
melihat queen yang masih berdiri mematung, aska bangun mendekati queen. menarik tangannya pelan. kemudian membawanya ke dalam kamar aska.
" tidur disini. tenang aja. saya nggak bakal ngapa ngapain." titah nya dan berbalik meninggalkan queen.
kini giliran queen yang menarik tangan aska membuat langkah cowok itu tertahan.
"ada apa?" tanya aska, menghadap queen. "aku nggak mau tidur sendirian." rengek nya.
"ck.. bukannya biasa nya juga tidur sendirian??" aska melepaskan pegangan queen. sesaat mata mereka beradu. terlihat manik mata queen seperti bersedih.
queen memainkan handphone nya, "aku minta arya aja deh yang nemenin." mendengar itu, aska langsung mengambil gadget yang di pegang queen . aska tau, apapun permintaan queen pada pacar nya itu pasti akan terkabulkan.
"ngapain si?" tanya aska tidak suka.
"aku mau di temenin tidur nya." queen masih merengek.
aska membawa nya ke atas kasur. menemani queen berbaring di sebelah nya. queen berbaring menghadap aska yang tidur terlentang. menatap nya lekat.
"mas..."
"apa?" jawab aska yang sudah memejamkan mata nya.
"lampu nya bikin silau" queen yang memeluk guling masih menghadap aska.
aska bangun dan beranjak mematikan lampu, kemudian kembali berbaring dengan posisi yang sama.
"mas..." rengek queen lagi. tangan aska yang mula nya berada di atas perut, kini di tarik pelan, menggantikan guling yang tadi queen peluk.
sontak, aska menarik tangannya , yang tadi bersentuhan dengan benda kenyal di tubuh queen.
__ADS_1
"peluk aja ngga boleh sih mas.. pelit"entah kenapa aska merasa malam ini queen terasa sangat manja. dari tadi queen terus merengek, meminta ini itu.
aska menyentuh pundak queen yang memunggungi nya karena penolakan aska.
"gimana sih mau nya, iraa???" tanya aska, mereka kini berhadapan. dengan manik mata yang saling menatap.
"peluk doang mas... ini engga boleh, itu nggak boleh.. boleh nya apa sih?" suara queen lembut manja.
"kamu tuh pacaran nya pasti udah kelewat bebas. sampe hal kaya gini aja udah terbiasa buat kamu. iya kan?"
"iya.. emang. bahkan lebih. jangankan cuma peluk. cium ciuman. lamot lamotan aja aku udah. kenapa?" queen yang suara nya mulai meninggi.
"heuuh..." aska membuang nafas nya berat. lebih memilih mengalah, aska menarik queen ke dalam pelukannya. kini kepala queen berada di dada bidang pak polisi muda itu.
"untung aja saya lebih tua dari kamu.. kalo enggak, nasib kamu malam ini saya nggak bisa mastiin."
"kenapa emang?"
aska mengusap lembut rambut queen. mata mereka sudah terpejam. namun masih ada kesadaran.
"besok besok.. jangan terlalu bebas ya sama pacar nya. sisain untuk saya juga" tutur aska yang membuat queen bergerak ingin mendapatkan tatapan aska.
"apa? udah diem. tidur. besok saya bisa kesiangan nanti" ucapnya sambil menahan gerakan queen.
queen menutup hari dengan senyuman mengulas di wajah nya.
keduanya merasakan kedamaian dalam hati masing masing..
siapa yang tidak senang, bila cinta nya terbalaskan oleh orang yang kita suka. siapapun pasti tidak ingin mengakhiri setiap momen kebersamaan mereka dengan pasangannya.
__ADS_1
***
queen terbangun saat menyadari guling hidupnya sudah tidak ada di samping nya lagi. sekilas, setengah sadar dirinya tadi mendengar dua orang berbincang.
'di sofa aja bang.. ada bidadari gua lagi tidur' suara aska terdengar samar. queen kira itu hanya mimpi.
saat ia bangun dan berjalan ke arah sofa, ia melihat dua orang lelaki sedang duduk. dan satu nya masih sibuk mengemas barang ke dalam ransel.
"wues... bidadari udah bangun." sapaan satu lelaki yang tidak di kenal queen namun pernah ia lihat.
aska menoleh kepada queen. tersenyum dan kembali melanjutkan aktifitasnya lagi.
"mandi ra... saya bentar lagi mau berangkat" ucap aska yang masih dengan kesibukan nya.
"belom nikah, udah malam pertama aja nih pasukan muda" celetuk abang iskarno yang mendapat senggolan di lengan nya.
"pagi amat sih mas..." jawab queen.
"iyalah.. acara nikah nya kan pagi. ntar kalo bintang utama nya terlambat bisa kacau..." iskarno masih setia menjawab.
"apa?? nikah?? siapa bintang utamanya?" tanya queen tidak mengerti.
"aska lah bintang utamanya."
jawaban itu terasa meruntuhkan segala kedamaian di dalam hati queen. tapi queen hanya bisa terdiam. berspekulasi dengan fikirannya sendiri.
sampai waktunya aska berangkat, queen tidak jadi mandi, hanya diam dan terbaring lemas di kamar nya.
sebelum aska berangkat, aska sempat bertanya. queen masih mau di tempat aska atau di kamar nya sendiri.
__ADS_1
queen lebih memilih di tinggal lemas di kamar nya sendiri, dan menolak kunci kamar aska yang ia berikan kepada queen.
tanpa rasa curiga sedikitpun tentang sikap queen, aska pamit pergi dengan pelukan sesaat yang aska berikan.