
waktu pertama kali,
kulihat dirimu hadir
rasa hati ini inginkan dirimu..
hati tenang mendengar
suara indah menyapa
geloranya hati ini tak ku sangka..
Rasa ini tak tertahan
hati ini selalu untukmu
terimalah lagu ini dari orang biasa
tapi cintaku padamu luar biasa
aku tak punya bunga,
aku tak punya harta,
yang ku punya hanyalah hati yang setia
tulus padamu..
Hari hari berganti,
kini cinta pun hadir
melihatmu, memandang mu bagai bidadari.
lentik indah matamu
senyum manis bibirmu
hitam panjang rambutmu anggun terikat.
rasa ini tak tertahan
hati ini slalu untukmu..
Terimalah lagu ini dari orang biasa
tapi cintaku padamu luar biasa..
aku tak punya bunga,
aku tak punya harta
yang ku punya hanyalah hati yang setia tulus padamu..
Acara pesta yang berlangsung singkat namun meriah, sudah berakhir sejak tadi sore. Beberapa kerabat Aska, salah satunya adalah keluarga abang Is yang tak lain adalah mantan calon besan karena perjodohan, langsung pulang kembali ke Semarang.
Begitu juga dengan mama Queen, wanita karir yang super sibuk, memang menghadiri acara Queen dari awal sampai selesai, setelahnya, beliau juga langsung take off ke luar negeri.
Itulah alasan utama Aska dan Queen melangsungkan pernikahan dengan cepat seolah terburu-buru.
Pasalnya, banyak yang tak mengetahui kalau Aska sudah memiliki kekasih pujaan hati. Beberapa kerabat Queen juga terkejut, saat mengetahui pengantin pria nya bukan Arya, melainkan Aska. Untungnya Aska pernah hadir di tengah-tengah keluarga Queen, saat gadis itu tengah berduka.
Namun, berbeda dengan Ibu Aska dan juga adiknya Aini, mereka menginap dalam sebuah kamar di hotel tempat acara berlangsung, Queen dan Aska juga memutuskan menyewa kamar di sebelah kamar Ibu Aska.
Kenapa mereka menyewa kamar sendiri? Alasannya karena Aska yang sudah berjanji, untuk selalu menemani tidur Queen, meski keadaan rumah sedang ramai. Tapi percayalah, itu hanya alasan Aska saja saat ini.
Mungkin sebenarnya ia juga sudah menantikan momen, dimana hanya ada antara dirinya dan Queen. Menghabiskan waktu malam berdua, tanpa gangguan juga interupsi.
Semua lelaki pada umumnya akan berfikiran sama pada saat hari pernikahan. Yang ditunggu dan paling utama adalah malam pertama.
Meskipun sebenarnya bukan malam pertama bagi aska dan Queen untuk tidur berdua. Hampir setiap malam, bahkan sebelum mereka menjalin hubungan resmi Aska selalu menemani malam Queen, saat Aska sedang tidak ada waktu tugas.
Tapi malam-malam yang sudah Aska lalui berbeda dengan malam yang sekarang. Status hubungan yang mereka miliki, memaksa Aska dan Queen selalu mendapat sorotan serta candaan dari teman-temannya.
Terutama teman lelaki bar-bar terdekat Aska. Dalam sesi resepsi tadi. Fiki dengan wajah sumringah nya naik keatas pelaminan, memberikan ucapan selamat untuk pasangan pengantin baru.
"Wedeh.. selamat ya mas bro, akhirnya, udah halal man... mantep emang kesabaran lo. Tapi malam ini jangan lu tahan-tahan lagi yak.. sayang kalo ampe di lewatin.." Tutur Fiki setelah memberikan salaman dengan gaya lelaki pada umumnya.
Aska menanggapinya dengan tertawa. Ia tau.. kalau saja ia menanggapi guyonan ambigu Fiki, maka, akan ada kalimat yang menjurus yang membuat dirinya canggung di hadapan Queen nanti.
"Queen, selamat ya.. ck, cantik banget emang lu. Mantap.. kalo punya kembaran kasih tau aku ya.. aku siap kalo di suruh kelonin malam ini juga." Seru Fiki, salaman sambil menempelkan pipinya kiri dan kanan pada Queen.
Queen tersenyum canggung. berbeda dengan Aska. Seketika itu juga hatinya seperti mendidih, ingin mendorong lelaki yang selama ini sudah menceramahi nya itu.
Setelahnya, beberapa anggota dari satuan tim Aska, saling bergantian naik ke pelaminan memberikan ucapan selamat. Sampailah pada Rendi.
