
sore hari, queen masih berada di dalam kamar aska. setelah menyantap makan siang yang dipilihkan langsung oleh arya tadi siang, queen sedikit merasa aneh, karena itu menu yang biasa mereka makan saat bersama.
queen dan aska menghabiskan waktu mereka dengan bersantai. berguling guling di atas kasur milik aska, di temani aska yang hanya duduk di samping tempat tidur sambil memainkan ponsel.
"ra..." panggil aska tanpa menatap wajah gadis yang tengah rebahan di belakangnya.
"apa?" jawab queen santai.
"besok. saya bakal sibuk banget kayanya ra..."
"kenapa sibuk?" queen merasa tak suka, tapi tak membuatnya berpaling dari layar ponsel.
"ada apel tahunan, buat operasi lilin."
"apaan tuh operasi lilin?"
"razia untuk pengamanan natal dan tahun baru. kamu pasti baru tau??" aska membalikkan tubuh menghadap queen yang tampak sibuk dengan ponsel.
"liat apaan sih ra?" tanya aska penasaran.
"bukan apa apa."
aska merebut ponsel milik queen cepat. queen yang terkejut tidak bisa menahan tarikan aska.
"apa sih mas?" queen kesal.
"saya cuma pengen liat apa yang kamu liat." lelaki itu menggerakkan jarinya naik turun di atas layar ponsel queen. mencari jawaban apa yang membuat gadis nya begitu sibuk sendiri.
"aku tuh cuma ngecek WhatsApp nya arya. "
mendengar jawaban queen, aska menghentikan gerakan tangannya.
"kenapa?" aska menatap lekat wajah queen , yang sedang berbaring tengkurap di hadapannya.
"aku heran aja. ini kan hari minggu. tapi seharian ini dia engga sama sekali hubungin aku. sekedar chat aja engga."
"terus kenapa?"
"emm... engga tau deh. kayak keilangan aja gitu mas."
mendengarnya aska sedikit bingung. antara marah dan rasa bersalah. rasa cemburu nya juga ikut membuat kepalanya terasa panas.
aska bangun, mengunci pintu depannya. sesuatu akan ia bahas dengan gadis itu. tidak ingin queen pergi di tengah tengah penjelasannya, aska memilih membuat keadaan sekitar menjadi aman.
aska ikut merebahkan tubuhnya miring di atas kasur, menghadap queen.
"ra...." sapanya lembut.
"hm?" manik mata mereka saling bertatapan.
"saya pengen ngomong sebentar. tapi kamu harus janji, jangan marah sebelum saya selesai ngomong, oke?"
__ADS_1
"ada apa sih mas?"
"hmmm..." aska berpikir . di rengkuh nya kepala queen masuk kedalam pelukannya. mengusap rambutnya pelan.
"tadi saya ketemu sama arya!" aska mulai berbicara, tapi queen langsung memberontak ingin melepaskan pelukannya.
"diem dulu. tunggu saya selesai ngomong."
merasa queen mulai tenang dalam posisinya, aska mulai bercerita.
"tadi siang, waktu kamu tidur, rindi bilang arya liat kita tadi pagi. saya langsung minta rindi buat bikin janji temu saya sama arya.
aska diam sejenak, menelan salivanya kasar.
sedangkan queen yang penasaran hanya diam mendengarkan.
"emm... singkat cerita nya. saya minta arya buat mutusin kamu. " aska semakin erat memeluk tubuh queen. berharap queen mengerti maksud dari nya.
tanpa di duga, queen malah menangis dalam pelukan aska.
"saya minta maaf ira. saya tau saya egois. tapi kita nggak bisa begini terus. dan saya rasa itu kesempatan yang bagus untuk nyelesaiin semuanya. saya minta maaf banget ra..."
tidak ada jawaban dari queen. dia juga tidak meronta, yang ada tangis nya semakin pecah dalam dekapan aska.
ada rasa sesak di hatinya. rasa sakit dan kecewa atas keputusan yang di ambil oleh aska secara sepihak.
entah kenapa queen merasa aska terasa berbeda dengan lelaki yang ia kenal selama ini.
