Polisi Muda Tetanggaku

Polisi Muda Tetanggaku
kejutan


__ADS_3

"ra, besok kita berangkat ya.. kamu harus sudah siap." titah aska melalui sambungan telefonnya. queen yang sempat di beri tau lewat tempo hari yang lalu, tidak menyangka jika saatnya akan tiba secepat ini.


"tapi aku masih ada mata kuliah 3 hari lagi mas" jawab queen.


"minta izin dulu lah."


"dih, enggak ada yang penting banget kan mas?, buat apa sih buru-buru?"


queen terdengar kesal, karena aska begitu memaksakan kehendak nya.


" yaudah gini aja, kamu yang minta izin sendiri, atau saya yang datang langsung kesana dan minta izin selama satu semester untuk kamu?" tekan aska.


" ih, kok gitu sih mas? yaudah.. ntar aku bilang sendiri." queen mengalah


"terserah kamu aja deh ra. kamu masih lama nggak pulangnya?"


"enggak. tinggal satu mata kuliah lagi. kalo gitu, sampe ketemu di rumah ya mas.."


"ehm. oke. inget ya ra.. pulangnya langsung pulang. jangan mau di anter sama arya atau siapapun lelaki itu."


"siap bos ku... aku pulang sendiri naik taksi online."


"oke, nanti saya aja yang pesenin untuk kamu. biar saya bisa pantau"


"iya iya.. aku bisa jaga diri baik-baik kok mas aska yang bawel" ledek queen, yang mulai tak sabar dengan sikap aska.


"jangan bilang gitu ra.. kita nggak bakal tau apa yang akan terjadi sama diri kita! saya cuma nggak mau kamu kenapa napa..."


"heuh..." queen membuang nafasnya kesal. entah kenapa sikap kekasihnya itu hari ini sedikit berlebihan. nada suaranya juga terdengar kesal sejak awal menelfon.


"iya.. aku ngerti. yaudah aku mau masuk kelas lagi nih. abis ini aku langsung pulang. bye.."


queen langsung mematikan sambungan telfonnya begitu saja, tanpa mau menunggu jawaban dari aska.


kemudian ia memasukkan ponselnya ke dalam tas yang bergantung dengan tali di pundak kanan queen.


berjalan gontai memasuki ruangan kelas, yang akan menjadi penutup kegiatannya di kampus. dan langsung duduk di kursi sebelah rindi yang sudah menunggunya sejak tadi.


rindi, sedikit banyak nya sudah memperhatikan wajah muram sahabat nya itu sejak tadi.


"kenapa sih neng? jutek aja mukanya" sapa rindi. wajahnya menghadap ke arah queen dengan tangan yang memangku dagunya yang panjang. membuat wajahnya berbentuk oval tirus.


"heum.. tau nih. besok gua di ajak ke kampung nya mas aska." gerakan tangan queen mengeluarkan buku yang menjadi mata kuliahnya saat ini.

__ADS_1


"wuih.. enak dong lu. jalan jalan. jangan lupa oleh oleh nya ya buat gue..."


"apa banget dah lu. gua pergi aja belom. udah mesen oleh oleh aja." jawab queen ketus.


"hahahaha... semangat dong queen. kan mau ketemu sama camer.." ledek rindi.


"mending amat camer. orang dia mau nemuin gue sama mantan calon istrinya dulu. yang kemaren baru nikah."


"eh... itu calon ade ipar gue.. jangan lu usik ya." rindi memperingati queen dengan seolah bertingkah galak.


"apa banget sih lu. belom tentu juga dia mau terima kakak ipar yang galak kayak elu!" dengus queen, dan bukannya marah. rindi malah tertawa lebar mendengar ucapan dari queen.


karena terlalu seru mengobrol, mereka tidak sadar bahwa dosen yang akan mengajar mereka sudah masuk kelas dan berdiri di balik mejanya.


dengan lantangnya ia mengucapkan salam. membuat rindi dan queen tersentak, tersadar akan kehadirannya.