Ingatkah pada Rendi, teman Aska yang juga turut andil dalam perjalanan hubungan Aska dan Queen. Rendi mungkin adalah orang kedua dalam urutan, jika di tanya siapa teman yang paling berjasa dalam hubungan rumit Aska dan Queen, setelah yang pertama ada Rindi.
__ADS_1
"Weits teman kita, Aska.. akhirnya ya, bisa juga lu dapetin masa depannya sih Queen. Baik-baik ya lu jaga hatinya, jangan sampe dateng ke gua lagi sambil nangis-nangis minta ditolongin. Haha.." Ucapan Rendi yang sangat menohok Aska, malah membuat Queen terheran seraya tersenyum simpul seperti meledek.
"Kapan gua nangis-nangis ke tempat lu?" Aska berusaha membela dirinya, malu pada Queen.
"Yaelah.. jangan kayak kacang lupa kulitnya deh lu. Tapi gua sih nggak masalah kalo ntar malem lu minta di tolongin buat ngegantiin lu di atas ranjang. Siapa tau aja lu nggak kuat nahan pesona istri lo.." Senyum Aska kecut, semakin banyak kata yang Aska lontarkan akan semakin membuat dirinya tersungkur di hadapan Queen karena ucapan Rendi.
Rendi beralih pada Queen, ikut memberinya ucapan sambil menempelkan pipinya kiri dan kanan pada Queen, mengikuti tingkah Fiki tadi.
"Samawa ya my Queen, seneng deh aku liat kamu sama Aska disini. Oiya, nanti bilang sama mas Aska buat pelan-pelan.." Rendi membisikan halus kata 'pelan-pelannya'. "Maklum, baru pertama dia." Kalimat akhirnya sukses membuat dada Queen berdegup. Bagaimana bisa lelaki ini mengatakan hal demikian dengan tawa puas di bibirnya.
Sungguh, dua orang yang lucu untuk Queen, tapi tidak untuk Aska.
Berganti dengan Rindi di iringi oleh abang Is di belakangnya.
"Selamat ya mas Aska.. makasih udah mau terima sikap konyol dan manja nya Queen. Mas, tapi aku masih boleh kan ajak Queen keluar hang out?"
"Oh pastinya Rin.. kamu yang paling pertama saya cari, kalo saya lagi nggak bisa buat nemenin Ira saya." Aska dan Rindi sama-sama tertawa.
Queen bingung, apanya yang lucu dalam obrolan mereka. Dasar.
"Queen.." Teriak Rindi sambil memeluk sahabatnya. "Congratulasion ya Queen.. gila, ga nyangka gue secepat ini mas Aska ngambil lo dari gue.." Ada rasa haru dalam tatapan Queen juga Rindi.
Dua wanita yang bersahabat sejak di bangku SMP, membuat hubungan mereka di pastikan menjadi orang terdekat di antara keduanya. Bahkan, Rindi juga yang selalu menciptakan waktu antara Queen dan Aska.
Tapi hidup terus berlanjut, begitu juga akhir dari setiap pertemuan. Masing-masing pasti akan mendapat jalannya sendiri dengan kisah yang berbeda.
"Doain gue ya sist, semoga gue bisa cepet nyusul lo, biar anak-anak kita bisa deketan juga jaraknya.." Rindi menyeka pipinya yang sudah basah.
Penuturan Rindi membuat Aska memainkan alisnya naik turun di depan abang Is, kekasih Rindi. "Kode itu mas." Cicit Aska, dan lelaki di hadapan Aska kini, hanya berdecak santai, tentu saja dengan hati berdegup kencang.
Setelahnya satu persatu tamu undangan yang hadir turut memberikan selamat serta doa bagi pasangan yang yang sedang berbahagia.
***
Malam pertama yang menjadi pembicaraan dari tamu tamu muda kawan Queen dan Aska, akan segera mereka lewati.
Queen dan Aska sudah selesai dengan rutinitasnya, membersihkan tubuh mereka sebelum naik ke atas ranjang demi melepas rasa lelah.
Melepas rasa lelah? Yang benar? Bukannya malah ingin membuat tubuh lebih lelah? Haha..
Queen beranjak paling utama, merangkak naik dan masuk kedalam balutan selimut putih tebal. Posisi miringnya membuat ia sangat nyaman sambil memeluk guling.
Aska turut merangkak naik, merangsek masuk ke dalam selimut di balik punggung Queen.
Lelaki itu ikut memeluk tubuh Queen dari belakang, sambil mengecup lembut rambut belakang Queen.
"Kamu udah mau tidur Ra?" Aska membelai rambut Queen,
"iya, aku udah ngantuk."
