
Keesokan paginya Queen sudah bersiap untuk berangkat kuliah. Seperti biasa Queen selalu terburu buru kalau ada jam kuliah pagi. Untungnya hari ini dia diantar Arya, jadi lebih hemat waktu dan biaya..
Queen mengunci pintu dengan cepat dan kasar. Hingga terdengar oleh tetangga sebelah yang sudah menunggunya.
"Queen." Panggilnya yang berada di ambang pintu, Queen menoleh dan menghampirinya.
"Kenapa mas?" Tanya Queen yang terkejut.
"Mau kemana?" Aska menatapnya lekat.
"Mau ke kampus nih, ada kuliah pagi" Queen berkata dengan nada yang terburu buru.
"Oh,, di anter?" Tanya Aska lagi, dia sudah bisa menebak kalau gadis itu pasti di anter pacarnya.
"Iya.. Aku duluan ya.." Queen melangkah kan kakinya, namun ia terhenti saat tangan nya di tarik oleh Aska. Queen menoleh dan berbalik.
"Kalo naik motor pake helm. Jangan kaya semalem. Bahaya" Titahnya.
Queen yang mendapat perhatian tiba-tiba jadi melongo, tak percaya mendengar perkataan Aska.
__ADS_1
"Iya pak polisi." Ucapnya sambil tersenyum dan pergi meninggalkan Aska dengan berlari. Menghampiri Arya yang sudah menunggunya di depan gerbang.
Motor Arya melaju dengan kecepatan tinggi, jam kuliah Arya masih nanti siang. Tapi karena rasa sayang nya kepada Queen, Arya rela antar jemput meski tidaksearah.
***
"Rin..." Sapa Queen yang duduk di bangku sebelah sahabatnya .
"Myampe juga lu..." Ejek Rindi, yang tau susah nya Queen untuk bangun pagi.
"Iya. Eh, masa ya.. Gua pagi-pagi udah di ceramahin ama si pak polisi." Tutur Queen.
"Wuah... Kemajuan dong." Rindi tersenyum jahil, tangannya menopang dagu yang menghadap ke arah Queen. Memperhatikan raut wajah Queen.
"Apanya yang kemajuan, gua berasa bocah banget di depan dia. kayaknya dia nggak anggep gua cewe deh." Jelas nya dengan muka cemberut. Kesal, mengingat setiap pertemuan antara Aska dan dirinya, yang selalu di ceramahin.
"Nanti balik langsung ke tempat lu ya, kangen gua ama pak polisi." Rindi berbisik, karna dosen sudah masuk kelas.
Setelah kelas selesai, Queen langsung memberi kabar kepada Arya, kalau dirinya akan pulang bersama Rindi.
__ADS_1
Sebenarnya Queen tidak perlu persetujuan Arya, tapi dia tidak angin Arya kelabakan mencarinya dan membuat kegaduhan di dalam kampus.
Queen dan Rindi pulang dengan naik angkot, mereka tidak terlalu tergesa, sambil membeli makanan dan jajanan di pinggir jalan. Untuk camilan di rumah Queen.
Queen dan Rindi masih asik berbincang, sesekali Queen menyapa tetangga yang tempat nya mereka lewati.
Sampainya di depan pintu, Queen melirik ke arah dalam kamar Aska yang pintunya terbuka. Dilihat nya Aska yang sedang duduk di sofa depan tv.
Ketika Aska mengarahkan pandangan nya ke arah pintu, mata mereka saling bertatapan, membuat Queen kelabakan dan membuang pandangannya terlebih dulu.
"Lu sih, ngeliatinnya kelamaan. Buruan bukain kuncinya. Berat nih bawaan gua." Ledek Rindi yang sedari tadi memperhatikan tingkah Queen.
"Berisik lu." Queen membuka pintu dan masuk ke dalam. Menjatuhkan diri di atas kasur dan menutup wajah nya dengan bantal.
malu mengingat kejadian tadi, saat diri nya ketauan mencuri pandang lelaki yang lebih tua di sebelah kamarnya itu.
Aska yang sedang santai bermain gadget di tangannya, tidak bergeming mendapati mata Queen yang menatapnya.
Ia kembali menghadap layar ponselnya dengan ekspresi datar.
__ADS_1