"ra... stop menangis . lebih baik kamu bicara. dari pada nangis seperti ini" pinta aska lirih.
"aku nggak tau mas harus ngomong apa. rasanya, nggak ada gunanya juga aku ngomong sekarang. kamu udah mutusin secara sepihak."
"ra.. please.. saya tau saya salah. tapi berhenti nangis oke? saya nggak suka kamu nangis karena cowok lain."
"mas!!!!" bentak queen. tenaga nya ia kuatkan untuk melepaskan pelukan aska. aska hanya diam, melihat gadis nya yang mulai bangun dan berdiri. turun dari kasur, berjalan kearah kamar depan.
aska mengikutinya. ia berdiri di samping queen yang tengah duduk sambil menopang dengan tangan yang menutupi wajahnya.
"ra...." panggil aska lembut.
"biarin aku sendiri mas."
"oke, sekali lagi saya minta maaf ra..."
"enggak segampang itu mas. aku sama dia itu udah jalan lebih dari empat tahun. terus mas seenaknya aja minta dia untuk mutusin aku. mas.. mas ngerasa egois banget nggak sih?" queen meledak. di tengah tangisnya, queen lancar mengungkapkan isi kepalanya.
"iya saya tau saya egois. tapi saya nggak ngerti maksud kamu. kalo kamu nggak mau putus sama dia, terus buat apa kamu terima saya ?"
suara aska masih lembut, menanggapi emosi queen.
"terima???? kapan aku terima?? emang kapan kita jadian??. bukannya waktu itu mas sendiri yang bilang kalo mas nggak bisa pacaran sama aku.!!!"
__ADS_1
"mas, sibuk sama urusan hati nya mas sama si nisya itu kan. sekarang, setelah mas di tinggal nikah sama dia, mas seenaknya aja mutusin hubungan aku sama arya. sadar di-"
"iraa.. cukup!!!" suara tinggi aska memotong celotehan queen.
aska rasanya sudah habis kesabaran dituduh sedemikian oleh gadis tersayangnya.
"kalo kamu emang nggak bisa kehilangan bocah lelaki itu. jangan jadiin masa lalu saya sebagai alasan. dari awal saya udah bilang, saya sayang sama kamu. kenapa kamu nggak ngerti arti dari kalimat itu."
aska dan queen sama sama sedang tersulut emosi. entah apa yang membuat aska tidak bisa menahan kesabarannya.
baginya, alasan queen tidak masuk akal dan keterlaluan. aska merasa hatinya tidak di hargai.
"kalo mas sayang sama aku harusnya mas ngasih kesempatan ke aku untuk memilih. bukan ambil keputusan gitu aja sendirian. kalo emang mas aska bener bener sayang. mana janjinya yang dulu katanya mau sayang sama aku dalam keadaan apapun. mana???? baru di tinggal nikah sama mantan aja langsung berubah jadi egois. seenak hatinya sendiri. "
"oke. terserah.!!!! sekarang kamu maunya gimana? haa?" aska memejamkan matanya , mencoba menahan amarahnya.
"aku mau pulang. se-ka-rang" queen menekannkan kata katanya.
"oke.. kalau itu mau kamu. pulang sana." aska berbalik dan pergi meninggalkan queen yang mengerjap bingung dengan ucapan aska.
tapi tidak mungkin baginya meminta lelaki itu untuk mengantarnya pulang. apalagi dia yang meminta.
aska mengurung dirinya di dalam kamar mandi. bersandar di balik pintu, menahan rasa nyeri di dadanya.
apa yang sebenarnya terjadi. kesalah pahaman apalagi yang sedang mereka hadapi.
aska memukul kencang dinding kamar mandinya yang berlapis keramik, mendengar suara tutupan pintu dengan kasar.
gadis kesayangannya sudah pergi, dengan emosi yang masih menyelimuti hati dan pikirannya.
air mata aska mulai turun tanpa permisi, menggambarkan suasana hatinya yang benar benar terasa sakit.
💔
💔
💔
💔
💔
💔
💔
😴
...
*kalo boleh, minta like and comment nya ya...
__ADS_1