
perkataan aska yang tadi, bahwa dia akan menghabiskan liburan nya di kampung, terus terngiang di kepala queen.
setiap mengingat nya queen seolah tak ingin pulang ke kamar nya.
queen masih asik berbaring di sofa milik aska dengan paha si empu nya rumah yang sebagai bantalan. aska melirik jam dinding nya, pukul sembilan lewat sepuluh menit.
aska bergeser dari tempat duduknya, meletakkan kepala queen pelan ke bantal di atas sofa. gadis itu terkejut. ikut bangkit dengan ekspresi bingung.
"mau kemana mas?"
"mau kedepan dulu sebentar.." setelah mengambil handphon nya yang tergeletak di atas meja, aska mengusap lembut rambut queen. kemudian pergi meninggalkan queen yang terheran.
"kenapa mesti di bawa sih hp nya", gumam queen yang kesal.
***
tidak butuh waktu lama aska kembali dengan satu kantong plastik berwarna putih yang ia tenteng.
membawa nya kedalam dapur, kemudian kembali lagi dengan dua piring yang ada di tangannya. masing masing piring di isi dengan nasi bakar yang di lapisi daun pisang, serta tiga tusuk sate. sate udang, cumi dan telur puyuh.
aska meletakkan nya di atas meja, kemudian kembali ke dapur untuk mengambil minuman dari dalam kulkas.
"ayo makan dulu." ajak aska, sambil membukakan bungkusan daun pisang itu.
queen memang paling suka makan. diri nya baru ingat kalau terakhir makan tadi saat jam makan siang.
"oh iya... ko aku nggak berasa lapar ya mas" queen segera bangkit dari posisi nya. dengan sigap ia menyendokkan nasi ke dalam mulut nya. aska yang melihat queen, mengulas senyum.
setelah acara makan selesai, cowok itu membawa piring kotor bekas makan tadi.
queen hanya duduk sambil menyenderkan punggung di sofa.
aska kembali duduk, di rengkuh nya kepala queen untuk bersandar di bahu aska. rasanya berat sekali untuk queen menyudahi moment ini.
__ADS_1
"kamu ngantuk?"tanya aska yang melihat mata queen akan terpejam.
"he'eemm .. tapi aku masih mau disini."
"balik sana. besok juga ketemu lagi."
mendengar itu queen menoleh, menatap manik mata aska penuh sendu.
"emang mas besok berangkat jam berapa?"
"jam 6 pagi."
"yah... aku belum bangun dong mas..." suara queen manja.
"lah.. emang mau ngapain?"tanya aska.
"ya berarti ga ketemu kamu lah..."
cowok itu mengusap lembut kepala queen, dengan gemas.
"bangunin aku ya kalau udah mau berangkat."
"hehe... iya sayang" aska memeluk nya sambil menggoyang tubuh queen pelan.
"mas... ada acara apaan sih pulang kampung segala?"
"ada deh..." sambil menjawil hidung mancung queen.
"pulang ira... ini udah jam sebelas." tutur aska. sebenarnya queen sudah mengantuk. tapi dia tahan karna tak ingin melepas pelukan cowok tampan ini.
"mmmm... bagi sedikit kenang kenangan dong mas." rengek queen manja.
"kenangan apaan?"
__ADS_1
queen berbalik, menatap lekat manik mata aska. "kiss".. rengek nya manja. suara queen yang seperti itu paling di sukai oleh polisi muda paling tampan di antara anggota tempat dinas nya itu.
tegas aska menolak. "engga. engga ada yang kaya gitu ira. kamu masih pacar arya" . queen merengut, kesal. "terus.. kenapa mas peluk peluk aku,?" tanya queen.
aska diam tak bisa menjawab. sungguh, hati nya tertohok oleh ucapan gadis manja itu.
"kalo gitu kenapa kita enggak pacaran aja mas?" tanya queen lagi memojokkan.
"engga bisa queen. posisi saya nggak nggak bisa jalin hubungan sama kamu."
"terus selama ini kita deket buat apa?"
"ya karena kita sama sama suka kan?"
"ya kenapa kita nggak bisa jalin hubungan?" aska mendesah. membuang nafas nya berat.
"yaudah nanti kalo saya udah balik dari kampung kita bahas lagi oke?"
"engga usah. aku udah ngeri niat mas, mas cuma butuh temen doang kan. cowok emang gitu nggak tahan sendirian." queen beranjak dengan emosi. hendak keluar pintu.
namun tangan aska menahan nya.
"mau kemana?"
"pulang. awas ... " queen menepis tangan aska. tapi aska tidak membiarkannya.
"ck.. jangan pulang kalo lagi marah"
aska menegang,menahan kesal. dirinya tidak mengerti kenapa queen semarah ini.
"tadi nyuruh pulang. awas.. lepasin nggak. "
"nggak. jangan berisik. ini udah malem. ga enak di dengar tetangga". aska kemudian menutup pintu dan menguncinya.
__ADS_1
"udah kamu tidur disini aja. saya tidur di sofa" aska melepaskan tangannya. mengambil bantal lalu berbaring di sofa.
queen masih terdiam di tempat tidak bergeming. tidak tahu harus bagaimana.