
queen berjalan cepat cepat sampai ke depan pintu kamarnya. ia tidak ingin terlihat apalagi bertemu dengan agung si assdos sekaligus tetangga barunya itu.
sesampainya ia di dalam kamar, queen menutup pintu dan membanting tubuhnya di atas kasur. jantung nya berdebar kencang.
di raihnya tas yang ada di sebelah badannya. memasukan tangannya mencari ponsel pribadinya.
satu notif tadi terdengar. segera ia melihat siapa yang mengirimnya pesan singkat tersebut.
"ra... kamu siap-siap sekarang ya.. nanti jam tiga saya pulang langsung berangkat." isi pesan penuh dengan titah tersebut, membuat jantung queen bisa bernafas lega.
queen tidak ingin membalasnya, dengan cepat ia ambil koper dari dalam lemari yang terbuat dari kayu.
mulai mencari cari baju yang akan di bawanya.
sampai fokusnya buyar ketika ponselnya berdering karena panggilan masuk.
queen cepat cepat mengangkatnya, panggilan dari sang kekasih.
"halo mas..." queen membuka obrolan.
"iya ra.. saya cuma mau ingetin, bawa bajunya yang santai aja ya ra.. soalnya kita mau pulang kampung ke desa. bukan jalan jalan di luar negri."
"iya mas.. yailah, aku juga tau kok mas.."
"oke.. jangan banyak-banyak juga ya.. bawa seperlunya aja. kita cuma sebentar soalnya." titah aska lagi.
"iya mas iya..." queen mengapit ponselnya dengan pundak. tangannya masih sibuk mencari kaos sederhana di tumpukan baju baju nya yang bergaya.
"yaudah setengah jam lagi ya ra.. saya mau absen dulu"
"iya mas.." queen hendak menutup panggilannya, saat ia mendengar aska memanggilnya lagi.
gadis itu kembali menempelkan ponselnya ke arah telinga
"apalagi mas?" tanya queen.
"saya cuma mau bilang, makasih ya ra.. kamu udah mau ikutin mau nya saya.. nggak salah saya perjuangin kamu."
hati queen terenyuh mendengarnya. lelaki nya ini sangat begitu menghargai sikap mengalah queen.
"iya mas.. aku juga terima kasih kamu udah mau ajak aku"
air mata queen sudah berada di pelupuk, segala gerakannya terhenti. tubuhnya terduduk di atas kasur. begitu manis ucapan aska saat ini. padahal itu hanya kalimat sederhana.
"love you sayang.." suara aska lembut,
"love you too mas.." jawab queen tak kalah lembut.
aska yang lebih dulu menyudahi panggilan nya. queen masih duduk diam. memandangi layar ponsel dengan senyum. masih menikmati kelembutan yang aska berikan tadi.
bagaimana mungkin hatinya akan berpaling nanti, jika lelaki yang queen miliki saat ini sudah benar benar merebut hatinya.
__ADS_1
***
queen sudah selesai mengemas segala keperluan yang akan queen bawa nanti. tak lama queen mendengar suara motor aska datang, dan berhenti. queen berlari ke arah pintu, berusaha menyambut kedatangan aska.
aska membuka helmnya, masih bertengger di atas motor. senyum yang pertama kali ia berikan saat melihat gadisnya tengah berada di ambang pintu.
"aku udah selesai mas.." lapor queen.
aska turun memarkirkan motornya dan berjalan menghampiri queen.
"saya mau mandi dulu ya, abis itu kita berangkat." satu tangannya memegang helm dan satu nya bergerak mengusap lembut rambut queen.
melihat aska yang sudah beranjak masuk ke dalam kamarnya, queen juga berbalik berjalan masuk ke kamarnya sendiri. dengan senyum dan hatinya yang menghangat queen mendudukkan tubuhnya di sofa.
"permisi.." seseorang mengucapkan salam sambil mengetuk daun pintu kamar queen. gadis itu menoleh, melihat seseorang tengah berdiri di depan pintu sambil membawa bingkisan di tangannya.
queen mengerjap. kehangatan hatinya yang tadi ia rasakan seolah sirna. jantungnya kembali berdegup kencang, melihat agung berdiri di hadapannya dengan senyum yang begitu menawan.
"iya kak?" jawab queen. gadis itu berdiri menghampiri tapi dengan jarak yang ia jaga.
"ini buat kamu. sebagai tanda salam perkenalan." agung memberikan bingkisan yang berisi rainbow cake.