"SELAMAT SIANG SEMUA!!!" sapanya, mengawali pembicaraannya.


"perkenalkan, nama saya agung! saya adalah asisten dosen pak Naenggolan. beliau berhalangan hadir di karenakan sedang sakit. bagi kalian yang ingin menjenguk beliau, silahkan datang di rumah sakit Bunda Delima. saya juga meminta do'a kalian semua untuk kesembuhan bapak Naenggolan. Dosen tersayang kita!"


lelaki itu dengan sengaja menekankan kata tersayang. karena ia tau, bahwa dosennya itu sangat tegas dan tanpa ampun memberi hukuman bagi mereka yang datang terlambat, atau mengacau di kelasnya.


beliau juga di kenal dengan pemberian nilai nya yang pelit.


queen mengangkat tangan kanannya tinggi tinggi. ingin mengajukan pertanyaan.


"ya , ada apa?" tanya agung.


"saya queen pak. mau tanya-"


tapi perkataan queen di interupsi oleh agung.


"panggil saya kakak jangan bapak. percayalah.. saya masih muda." jelasnya dengan tawa ramah di wajahnya.


sontak pernyataan nya itu membuat riuh suasana dalam kelasnya. terutama para gadis yang suaranya terdengar paling nyaring saat berbicara.


"cie... kakak..."


"kakak..."


"kak agung, ganteng banget siih...." suara teman teman perempuan queen terdengar saling bersautan..


agung mengangkat jari telunjuknya. meminta kelas untuk menjadi tenang.

__ADS_1


"sshh... biarkan teman kalian bertanya lebih dulu ya... queen silahkan lanjutkan" perintah agung.


"kira-kira sampai kapan kak agung bakal ngajarin kita?" tanya queen pasti.


"sampai pak Naenggolan bisa hadir kembali. ada apa memang nya queen? kamu nggak suka saya yang akan ajarin kalian?" agung menyipitkan matanya menatap ke arah queen.


"nggak gitu kak. cuma.. untuk beberapa hari saya akan ijin." jelas queen.


"ada acara apa memang nya?"


"acara ketemu sama camer kak!!!" teriak rindi.


queen memukul bahu rindi dengan buku besar nan tebal. membuat rindi meringis seraya mengusap usap bahunya.


agung seperti terkejut mendengarnya. setelah menatap rindi tadi. ia kembali mengarah pada queen. meminta jawaban yang pasti.


"apa benar begitu queen?"


"enggak kak. ada urusan keluarga sebentar di luar kota." jawab queen kikuk.


"oh.. oke kalau begitu. apa kita sudah bisa mulai kelasnya sekarang?" tanya agung dengan pandangan mengabsen para mahasiswa dan mahasiswi nya


"bisa kak..." teriak beberapa orang.


saat yang lain sibuk membuka buka buku di hadapannya, dan agung yang sibuk menulis di papan putih. rindi mendekat kan wajahnya ke arah queen, dengan sedikit berbisik.


"gila queen... hebat juga mamas aska lo. feeling nya mantep. dia kayak tau gitu bakal ada assdos ganteng di kelas kita. makanya dia ngajak lu buru buru keluar kota."


queen mengedikkan bahunya. " au dah rin.. males gue mikirnya."


"haha.. apes banget sih lu. nggak bisa nikmatin pemandangan yang bikin mata seger."


"heuh.. gua aduin ama bang is lu, baru tau rasa."


"kayaknya lu emang jodoh deh sama aska. hahaha..."


rindi terdengar sangat bahagia, menertawakan nasib sahabatnya itu.


"ehem.." suara deheman agung, membuat rindi terjingkat. ia kembali membetulkan posisi duduknya.


**maph ya, kalo lama banget up nya. sampe sini masih boleh minta komentar nya nggak. aku suka banget kalo ngeliat cerita orang banyak yang komentarin.


💖💖💖💖

__ADS_1


😘😘**


__ADS_2