Polisi Muda Tetanggaku

Polisi Muda Tetanggaku
posesif?????


__ADS_3

matahari masih bersembunyi di balik awan mendung yang berwarna gelap.


biasanya, saat jam lima pagi, matahari sudah menyiapkan kilauan emasnya, muncul di balik awan cerah yang menerangi bumi.


tapi, sekarang sedang musim hujan. hampir setiap hari hujan akan turun membasahi bumi, bahkan kadang tanpa permisi.


sama seperti pagi ini, aska sudah bangun lebih dulu di banding queen yang masih terlena dalam lingkaran mimpi nya.


lelaki itu sudah rapih lengkap dengan pakaian dinas resmi nya, dengan berbagai simbol yang menempel di bagian atas baju berwana kecoklatan.


hari ini akan diadakan apel pagi untuk menyambut hari natal dan libur tahun baru. pengamanan akan ekstra lebih ketat di banding hari hari biasanya.


aska menggoncang pelan tubuh queen yang masih berbaring pulas di atas tempat tidur. mencoba membangunkan gadisnya.


"ra.... ra...." panggilnya lembut.


tapi gadis manis itu tak kunjung bereaksi. alhasil aska mendekatkan wajahnya, mencium halus pipi queen, seraya memanggil lagi nama queen tepat di telinga.


"ira.... sayang.... "


queen bereaksi, suara parau terdengar pelan dengan mata yang masih memejam.


"hmmm..." jawab queen.


"bangun sebentar... saya udah mau berangkat nih.."


queen mengusap mata nya. merentangkan tangan dan kakinya kuat. kemudian pelan membuka mata sedikit mengerjap. silau oleh cahaya lampu di atas kepalanya.


"emang jam berapa mas?" tanya queen.


"jam lima ra.. saya hari ini agak sibuk. mungkin nanti pulang nya malam. kamu mau tunggu disini atau di rumah eyang kamu?" jelas aska, duduk di tepian ranjang tempat queen tidur.


"nanti aku kuliah mas. ada kelas pagi sampai siang"


"em.. yaudah nanti jangan lupa sarapan ya. saya mau jalan sekarang"


"he'em..." queen masih menempelkan tubuhnya di atas kasur, dengan tangan yang memegang lengan aska. satu tangan lelaki itu di gerakkan lembut di atas rambut queen.


sebelum aska beranjak dari posisinya, ia menyempatkan bibirnya menyapa kening queen di pagi hari.


ada rasa ketenangan dalam hati aska saat ia memperjelas hubungan nya dengan queen semalam.


queen melongok kan kepalanya dari tembok pembatas antara kamar tidur dan ruang tv. memandang ke arah pintu tempat aska kini berdiri. setelah siap mengenakan sepatunya aska melambai kan tangan nya dengan senyum yang menyungging di atas bibir.


queen juga membalas lambaian tangannya. seraya mengucapkan "hati hati ya mas... "

__ADS_1


aska mengangguk pasti. kemudian pergi setelah mengucapkan salam.


***


queen beranjak dari atas kasur aska setelah melihat jam weker di atas nakas sebelah kasur.


gadis itu beranjak ke kamar sebelahnya tempat persinggahan queen sejak sebelum bertemu aska.


"etdah kamar gua... udah kaya sarang setan. berapa hari emang gua nggak balik ya.." gumamnya sendiri . merasakan aura kamarnya yang seperti kosong setelah beberapa sejak kepergiannya ke rumah alm. ayahnya kemarin.


queen hanya menyapu sekedarnya, tidak ingin terlambat di jam pertama kelasnya.


gadis itu mandi dan berpakaian dengan santai. tanpa riasan make up yang berlebih , kecantikan queen terlihat lebih natural. alisnya yang sudah hitam dan berbentuk , membantu dirinya tak perlu repot untuk membuang waktu hanya untuk mempercantiknya saja.


queen mengingat perkataan aska semalam. bahwa dia akan mulai posesif sejak pernyataan hubungan mereka semalam.


maka itu, queen menolak ajakan arya untuk berangkat bersama. dan memilih menggunakan ojek online.


cewek atau cowok manapun,pasti tidak ingin ada masalah di awal hubungan mereka. begitupun queen yang sangat hati hati menjaga sikapnya, agar tak membuat hati lelakinya kecewa.