"Enggak mau liat drama Korea dulu bareng saya?" Pertanyaan Aska sukses membuat Queen membalikan tubuhnya.
Tatapan mereka beradu, dengan jarak yang begitu dekat. Mulai ada yang berbeda dengan apa yang Aska rasakan.
"Emang mas Aska nggak capek?" Queen memandang lekat manik mata lelakinya.
"Enggak, saya masih belom pengen tidur."
"Kenapa?" Queen heran.
'Apanya yang kenapa sih? Ya soalnya ini malem pertama kita.' Ingin sekali Aska mengatakannya, tetapi urung.
Aska memilih mengecup kening Queen lembut dan dalam. "Masih pengen ngobrol sama kamu." Senyumnya tak lupa ia tunjukan
Queen turut tersenyum, kemudian menenggelamkan wajahnya di bawah wajah Aska.
"Seneng deh aku." Tutur Queen. Tangan Aska terus membelai rambut belakang Queen
"Kenapa?" Tanya Aska.
"Ya.. soalnya mas Aska udah bisa senyum sekarang."
Aska menghentikan gerakannya, sedikit berfikir tentang kalimat Queen. Beberapa saat ia mengerti, senyumnya seketika muncul di wajahnya.
"Itu karena kita udah halal Ra sekarang."
Queen mengangkat wajahnya, mencari lagi manik mata yang memabukkan hati Queen selama ini. Keduanya saling tersenyum.
Aska memutus pandangan mereka lebih dulu, dengan mengecup kening Queen, kemudian berganti dengan bibir ranum wanitanya.
"Berati aku udah boleh dong minta mas Aska kasih lebih dari sekedar kecupan?" Konyol sekali Queen rasanya. "Kemarin-kemarin aku tuh selalu di tolak setiap minta cium sebelum tidur." Queen kembali menyembunyikan wajahnya. "Bikin aku suka kesel."
Aska menyentuh dagu Queen, mengangkatnya ke atas, sejajar dengan wajah Aska.
"Mulai sekarang, apapun yang kamu minta pasti saya kasih."
Selanjutnya Aska tak lagi memberi waktu bagi Queen menjawab kata-katanya lagi.
__ADS_1
Ia memberikan apa yang selama ini Queen inginkan. Tak jauh berbeda dengan perasaan Aska. Lelaki normal yang sudah berjuang keras melawan hasrat dalam dirinya sendiri, saat melewati malam bersama Queen dulu.
Siapapun pasti akan tergoda, jika tubuh mereka bersentuhan, dalam satu kamar di malam hari, dimana hanya ada mereka berdua. Dengan pintu yang terkunci.
Tidak sadarkah Queen, perasaan Aska yang lebih tersiksa dengan malam-malam mereka sebelumnya.
Jika Queen hanya mendambakan kecupan dalam di bibirnya, tapi Aska, lebih menginginkan semua yang ada pada tubuh Queen.
Lelaki normal memang seperti itu. Tapi Aska sedang berusaha. Jika satu kecupan dalam ia berikan setiap Queen ingin, bagaimana dirinya bisa menahan gelora mudanya nanti, jika Queen memintanya lebih.
Tapi sekarang, Aska sudah tidak takut lagi dengan semua permintaan konyol Queen. Lebih tepatnya, sudah tidak ada permintaan yang termasuk konyol bagi pasangan yang sudah menikah.
Queen bebas meminta, dan Aska akan memberinya lebih.
Seperti saat ini. Queen hanya meminta ciuman sebelum tidur, tapi Aska sudah ******* bibir Queen sejak beberapa menit tadi.
Lumatan dalam dengan perasaan dan penuh kasih, perlahan mulai bergerak dalam tempo cepat. menyisakan suara-suara cecapan di antara mereka.
Aska memulai dengan lembut, membujuk wanitanya dengan sentuhan yang hangat. Aska tidak ingin memaksa, juga sudah tidak ingin berhenti.
Perlahan lahan Aska membiarkan gairahnya membakar mereka berdua. Rasa hangat di hati mereka seolah membuatnya tak ingin berhenti melakukan kegiatan mereka saat ini.
Lidah Aska mulai bermain, saling membelit di dalam. Lumatan itu semakin intens dan dalam.
Aska sudah tak tahan lagi, gairahnya tak cukup dengan ciuman yang menggebu.
Perlahan tangan Aska bergerak turun, membuka tiap kancing piyama milik Queen.
Queen yang masih terpejam, merasakan sentuhan lembut tangan Aska di area dadanya.
