
memang tidak ada hal yang paling berharga, selain kejujuran. seperti hati aska saat ini, yang sudah mulai tenang. karena kesalahpahaman nya pada gadis yang saat ini ia puja, sudah berakhir. meski masih ada keraguan yang terlihat di manik mata queen. setidaknya kini queen sudah mau mendengar aska kembali.
aska sudah selesai berganti pakaiannya , yang tadi basah kuyup karena kehujanan. perjuangan nya tidak sia sia, untuk memberi penjelasan pada queen. seperti pada janjinya, aska akan membantu queen untuk membersihkan kamarnya yang tadi basah karena dirinya.
segera aska kembali ke kamar queen. dilihatnya sudah tidak ada lagi sisa air yang tadi ia tinggalkan.
aska cemberut kesal. harga dirinya terasa di rendahkan karena queen yang menolak keinginan menolongnya.
"ira..." panggilnya lembut. saat mendapati gadis cantik itu tidak ada di hadapannya.
"iya..." queen menjawab dari arah dapur.
"lagi ngapain?" aska seraya mendudukkan tubuh nya di atas sofa. bagi aska, ini pertama kalinya aska bertandang ke kamar queen.
"bentar mas, lagi beresin yang tadi buat ngepel." jawab queen setengah berteriak.
aska bangkit, ingin menghampiri queen yang berada di dapur namun langkah nya terhenti ketika melihat dua botol obat yang berada di atas meja dekat tempat tidur queen.
matanya terpaku, membayangkan apa yang terjadi selama dirinya tidak ada di samping gadis itu.
queen datang dari arah dapur. berdiri di hadapan aska yang masih terpaku oleh apa yang di lihat nya.
queen bingung menatap aska yang diam. dirinya berusaha mencari apa penyebab yang membuat aska terdiam.
dilihatnya ke arah dua botol yang menjadi pusat perhatian aska. queen memegang tangan aska, membuat cowok itu terkejut tidak menyadari kehadiran queen.
"liatin apaan sih mas?" tanya queen.
"emm... kamu kemaren sakit?" aska bertanya balik.
queen diam, mencari alasan untuk jawaban yang aman. kini manik mata queen di tatap lekat oleh aska yang masih saling menggenggam tangan.
"ra..??" gadis itu menjawab nya dengan senyuman. "cuma demam doang kok mas" queen memilih jujur atas apa yang terjadi. tidak ingin nanti nya ada kesalahpahaman kembali dalam hubungan tanpa status nya itu.
aska terdiam. ada raut kesedihan di wajah tampannya. "saya minta maaf ra.. nggak bisa jagain kamu waktu kamu sakit" suara nya sendu, manik matanya menatap ke bawah. seperti tidak sanggup untuk membalas tatapan queen.
"kamu ngomong apa sih mas? aku udah baik baik aja kok." queen mencoba menenangkan. gadis cantik itu memegang dagu aska, menghadapkan pada wajah nya, seperti mencari manik hitam milik aska.
aska menghindarinya, dia memilih berbalik, berjalan dan duduk di sofa depan tv. queen mengikuti nya. duduk di sebelah aska yang sedang berpangku tangan dengan jemari yang saling terkait.
__ADS_1
pandangan nya masih lurus kebawah, entah apa yang ada di fikirannya saat itu. dirinya masih enggan berkomentar apapun.
"berapa lama kamu sakit?" aska membuka suara, masih dengan wajah yang menunduk.
"sebentar doang kok, cuma sehari atau dua hari lah.. "
"bener cuma demam ra?"
"please deh mas... itu masalah sepele, ngapain sih di gede gedein. nggak penting banget kan. ?" queen merebahkan kepalanya di atas pangkuan aska, setelah sebelumnya menyingkirkan tangan aska.
aska menerima perlakuan queen, membiarkan queen bermanja dengannya. mengusap lembut rambut queen dengan penuh perasaan .
"aku cuma demam mas, itu obat dari arya, dia itu kan mahasiswa fakultas kedokteran. dia nya aja yang lebay" tutur queen. tapi perkataannya justru membuat aska menghentikan gerakan tangannya.
