
"Far, Gita lu udah dateng noh." Salah seorang siswa yang biasa kumpul bersama Farhan berseru, membuat Farhan yang awalnya sedang merokok segera membuangnya.
Bergerak tergesa seraya menyampirkan tas punggungnya pada satu bahu. Bocah lelaki itu sedikit berlari melewati koridor yang di padati siswa siswi lainnya.
Berlari sambil berlawanan arah dengan pintu masuk membuat Farhan terkadang menabrak beberapa murid.
"Lho, Far.." Satu tangan Farhan di tarik tiba tiba oleh seorang siswi cantik. Menatapnya lekat wanita itu menggenggam tangan Farhan kuat.
"Dari mana aja sih, aku telfon nggak di angkat angkat, chat aku juga nggak di bales." Gerutunya.
"Iya, maaf.. tadi hp ku di pinjem sama Sandi." Farhan melepaskan pegangan wanita yang berstatus menjadi kekasihnya itu, pelan. "Maaf ya, aku lagi buru buru nih."
"Mau kemana sih? Ke kantin? Kan di sana." Jari telunjuk wanita itu mengarah di balik punggung Farhan.
"Entar ke kantin nya, mau ke kelas Gita dulu."
"Gita lagi?"
Lagi? Ya, weekend kemarin kencan mereka harus batal karena Farhan harus menemani Gita ke toko buku.
"Aku juga belum sarapan ya, ke kantinnya sama aku ajalah."
"Enggak bisa. Udahlah, keburu bel masuk nanti."
"Pilih aku atau dia?!" Seru wanita itu kencang.
Lagi dan lagi.. selalu kalimat seperti itu.
"Pilih kamu kok. Tapi aku lagi pengen ketemu Gita dulu." Setelah mengatakan itu, Farhan langsung bergegas meninggalkan wanita itu.
Tak mau ambil pusing dengan urusan yang tidak terlalu penting, Farhan terus saja berlari menuju ruang kelas Gita.
__ADS_1
Kalau lagi buru buru seperti ini, ruang kelas anak dua belas itu terasa sangat jauh.
"Nyampe juga." Farhan berjalan santai masuk ke kelas Gita seraya mengatur nafasnya sehabis berlari tadi.
"Pagi kakak kelas yang cantik." Sapa Farhan pada Susan, teman satu mejanya.
"Pagi selingkuhan gue.. makin manis aja mulut lo." Susan membalas sapaan Farhan dengan senyum yang di paksakan.
"Udah ke kantin belom? kalo pagi nggak boleh terlambat sarapan. Nanti pingsan lagi."
"Kalo ke kantinnya sama lo, gue mau."
"Sama bayangan gua aja ya kak. Gua butuh ngobrol sama jodoh gua." Farhan memainkan alisnya, seraya melirikkan matanya pada Gita yang enggan melihatnya.
"Jahat lo ya sama gue." Susan berdiri dari kursinya, hendak memberikan ruang untuk bocah bawel itu.
"Nih," Farhan memberikan selembar uang pada Susan. "Yang lama ya kak, ampe bel pulang kalo bisa."
Buseh... sejak kapan tuh cewek berani megang megang bibir gue.
Sambil duduk di kursi yang di sediakan Susan tadi, Farhan juga memegangi bibir nya yang di tarik paksa oleh Susan. Sakit juga ya.
"Baru semalem aku cuekin, Susan udah berani pegang pegang bibir aja." Sungut Gita.
Seketika Farhan langsung menoleh.
"Tiga hari kamu cuekin aku, Susan udah jadi pacar aku kali ya Git." Ledeknya santai.
"Bagus dong kalo gitu. Jadi aku bisa bebas cari pacar lain, nggak perlu di ganggu kamu lagi." Tatapan Gita masih fokus pada layar ponselnya. Membuat Farhan sedikit risih.
"Yang kemaren udah putus? kok mau cari yang lain?"
__ADS_1
Gita mengangguk, wajahnya mulai sendu. Tatapannya jatuh ke bawah. "Gara gara kamu tuh. Aku tuh suka sama dia dari pertama masuk tau nggak, baru berapa bulan kamu disini udah bikin aku putus aja."
Rasanya ingin sekali Gita berteriak kuat kuat pada Farhan, mengucapkan apa saja yang bisa melampiaskan amarah di hatinya.
Tapi.. mengingat semenjak pulang kemarin, Farhan tidak menghubunginya sama sekali membuat hari Gita seperti terasa ada yang kurang.
"Iya.. aku minta maaf.." Farhan mengusap lembut rambut Gitq yang masih menunduk menahan tangisnya.
"Cari aja cowok lain, yang lebih baik dari si Deni. Apa pengen aku yang cariin biar cepet?"
Gita tak percaya mendengar jawaban Farhan. Ia menoleh ke lelaki di sebelahnya cepat.
"Siapa?"
"Aku juga jomblo kok, sama aku aja, nembak sekarang pasti langsung di terima." Farhan tersenyum semanis mungkin ketika di tatap oleh Gita.
"Ogah." Jawab Gita cepat.
"Kenapa?"
"Second."
"Jahat banget sih kalo ngomong." Merasa hubungannya sudah membaik, Farhan memilih bangkit, hendak kembali ke kelasnya. Bel sebentar lagi berbunyi.
Namun, sebelum ia melangkah pergi, Farhan menarik satu tangan Gita, mengusapkan ibu jari Gita di bibirnya yang tadi sempat di tarik oleh Susan.
"Sakit tadi di cubit temen kamu."
Setelahnya Farhan melenggang pergi keluar kelas, di iringi sorakan dari beberapa teman kelas Gita yang tadi melihatnya.
🙃🙃😉
__ADS_1