Polisi Muda Tetanggaku

Polisi Muda Tetanggaku
siapa?


__ADS_3

queen dan aska larut dalam kehangatan hati masing masing. rindu yang mereka tahan selama berhari hari, kini telah tersampaikan kepada orang yang mereka tuju. tidakkah hal itu mampu membuat rasa di dalam hati mereka semakin dalam.


rasa tidak ingin kehilangan lagi untuk kesekian kalinya, membuat aska lebih menghargai setiap waktu yang ia jalani bersama gadis tersayangnya.


"mas... " sapa queen setelah membuka mata dari tidurnya. queen menepuk pelan lengan aska yang melingkar di tubuhnya.


"mas... udah siang bangun yuk!" queen masih mencoba menarik aska dari alam bawah sadarnya.


"mas aska!" suara queen mulai meninggi.


"ehm... sebentar lagi ra." jawab aska dengan suaranya yang parau. pelukannya semakin ia eratkan.


"aku laper ini. aku bangun duluan ah.." rengek queen.


mendengar kata 'lapar' dari mulut queen, membuat aska terkesiap.


"emang semalam kamu nggak makan?" wajah aska menunduk, mencari jawaban lewat sorot mata queen.


"makan sih.. tapi dikit. terus langsung tidur."


aska membuang nafasnya berat. kesal dengan tingkah laku queen, yang ia tau selalu mengabaikan jam makannya. padahal gadis itu sangat suka makan.


aska melepaskan pelukannya, menggerakkan badannya berbalik menatap langit langit kamar queen.


"yaudah.. kamu mandi duluan," perintah aska.


"enggak mau lah. ini kan hari minggu. aku nggak mau mandi pagi pagi begini." sontak saja aska menoleh ke arah queen. mata nya memicing menatap queen.


"jorok banget dah. kalo nggak mau mandi, nggak usah keluar. "


"yaudah mas aska aja yang beli, aku tunggu di rumah." jawab queen ketus, berbalik memunggungi aska.


"ya allah... dasar ratu. sukanya dilayanin." aska beranjak, bangun dari kasur queen. melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.


semalam aska yang mengunci pintu setelah ia masuk.


lelaki itu sengaja pulang awal agar bisa bertemu dengan queen secepat mungkin. aska juga tau, gadisnya masih tidak pernah mengunci pintu sebelum tidur, maka itu ia lebih memilih pulang ke tempat queen.


melihatnya sedang tertidur pulas, ia tidak tega membangunkannya, padahal aska sangat ingin mengobrol bersama, menghangatkan kembali hubungan mereka. tapi siapa yang tau. cinta selalu punya caranya sendiri untuk menyelesaikan sebuah masalah...


aska sudah selesai mandi ia terlihat begitu segar, dengan kaos oblong dan celana levi's selutut membuat dirinya begitu terlihat tampan dan muda. ya tentu saja,usianya baru 25 tahun. masih segar untuk ukuran lelaki. enak di pandang, terlebih dia yang memiliki perawakan sempurna. atletis putih dan bersih. wanita mana yang tidak tertarik oleh pesona nya.


sama seperti lelaki yang sedang berbicara dengan queen saat ini.


lelaki muda yang terlihat macho, badannya juga tinggi putih dan bersih. menggunakan kemeja warna biru telur asin dan celana bahan hitam, terlihat nampak menyegarkan mata.


"permisi mba..." sapa lelaki itu. sebelumnya ia sempat mengetuk pintu queen yang terbuka, karena aska tidak kembali menutupnya tadi.

__ADS_1


sebelumnya ia juga sempat mengucapkan salam, mengetahui ada orang di depan pintu kamarnya, queen beranjak keluar menemuinya di ambang pintu.


"iya mas.. cari siapa?" tanya queen.


"lagi cari kontrakan nih mba.. saya baca di depan ada kamar kosong. di sebelah mana ya mba?" tanya lelaki itu sopan.


"oh iya mas.. ada di nomor 2." queen menunjukkan jari nya kekanan. memberi tahu arah tempat kamar itu.


"oh... di pojok ya mba.."


"iya mas... orangnya baru pindah dua hari yang lalu."


"em.. kalo disini orangnya udah pada keluarga atau masih single ya mba?" tanya lelaki itu menatap queen setiap ia berbicara


"ada beberapa yang udah keluarga mas.. tapi yang single juga ada kok." jelas queen.