Bagian yang selama ini ia tutupi. Bagian dari tubuhnya yang pernah Aska jamah satu kali, dan hampir membuat lelakinya limbung di telan gairah.
Apapun yang terjadi dan mereka lakukan saat ini adalah sah di mata agama juga negara. Terutama dalam pandangan masyarakat umum.
Tak ada lagi nada jijik mengejek kelakuan keduanya. Tak akan ada lagi suara sarkas nan sinis yang membuatnya merasa rendah dan terhina.
Queen menyerahkan tubuhnya pada lelaki yang berada di atas tubuhnya saat ini. Semua yang ada pada tubuh Queen adalah milik Aska sepenuhnya.
Tak ada penolakan dari diri Queen, saat Aska dengan lembutnya, menyentuh titik-titik sensitif milik Queen yang selam ini ia tutupi.
Aska mengerang, ketika kejantanannya mulai bersentuhan dengan kulit hangat dari inti tubuh Queen. Perlahan memaksa masuk menembus selaput yang menutupi.
Queen sedikit terisak, rasa ngilu itu begitu sakit bagi Queen. Ia berusaha untuk tidak menjerit. Mengalungkan kedua tangannya pada leher lelakinya.
Tak jauh berbeda dengan Aska. Milik wanitanya begitu rapat, Aska sampai harus memberi jeda saat melihat Queen memejamkan matanya rapat.
Tapi mereka tidak ingin berhenti disini, sudah kepalang basah untuk menyudahi kegiatannya.
Dengan perlahan dan berhati-hati Aska akhirnya berhasil memasukan kejantanannya pada inti tubuh Queen.
Rasa nikmat ini begitu membuat Aska terlena. Ia mengecup kening dan pipi Queen bergantian.
Sebelum akhirnya memompa tubuh Queen naik turun di bawahnya.
Perlahan rasa sakit yang Queen rasakan berganti dengan nikmat pada area pusatnya. Hilang sudah ganjalan dalam hati Queen, mengingat ia sudah menyerahkan mahkota berharga miliknya pada lelaki yang tepat.
Queen menikmatinya, setiap gerakan yang Aska buat, begitu lembut dan mendamba. Membuat desahan Queen keluar, menimbulkan sensualitas di telinga Aska.
Ia memang tidak ahli, tapi ia bisa membacanya dari raut wajah Queen. Semakin menggoda ekspresi wajah Queen, semakin membuat Aska menaikan tempo gerakannya menjadi lebih cepat.
Aska terpejam, mengangkat kepalanya menengadah ke belakang. Rasa itu kian membuncah dalam dirinya. Wanitanya ini benar-benar membuat Aska terlena.
Tak perlu waktu lama bagi keduanya untuk sampai pada titik kenikmatan masing-masing.
Queen yang sudah mencapai orgasmenya lebih dulu, di susul Aska kemudian.
Suara desahan itu terdengar indah dari mulut mereka masing-masing. Deru nafas mereka saling berlomba, setelah kepuasan itu mereka dapatkan
"Kamu cantik Ra." Bisik Aska lembut setelah kesadarannya kembali.
Queen tersenyum manis. Lebih manis dari biasanya dari yang pernah Aska lihat.
Membelai lembut rambut Queen, mengecup keningnya sesaat. Aska melepaskan penyatuan mereka. Bergerak ke samping, menjatuhkan dirinya disebelah Queen.
Ia beranjak bangkit, mencari tisu basah milik Queen, sisa Queen membersihkan bekas make up-nya.
Lelaki itu tidak ingin lepas tanggung jawab begitu saja. Dengan lembut dan perlahan Aska membersihkan sisa-sisa pelepasan mereka.
Begitu juga darah segar yang keluar dari inti tubuh Queen tadi.
Rasa sayang itu semakin kuat Aska rasakan. Ia tidak membiarkan wanitanya bergerak. Aska sendiri yang sedari tadi sibuk membersihkan dan membuang bekas tisu nya.
Setelahnya, ia kembali merebahkan tubuhnya dekat Queen. Aska pastikan tubuh Queen susah terbalut dalam selimut tebal sampai sebatas di bawah dagu Queen.
Wanitanya benar-benar terlihat cantik kali ini. Rasa sayang terus membuat Aska mengecup kening Queen. Meski wanitanya sudah terpejam dan mungkin sudah berada di bawah alam sadar.
Aska memeluk tubuh Queen dari dalam selimut, tidak ingin melepaskan wanitanya meski sebentar. Biarkan Aska menjadi budak dari Queen saat wanita itu tersadar. Aska sudah cukup dengan menunjukan kejantanannya di atas kasur.
__ADS_1
🙃🙃😉