Polisi Muda Tetanggaku

Polisi Muda Tetanggaku
empat mata


__ADS_3

aska dan queen sama sama tertidur di sofa. saat hari mulai siang, aska bangun lebih dulu, mendengar suara adzan dzuhur. aska terkejut dan langsung bangkit dari posisi tidurnya.


selama ia tertidur, kepalanya masih di atas pangkuan queen, dan tangan queen yang berada di atas kening aska.


aska memandang takjub wajah queen yang masih memejamkan matanya.


mengamati bentuk bibir tipis queen yang tadi ia *****.


hatinya hangat, senyumnya bersemangat. bagaimana bisa gadis yang lebih muda lima tahun darinya, mampu membuat hatinya jungkir balik dalam kurun waktu yang singkat.


aska duduk di sebelah queen, mengusap lembut rambut queen, badannya yang lunglai, bersandar pada sofa, membuat dirinya gemas, ingin memeluknya erat.


sampai satu panggilan masuk di ponsel queen masuk. nama rindi tertera di layar nya yang menyala.


awalnya aska sempat ragu untuk mengangkatnya. tapi aska tak ingin queen terbangun. alhasil aska memutuskan untuk mengangkat nya. mungkin tak masalah pikir nya.


"halo.." suara berat nan parau aska membuat rindi terkejut.


"halo, iya.. ini nomor queen kan?" rindi memastikan.


"iya. dia lagi tidur." aska setengah berbisik, menjawab pertanyaan rindi sambil memandang wajah queen dengan senyum nya.


"oh... em.. sorry mas. bisa bangunin sebentar nggak? ada yang mau aku omongin."


"emangnya penting banget?" aska sedikit enggan.


"iya mas. sebentaaaar aja." pinta rindi memaksa.


"tapi rin, sebentar nya kamu pasti bikin ira susah tidur lagi. emangnya ada apa?"


"em ini mas. masalah pacarnya queen. si arya. " rindi sedikit terbata.


"ada apa?"


"katanya, dia tadi pagi ngeliat mas sama queen. dia nanyain terus ke aku. aku nya bingung mas harus jawab gimana?"


aska sedikit berfikir. matanya semakin lekat menatap wajah queen. tapi tak lagi dengan senyuman.


"yaudah. saya minta bantuan kamu. tolong kasih tau dia, kalau saya mau ketemu. berdua" suaranya yang tegas seperti mentitah. membuat rindi dengan cepat mengatakan. " oke." dan kemudian mengakhiri sambungannya.


aska mengusap wajah nya. membuang nafasnya yang berat. ini yang akan mengakhiri semuanya. aska tak ingin menempatkan gadisnya dalam kesulitan.


setelah mengecup pipi queen sebentar. aska beranjak kearah paling belakang kamarnya.


membasuh wajahnya, memilih kaos dari dalam lemarinya. dia tak ingin mengenakan kaos yang tadi ia pakai. yang masih tergelak di atas meja depan sofa.


aska mengunci pintu nya dari luar. meninggalkan queen sendiri di dalam. ia ingin menemui arya seorang diri. tadi rindi dengan cepat mengirimkan alamat tempat dirinya dan arya akan bertemu.

__ADS_1


letaknya tak jauh dengan tempat tinggalnya, membuat aska yakin. bahwa ini akan singkat.


***


rupanya arya sudah lebih dulu sampai di tempat tersebut. pastilah arya tadi mengikuti dirinya dan queen sampai di kontrakan aska.


aska menepuk pundak arya pelan dari belakang sebagai salam.


kemudian mendudukkan tubuhnya di bangku berhadapan dengan arya. sembari meletakkan kunci motor nya di atas meja kayu.


"hai.. pak." arya menyapa terlebih dulu.


"mau mesen apa pak?" pertanyaan arya mirip dengan pelayan di kafe tersebut.


"pesenin makanan aja untuk queen" jawab aska datar. wajahnya yang tegas membuat arya sedikit panik. hatinya yang tadi panas, kini mulai menciut melihat wajah datar lelaki di depannya.


" queen? "


"iya. dia lagi tidur. jadi tolong langsung pada permasalahan nya. saya nggak mau dia bangun duluan ." pinta aska.


arya mengangguk cepat. pelayan yang tadi di panggilnya, kini berdiri dengan memegang buku kecil dan pulpen siap menulis. arya menunjuk tulisan di atas buku menu.


