Polisi Muda Tetanggaku

Polisi Muda Tetanggaku
lima


__ADS_3

Hari senin. Yess.. itu adalah hari yang sangat melelahkan bagi Gita, mungkin bukan hanya bagi Gita, tapi bagi seluruh pelajar. Tau kan kenapa?


Yup.. itu karena upacara pagi. Bagi kebanyakan siswa lelaki di sekolah Gita, upacara adalah momok tersendiri. Pasalnya mereka harus bangun lebih pagi, agar tidak terlambat di upacara tersebut.


Tapi bagi Gita, itu adalah hal terindah. Kenapa? Karena ia bisa melihat lelaki yang ia suka mengibarkan bendera merah putih di hadapan seluruh penghuni sekolah tersebut.


Nasib baiknya lagi, barisannya juga sangat jauh dari barisan junior tingkat bawah itu. Juga, kalau setiap hari-hari biasanya Farhan selalu menghampiri kelas Gita, meski hanya sekedar mengabsen wajahnya, terkadang bertanya soal sarapan atau terkadang memberikan bekal titipan dari mamanya.


Tapi di hari senin, Gita tak perlu repot repot melihat wajah Farhan dengan begitu sering.


Dengan khidmat Gita memfokuskan arah pandangnya pada Deni. Lelaki yang dari awal masuk ia sukai yang juga anggota dari ekskul paskibra. Memperhatikan tiap derap langkah lelaki itu, begitu tegas dan pasti. Wajahnya yang tetap serius terlihat tambah menawan.


Hati Gita sudah meleleh.. bukan hanya karena sinar matahari pagi yang menyengat. Tapi juga fakta bahwa lelaki itu yang sudah resmi menjadi pacarnya terlihat begitu menawan dan mempesona.


Sayangnya, di weekend kemarin ia tidak jadi menghabiskan waktu di toko buku bersama. Menyebalkan. Tapi yasudah lah, toh dirinya sudah bisa melihat kembali kharisma dari lelaki pujaannya.


Dalam hati, Gita berharap hubungannya akan bertahan lebih lama dan harmonis seperti ayah dan bundanya saat ini.


"Ta... Gita..." Samar samar Gita mendengar suara Farhan dalam kegelapan.


"Ta.. hey.. Gita.. bangun.. ini aku.." Suaranya terdengar nampak cemas dan lirih.


"Gitta.. sayang.." Jemarinya juga terasa mengusap lembut di pipi.

__ADS_1


"Ck.. ini gimana sih, nggak ada yang bisa bantuin gue apa?"


Kini nada suaranya terdengar tinggi karena kesal. Membuat kesadarannya kembali tertarik seutuhnya.


Pandangan Gita yang awalnya buram perlahan mulai terang. Gadis muda itu mengerjap perlahan, berusaha menyesuaikan cahaya lampu pada penglihatannya.


"Tuh. Udah sadar." Suara lain terdengar agak jauh.


Gita menolehkan kepalanya yang masih terasa pusing ke sumber suara tersebut.


"Alhamdulillah.. akhirnya.." Gita melihat lelaki yang tak asing dalam kehidupannya, sedang menangkupkan kedua telapak tangannya pada wajahnya sendiri.


"Kamu nggak masuk kelas?" Kalimat pertama yang berhasil Gita utarakan. Pusing kembali menyerang kepalanya, membuat gadis itu meringis pelan sambil memijat keningnya sendiri.


"Kasih minum teh hangat dulu. Setelah itu kamu kembali ke kelas." Suara dokter klinik sekolah menginterupsi kegiatan Farhan.


Ya.. kejadian yang menarik di hari Senin ini juga ketika klinik sekolah mendadak penuh dan ramai peminat.


Termasuk Gita yang kini menjadi salah satu pasiennya.


"Aku pingsan lagi ya?" Suara Gita masih melemah.


"Nggak papa, itu biasa terjadi."

__ADS_1


"Nggak papa gimana sih bu?" Sela Farhan. "Sarapan nggak sih kamu tuh? Bawa minum ke, apa ke, minggir ke kalau udah merasa pusing. Ngapain sih ngotot banget ngejemur diri gitu." Racau Farhan.


Emang gitu dia mah, kalau udah kelewat panik, pasti ngocehnya panjang, nggak liat situasi.


"Gita nya biar istirahat dulu ya Farhan. Kamu tunggu di kelas kamu aja. Liat tuh, siswa lain juga nggak ada yang di tungguin."


Bukannya malu mendengar ucapan bu dokter, Farhan malah nampak kesal.


"Nggak usah balik ke kelas buru buru, istirahat aja dulu disini." Suara Farhan kembali melemah, mengusap kening Gita lembut.


Selepas kepergian Farhan, wanita yang masih nampak muda itu sudah tidak bisa membendung rasa penasarannya lagi.


"Pacar kamu bukannya si Deni anak paskib itu ya Git? Kok sih Farhan terus yang nemenin kamu tiap kamu masuk UKS?"


"Dia itu anaknya dari sahabat bunda aku bu." Jawab Gita seadanya.


"Oh.. Yaudah istirahat lagi."


Padahal bukan kali pertama Gita pingsan saat upacara, tapi Farhan masih aja khawatir. Eh.. pacarnya Gita khawatir juga nggak sih?


*Mari komentar tentang jalan ceritanya, Yess??


🙃🙃😉

__ADS_1


__ADS_2