas. biasanya mereka bilang makasih. tapi mas malah minta maaf..." perkataan queen sedikit membuat aska terkesima. membuat nya kembali membuka matanya.
"mas..." panggil queen lagi, yang tak kunjung mendapat respon.
"saya kapan boleh tidur nya sih?" aska mulai frustasi. melepaskan pelukannya beranjak berdiri dari posisi nya semula. queen terpana , tak mengerti sikap lelaki di hadapannya.
"ayok pulang. saya anterin." ajak aska mengulurkan tangannya kepada queen. ingin membantunya berdiri.
queen menolak. ia memilih menarik selimut sampai menutupi seluruh badannya.
"nggak mau ah.. aku mau disini aja" jawab queen dari balik selimut.
__ADS_1
"saya nya jadi nggak bisa tidur, pulang ajalah.. ayok saya anterin" bujuk aska.
"enggak. aku bilang enggak mau ya nggak mau."
"kalo gitu diem. tidur. jangan berisik lagi. bisa??"
"iya bisa bisa.. aku janji" suara manja queen terdengar dari balik selimut, membuat aska tersenyum. hatinya bergetar melihat kelakuan queen yang mirip bocah. bahkan adik perempuannya yang di kampung saja tidak semanja ini.
aska kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur. tanpa selimut. karena selimutnya masih di kuasai queen sepenuhnya.
merasakan aska yang kembali berada di sebelahnya, queen mengintip sedikit dari balik selimut, menatap manik mata aska yang sedang menatap nya juga. saat bila mata mereka bertemu, ada desiran yang membuat hati mereka sama sama terasa ngilu.
queen membuka selimutnya, menghambur memeluk aska kembali. kepalanya berada di depan dada bidang aska.
lelaki itu kembali tersenyum geli, saat queen menggerak gerakan kepalanya di atas dada aska. yang langsung di sambut oleh pelukan erat tangan aska.
"tidur ya, jangan ngoceh lagi. udah malem ini" aska mengusap lembut rambut kepala ira.
"mas... aku mau ngomong sedikit. sedikiiit aja. boleh nggak?" aska memutar bola matanya malas.
"oke, sedikit." jawab aska .
"aku bakalan seneng banget. kalo sampe mas aska yang jadi jodoh aku nantinya". tutur queen yang di akhiri dengan suara senyuman lembut.
"do'ain aja ya ra... semoga penantian saya nggak sia sia nantinya" aska juga mengulas senyum di wajah nya.
keduanya menutup hari dengan tersenyum . dan hati yang sama sama bergetar, hangat, dan bahagia..
entah sampai kapan kebahagian ini aska rasakan.
__ADS_1
seakan hanya dia yang saat ini memiliki hati queen.
semoga saja hari esok sama seperti hari ini. meski cuaca gelap dan dingin karena hujan. asal hati mereka sama sama menghangatkan satu dan yang lainnya.