"oh gitu... harga sewanya berapa ya mba?"


"kalo itu mas langsung tanya aja sama orangnya, kan ada nomor telfonnya di tulisannya. biar dia aja yang jelasin."


"oke deh.. maaf kalo boleh tau nama mbak nya siapa?, nama saya agung mbak" seraya memajukan tangannya untuk berjabat.


"saya queeneira, biasa di panggil queen." menyalami agung beberapa detik, kemudian melepaskan kembali.


"oke deh, saya mau tanya tanya dulu ya mbak. semoga harganya cocok. makasih ya mbak... permisi" pamit lelaki itu.


queen yang hendak masuk kembali ke kamar, menghentikan langkahnya karena suara aska.


"ra...." panggil aska masih dari atas motornya.


queen menoleh, menghadapnya dari ambang pintu.


"makan di tempat saya aja." aska menuruni motornya, sambil menenteng dua bungkusan plastik berwarna hitam.


"oke"


queen masuk sebentar,mengambil ponselnya bergegas keluar menutup pintunya, dan langsung duduk di sofa milik aska.


aska sendiri yang berjalan mondar mandir dari arah dapur menuju sofa di ruang tv dan sebaliknya. untuk menyiapkan sarapan paginya di temani air minum dalam kemasan botol.


saat makanan dan minuman sudah tersedia di depan meja. queen masih nampak tidak puas.


"mas... kok minumnya ini...aku kan maunya teh" rengek queen.


"air putih lebih sehat ra..."


"tapi kan mas.. aku rasanya nggak ketelen gitu lho"

__ADS_1


"di coba dulu ira.. jangan keseringan minum teh kemasan. nggak baik. banyak pemanis buatan nya. emang nya mantan kamu yang dokter itu nggak pernah ngasih tau." ledek aska.


" ngasih tau. tapi dia kan lebih sayang aku. dia nggak pernah nolak, apalagi maksa aku. nggak kayak kamu!" ketus queen. dirinya merasa jengkel karena tidak sesuai seleranya. .


aska menggeram kesal. mencoba menahan emosi nya karena perkataan queen.


"di coba dulu. ntar saya beliin kalo makanan kamu udah abis"


"tapi, kalo makan kan juga harus minum dulu maaass...."


"nih... minum" aska membuka tutup botol air kemasan yang katanya dari pegunungan asli itu. mengangsurkannya ke arah queen. "saya kan juga beli nya yang dingin sayang..." aska memberikannya lembut. tidak ingin kalah oleh emosi sesaat nya.


"hemph" queen menerimanya dengan ketus. kesal rasanya saat di paksa oleh aska tentang sesuatu yang tidak ia suka.


aska mengamati queen yang terlihat jelas terpaksa meminum air putih dalam botol kemasan sambil tersenyum hatinya merasa puas melihat gadisnya patuh, meski ada kata kata yang menancap di hatinya tadi.


"ra...." aska berbicara sebelum ia menyuapkan


makanan dalam sendok ke arah mulut queen.


"hem?" queen menoleh.


"cowok tadi siapa?" tanya aska seraya memasukan makanan ke dalam mulut queen.


queen menatap aska, mengunyah makanan nya dengan santai. tangannya sambil memegang air botol yang tadi ia minum.


"orang nyari kontrakan" jawab queen santai setelah menelan makanannya.


"oh.... masih muda ya. udah nikah apa belom?"


queen kembali menerima suapan dari aska. ia mengedikkan bahunya tinggi, sebagai jawaban atas ketidaktahuannya.


"kok nggak tau??" tanya aska lagi. meski nadanya datar, tapi queen merasa seperti di introgasi.


"aku nggak tau mas... emang nya aku tadi nanya. aku mah cuma jawab apa yang dia tanya."


mendengar nada queen yang mulai kesal, aska tidak melanjutkan pertanyaannya.


ia memilih diam. menikmati rasa penasarannya sendiri.


'semoga aja bukan saingan baru lagi' gumam aska dalam hatinya..


***hai readers... aku bukannya nggak mau up. tapi akunya emang doyan tidur. setiap nulis aja di selingi merem sebentar. hehe...maklumlah.. aktivitas nya padat.


oia.. bagi semangat nya ya untuk aska mempertahankan hubungannya bersama queen. dengan kasih like, koin and komen.


thanks a lot**..

__ADS_1


__ADS_2