***


harinya di kampus berjalan dengan normal sama seperti biasanya. hanya sedikit perbedaan bahwa sekarang queen tidak lagi di antar jemput oleh arya. tanpa memutus ikatan pertemanan di antara mereka.


rindi datang, senyumnya yang terlihat riang nampak jelas. menghampiri queen dengan sedikit berlari. rindi duduk tepat di samping queen sambil merangkulkan tangannya di pundak queen.


"queen sayaaaaang..." teriak rindi. menghadiahkan berkali kali kecupan di pipi queen. membuat gadis itu merasa kesal.


"apaan sih lo... dari tadi di kelas udah ketemu mulu juga. " ketus queen.


"lagi seneng gue..." jawab rindi.


"iya keliatan!!" queen memutar bola matanya malas.


"lo tau nggak?" tanya rindi.


"enggak!"


"bang is ngajak gue ngedate ntar malem... ihh... senengnya hati gue..." mata rindi sebentar merem sebentar melek. dengan tangan yang di kepal gemas di depan dadanya.


astaga. baru kali ini queen melihat rindi semenjijikan itu.


"rin... please deh... jangan terlalu percaya sama lelaki. baru berapa hari lu kenal. udah mau jalan aja lu ama dia"


"woy.... apa kabar yang ngomong?!. sendirinya juga gitu sama mamas aska nya. make ngelarang gue segala." rindi memukul pelan pundak queen. membuat queen tersenyum getir, ada rasa malu yang terselip di hatinya.

__ADS_1


queen menyedot minuman nya. mengalihkan perhatian pikirannya yang malu.


"btw. rin... kapan bang is nya nge chat elu?" tanya queen .


"dari tadi. ini gue juga masih ngechat ama dya" jawab rindi bangga. tapi tidak dengan sahabat disebelahnya.


"kok mas aska enggak ngasih kabar ke gue si?"


rindi mengedikkan bahunya.


"mana gua tau."


"atau... lu mau gua tanyain ama bang is. kan dia lagi bareng..." sambung rindi.


jawaban cepat dan antusias queen membuat tawa rindi seperti meledek.


rindi mengetikan jari di atas layar ponsel nya. dengan cepat tanpa jeda. pesan nya langsung di balas oleh lelaki yang berada nun jauh dimana.


"nih queen.." rindi menyodorkan ponselnya ke arah queen. memperlihatkan isi dari pesan yang baru si terimanya.


'katanya, si aska lagi males maen hp. ga ada yang seru' isi pesan iskarno.


mata queen langsung melebar. membulat tepat mengarah isi layar nya.


apa apaan.. biasanya dulu lelaki itu nggak pernah absen ingetin queen tentang makan siangnya. kenapa sekarang jadi gini...?.


terus... apa maksud nya sama kata 'posesif' yang dia ucap semalem.


queen bergumam dalam pikirannya. malu kalaus sampai rindi tau apa yang terjadi dengan hubungan mereka.


rindi yang mengetahui perubahan mimik wajah queen langsung menepuk pelan pundak queen beberapa kali. seraya mengucapkan kata semangat.


"sabar sayang... lelaki emang kaya gitu. kalo udah berhasil di dapetin. ya.... langsung bosen."


queen melongo. menatap ke arah rindi dengan wajah tak percaya.


-masa aska kaya gitu sih??? pembaca ada yang tau nggak sih si aska kenapa???. semoga aska nggak berubah...-


💔💔💔


💔💔💔💔


*kalo kalian nggak mau vote, aku nggak maksa. karena masih ada yang jauh lebih bagus dari cerita ini. yang penting, like and comment nya ya... *


🙃🙃😘

__ADS_1


__ADS_2