"waduh.. nggak usah repot-repot kak. santai aja"
"nggak repot kok. saya malah seneng. biar kayak di drama Korea gitu. hahaha...." tawanya lepas dengan suara bass nya yang merdu.
queen semakin tertegun dengan kelebihan yang agung miliki.
"oh.. suka drama korea juga ya kak?"
"iya.. saya kan jurusan bahasa , jadi harus paham bahasa bahasa luar.. "
"oh gitu. oke. makasih ya kak bingkisannya."
"iya. semoga kamu suka ya.. jangan di buang kalo nggak suka ya"
"iya kak.. makasih sekali lagi."
"ira...." suara aska memanggil dirinya. queen mnoleh dan lelaki itu sudah berada di ambang pintu melihat queen dan agung bercengkrama.
"eh.. mas.. udah selesai mandinya?"
sedikitpun tidak ada rasa gugup di hati queen. karena hatinya memang sudah mantap memilih aska.
"udah" suara aska datar.
"mau berangkat sekarang?"
"iya.. takut ketinggalan bis nya"
"mau kemana queen?" tanya agung yang sedari tadi di acuhkan.
__ADS_1
"mau keluar kota kak. oiya mas.. ini asdos aku.. dia juga jadi tetangga baru kita" queen memperkenalkan, di sambut dengan jabatan tangan antara aska dan agung.
"saya agung" agung memperkenalkan nama nya terlebih dahulu.
"saya aska" bibirnya tertarik sedikit.
aska melirik jam tangannya sekilas.
"maaf ya mas. kita harus berangkat sekarang!" pamit aska. matanya melirik queen, seolah memberi pertanda.
"oke. aku ambil koper ku dulu ya."
"heem.." jawab aska singkat. ia sibuk meluncurkan jarinya di atas ponsel, setelah mengunci pintu rumahnya.
agung diam. tak bergeming, melihat tingkah dua orang di hadapannya. ia masih tidak tahu hubungan antara queen dan aska.
queen keluar dari kamarnya dengan menyeret koper berukuran sedang. mengunci pintu kamarnya.
"sini saya bawain." agung mengambil alih koper milik queen. membuat queen dan aska terdiam dan saling menatap sebentar.
kemudian aska melakukan gerakannya lagi, mengotak atik layar ponselnya.
"ayo ra... mobil nya udah dateng!" ajak aska.
"iya mas..."
agung mengekori mereka. berjalan dengan menenteng koper queen yang sebenarnya lumayan berat.
sedangkan aska berjalan di paling depan. berjalan terus tanpa mau menoleh kebelakang nya , yang kini ada queen. diantara dirinya dan agung. rainbow cake yang masih terbungkus rapih tadi sengaja queen bawa. untuk camilan di bis. aska bilang perjalanannya cukup panjang dan itu sudah terbayang oleh queen.
sesekali queen menoleh ke arah agung yang masih setia menenteng koper miliknya. sedikit ada rasa simpati melihat itu.
aska yang lebih dulu menghampiri taxi online pesanannya. berbicara sebentar kepada sang driver lalu membuka pintu penumpang bagian belakang. ia mempersilahkan queen masuk lebih dulu, agung meletakkan kopernya di bagian bagasi. menghampiri queen yang sudah duduk manis di dalam.
"makasih ya kak udah bantuin... jadi ngerepotin kan." ucap queen sopan.
"nggak papa.. nggak repot kok queen. "queen membalas dengan senyum manis sampai aska membuka suara.
"thanks ya bro.. kita jalan dulu" berjabat tangan layaknya sesama lelaki.
"iya sama sama. queen .. hati hati ya..." agung melambaikan tangannya kepada queen. dan aska memutar bila matanya malas. perlahan ia menutup pintu penumpang tempat queen masuk tadi.
setelahnya aska duduk di bagian depan. kursi penumpang sebelah sang driver. mobil berjalan meninggalkan agung yang masih berdiri melambaikan tangan sebentar. menatap kepergian mobil itu hingga tidak terlihat.
sepanjang perjalanan queen sangat menyadari dengan perubahan sikap aska. lelaki nya itu mendadak menjadi pendiam. sangat pendiam. tidak seperti tadi, yang selalu mengucapkan kata-kata hangat. dan queen menyukai itu.
***pengen lebih lagi tapi aku nya udah ngantuk banget.*
minta like dan komen nya ya. kalo koin or poin mah.. itu seikhlasnya .
💖💖💖💖
__ADS_1
😘😘
😒**