
bagi queen, weekend kemarin adalah weekend terburuk semasa hidup nya. dirinya tak pernah merasakan hati nya sesakit ini. meski slalu ada arya yang bersedia menemani nya, tapi hati selalu tau pada siapa dia lebih nyaman, walau terkadang apa yang mereka pilih tidak membawa nya pada kebahagiaan.
jika kerinduan ini slalu membuat luka yang semakin dalam, bukankah lebih baik queen memilih arya yang slalu berusaha membahagiakannya.
sebelum tidur, queen teringat pada omongan teman semasa SMA nya dulu, saat queen merasakan sakit hati karena arya.
'ikut hati kau mati. ikut rasa kau binasa'.
dulu perkataan itu dengan mudah nya queen terima. tapi sekarang, saat queen merasakan kembali sakit hatinya karena cowok lain, ia seakan tidak menerimanya.
queen sadar betul apa yang akan ia hadapi, jika hatinya masih terbuka untuk aska.
tapi itulah cinta, tidak pernah bisa kita prediksi.
kapan akan datang, dan pada siapa ia akan berlabuh..
kenapa sekarang begitu sulit untuk mencintai arya. menggenggam tangannya saja rasanya queen sudah mati rasa.
tidak ada lagi rindu yang ia rasakan pada kekasih nya yang sudah berjalan selama empat tahun.
' ya tuhan, apakah aku sedang dalam titik jenuh ??' tanya nya dalam hati.
lelah memikirkan semua yang terjadi pada hatinya baru baru ini. queen memilih memejamkan matanya. menutup harinya yang menyakitkan.
satu jam yang lalu arya baru saja pulang, setelah melihat kondisi queen dan di rasa sudah membaik.
memastikan queen memakan makan malam nya dan minum obat sebelum ia tidur.
kenapa tidak ada rasa haru dalam ucapan terima kasih ku ini . batin queen.
***
__ADS_1
Selasa pagi. queen bangun masih dengan kepalanya yang sedikit pusing. tapi ia paksakan untuk tetap berangkat kuliah. meski dengan tidak di antar arya. karena juga ada mata kuliah penting.
setelah membersihkan dirinya, queen segera merapikan segala keperluan yang akan di bawa nya. berdandan dengan senatural mungkin. hanya dengan sedikit taburan bedak, olesan lipstik berwarna soft. dan menyisir rambut hitam panjang nya. queen meraih tas dan menggantungkan tali nya di atas pundak queen.
dia lebih memilih sarapan di kantin kampus. lebih efisien waktu.
sesaat akan memesan ojek online di ponsel nya, pintu rumah queen seperti di ketuk seseorang.
queen bangun dari duduk nya dengan rasa penasaran. tanpa menerka siapa yang datang ia memutar kuncinya dan menarik handle pintu.
queen sedikit terkejut melihat tamu tak di undang yang ada di hadapannya.
gadis cantik itu menelan kasar salivanya. setengah tak percaya, tapi ia tau itu nyata.
queen membanting pintunya kuat kuat hingga tertutup.
cowok pemilik hatinya kini yang ada di hadapannya dengan tersenyum, terkejut mendapati sikap queen yang menjadi kasar.
tiga kali ketukan pintu tak membuat queen kembali membukanya. aska menyerah, menghembuskan nafas nya berat dan meninggalkan halaman depan kamar queen.
queen yang tadi tetap memesan ojek online, membuka pintu dan menguncinya cepat. tidak ingin memberi ruang pada tetangga di sebelah nya untuk menghampiri queen.
dengan cepat queen berjalan melewati depan pintu kamar aska. hanya dengan pandangan lurus, quuen berjalan cepat menghampiri ojek pesanan nya tadi.
aska hanya memandang nya dalam diam. memperhatikan gadis pujaan nya berlalu tanpa melihat kearah nya.
dia tahu, dengan sifat yang queen miliki, pasti queen akan bertindak demikian terhadap nya. pasti akan ada kesalahpahaman yang terjadi. terlebih aska mengganti foto profil nya dengan wanita lain .
padahal, setelah acara berakhir aska segera balik ke pinggiran ibu kota ini, dengan pesawat paling akhir. ingin cepat bertemu queen dan menjelaskan semua yang terjadi.
kenapa slalu saja asa hal rumit yang terjadi. diantara aska dan queen.
__ADS_1
aska hanya membiarkan queen yang berlalu hingga langkahnya tidak lagi dia dengar.
***
siang berganti, dengan gusar aska melirik jam di tangannya, menantikan kepulangan queen dari agenda perkuliahannya. tidak tahan dengan apa yang sedang terjadi. aska memutuskan untuk menjemput queen di universitas swasta tempat queen berkuliah.
aska memarkirkan motornya tidak jauh dari pintu gerbang. melihat dengan seksama setiap wanita yang keluar dari dalam gedung itu.
sampai pada akhir nya, setelah hampir dua jam aska menunggu, queen keluar seorang diri.
aska menarik nafas lega . melihat queen tidak dengan ojek pribadinya.
aska sadar, mungkin setiap siswa dan siswi di sana pasti kenal dengan queen dan arya. maka, ia tidak menghampiri queen. membiarkan nya berjalan menuju halte terdekat.
awan yang sejak tadi mendung, mulai menurunkan rintik air dari atas langit. membuat setiap orang berlari mencari tempat untuk berteduh.
itu menjadi kesempatan aska untuk berdiri mendekat pada queen. ia memarkirkan motor nya dekat dengan halte tempat queen berdiri, berjalan mendekatinya dengan gerakan natural. tidak ingin membuat teman queen yang ada menjadi curiga.
hanya saja ketampanan aska, mampu membuat wanita yang ada takjub melihat nya. wajah tampan dengan kulit sawo matang, berjalan masuk di antara barisan orang yang berteduh. ia berdiri mendekati queen, yang terkejut melihat nya.
setelah saling berdiam tanpa sapa, layaknya seperti orang yang tidak kenal. aska pelan menyentuh jemari queen disebelahnya. menggenggamnya dengan halus. tidak ada yang tau pergerakkan itu, karena semua irang berdempetan. tidak ingin terkena air hujan yang muai deras mengguyur.
hati queen masih tidak bisa menerima cowok di sebelahnya, yang datang tanpa kabar. dan selalu tanpa kabar selama kepergiannya.
melihat ada angkot yang melintas, queen berjalan sedikit berlari, membelah air hujan yang turun membasahi jalanan.
badannya terkena air hujan dan mungkin sudah basah. aska menatapnya tidak percaya. queen memilih pergi meninggalkannya di tengah guyuran hujan yang sedang menggila.
hatinya begitu ngilu. tanpa pikir panjang aska menaiki motor nya dan melaju secepat ia bisa mengejar angkot yang queen naiki.
"bagaimana pun caranya, kamu harus dengarkan penjelasan saya" itu yang selalu ada di pikirannya kini.
__ADS_1
,,,