"selama aku sakit, aku nggak sendiri mas, arya slalu nemenin aku kok. jadi aku bisa cepet sembuh" jelasnya lagi. tangannya queen asik memainkan jari tangan aska. dengan celotehan polos queen, dirinya tidak sadar, bahwa ada hati yang terluka atas kegamblangannya itu.
hati aska terasa ngilu, mendengar arya slalu menemani saat queen sakit. entah kenapa ia tidak bisa menerima itu. aska merasa tidak berguna. tidak bisa menjaga gadis kesayangannya, malah membuat nya terluka oleh sikapnya.
rasa bersalah semakin menjadi, saat aska mengingat bahwa dirinya tidak pernah mengirim kabar untuk queen, malah ia sempat menolak panggilan dari queen. pasti saat itu gadis ini sedang membutuhkannya. pikir aska .
andai saja, jika bukan karena permintaan almarhum ayah nya, yang ingin persahabatannya dengan ayah nisya tetap terjaga dengan baik. meski mereka tidak jadi di jodohkan. setidaknya aska ikut turut andil dalam menjaga pelaksanaan acara pernikahan nisya dengan lelaki pilihannya.
kala itu, aska tidak bisa menolak keinginan nisya yang tidak ingin aska beranjak dari kursinya saat bercengkrama dengan kawan lamanya.
tapi, apakah nisya lebih berharga daripada queen? bukankah queen adalah gadis yang sedang meratui hatinya?.
fikirannya kalut. hatinya seperti sedang berperang pada pikirannya sendiri.
bagaimana ini bisa terjadi? apakah queen benar benar berharga untuk di perjuangkan. tapi sialnya queen sudah punya arya.
cowok yang siap siaga untuk menemani queen dalam setiap keadaan. apalagi jika queen yang meminta. tidak akan ada penolakan dalam kata nya.
siapa aska di mata queen. dirinya bahkan menjalin hubungan tanpa status.
lebih tepatnya, status nya hanya tetangga. atau teman dekat.
sangat jauh jika harus di bandingkan dengan arya, kekasih queen yang sudah berjalan empat tahun.
queen mungkin, saat ini memang mau berdekatan dengan aska, tapi siapa tau nantinya.
__ADS_1
mungkin saja sekarang queen sedang dalam titik jenuh. bagaimana jika nanti queen sadar akan oerasaan nya pada arya, sedangkan aska sudah terlanjur memberikan seluruh hatinya untuk queen?
mungkinkah aska mampu menghadapi getirnya rasa sakit hati?,
ini tidak bisa di teruskan, semua harus jelas. aska tidak ingin merusak hubungan queen dengan arya. tapi aska juga tidak rela melepaskan queen begitu saja.
***
aska masih duduk bersandar di sofa kamar queen. dengan memangku kepala seorang gadis yang di sayanginya saat ini.
tanpa aska sadari, pergulatan pikirannya membuat aska membuang nafas berat.
queen mengerti sikap diamnya lelaki di dekatnya itu. queen tidak ingin mengganggu aska dengan pikirannya. queen masih sibuk, memainkan jemari aska , dan satu tangan memegang remote tv di hadapannya.
"ira..." aska sadar dari lamunannya. queen mendongak menatap wajah aska. "apa mas?" suaranya lirih, sengaja seperti manja.
aska menatap intens mata queen, mencari keteduhan yang membuat aska tergila gila.
"kalau nanti kamu sudah bosen sama saya, kamu bilang ya, biar saya bisa siap ngadepin hati saya nantinya". suara parau aska , membuat queen mengerjap heran. tak percaya dengan apa yang di dengar nya.
"apa mas?" tanya queen.
aska diam. masih lekat melihat manik mata queen.
"saya pikir, sekarang kamu lagi bosen sama hubungan kamu. jadi kamu mau menerima perlakuan saya, tapi nanti. kalau kamu udah merasa bosan sama saya, kamu bilang ya. biar saya bisa jaga jarak sama kamu" .jelas aska.
queen mengernyitkan kan dahi nya . dengan malas ia menjawab. " iya. ", matanya memilih menatap layar tv di depannya lagi.
queen tidak ingin memperpanjang obrolan yang tidak menyenangkan itu. jadi mengiyakan membuat segalanya menjadi lebih cepat.
aska masihih tidak mengerti perasaan yang sedang queen rasakan.
sama seperti nya, bingung harus bagaimana dengan kedua cowok di hatinya.
bedanya queen dengan aska. queen lebih memilih membiarkan segalanya berjalan natural.
bagaimana hasilnya nanti, biar jadi urusan waktu. queen tidak ingin terlalu ambil pusing.
berbeda dengan aska, yang tidak bisa menerima kepergian queen nantinya. dirinya sangat takut jika queen hanya sedang bersenang senang dengannya.
__ADS_1
aska merasa seperti mobil uang parkir di halaman sempit. hanya bisa maju mundur dengan keadaan yang ada.
*hai... kadang pengen tau dah. ada nggak sih yang fav. novel ini. 😉