" tolong di bungkus ya mas. cepet"


"baik mas." setelah pelayan itu pergi. arya kembali menelan ludahnya kasar.


"ada apa ?" tanya aska


aska berdecak kesal.


"panggil saya abang"


"okeh. abang. ada hubungan apa sama queen?"


"kamu yakin mau dengar?" aska mencondongkan tubuhnya di atas meja mendekati wajah arya. membuat arya semakin gugup.


"bang... queen nggak suka cowok yang galak!" pernyataan arya malah membuta aska semakin geli. tapi tawanya ia sembunyikan. hanya menampilkan senyum kecil seperti meledek.


"siapa yang galak" aska terkekeh. melepaskan pandangan nya ke arah lain.


"okeh. sebelumnya saya minta maaf sama kamu." aska kembali menatap arya.


"ini semua salah saya. saya yang minta ira untuk jadi pacar saya. DI BELAKANG KAMU" aska menekankan tiga kata terakhirnya. membuat arya ingin marah. tapi nyalinya masih menciut.


"saya pikir, ira nggak mungkin berani ngomong sama kamu tentang saya. saya juga nggak mau bikin dia kesulitan sendiri. jadi. saat ini saya minta kamu. tolong lepasin ira."


pandangan mata arya kini kosong. hatinya seperti hilang dari tempatnya. kenapa lelaki dewasa ini begitu mudahnya berbicara seperti ini. kenapa nggak ada pengelakan seperti yang bakal di lakuin cowok laen. ahh... mungkin ini lah bedanya dia sama lelaki di depannya itu.

__ADS_1


arya membuang nafasnya berat. menundukkan wajahnya. air mata nya hampir turun. ia berusaha kuat dan tegar kini. kalau sampai ia menangis. akan semakin jauh berbeda levelnya antara dirinya dan aska.


aska memperhatikan wajah arya. sebenarnya ia juga merasa kasihan pada arya. lelaki itu masih terlalu muda untuk merasakan getirnya patah hati.


tapi bagaimana dengan queen nanti. kalau sampai ia yang memberi tau pada pacarnya itu. bakal sulit untuk queen. dan pasti yang akan menangis saat itu adalah queen. bukan arya.


aska tidak berbicara selama arya masih dalam kesedihannya. ia hanya duduk sambil memandang ke arah arya. sengaja memberi nya waktu untuk berfikir.


arya ingin pergi sekarang. hatinya sudah tidak mampu menahan sakitnya. bagaimana ia kuat menghadapi nya. kehilangan wanita yang sudah berada di sisinya selama bertahun tahun.


pelayan datang dengan membawa makanan yang tadi arya pesan. aska membayar seluruh harga makanan dan minuman yang arya pesan tadi. ia terus mengingat gadis kesayangannya sedang tertidur sendirian dengan pintu yang terkunci di kamarnya.


aska bangun membawa bingkisan itu. berdiri tepat di samping arya yang masih terduduk dengan posisinya.


"saya nggak mau mengulur waktu. dan tolong. jangan ada alasan apapun. atau membuat ira yang jadi tersangka. di sini saya penjahatnya. jadi. lampiaskan emosi kamu ke saya. bukan ke ira. saya siap kapanpun kamu perlu."


aska pergi, meninggalkan arya sendiri di kafe itu. baginya masih lebih penting queen sekarang.


aska membuka pelan gagang pintu itu. mengintip isi dalam ruangannya. melihat queen yang masih tertidur. membuat senyum aska mengembang.


ia msuk dan kembali menutupnya. duduk di sebelah queen. meletakkan bingkisan dan kunci motornya di atas meja dekatnya.


ia sengaja meletakkan nya dengan kencang. hatinya sedang senang setelah pertemuannya dengan arya tadi.


ia menciumi pipi queen dengan cepet berkali kali . bergantian dengan pipi kirinya dan kening nya. suara kecupan itu membuat queen mengerjap.


aska menghentikannya, melihat queen yang sudah terbangun. dengan cepat ia mencium bibir queen. dengan dalam dan antusias.


"aah...." suara desahan aska setelah melepaskan kecupannya di atas bibir queen.


membuat queen bingung dengan sikap lelaki di hadapannya. kenapa terlihat begitu bahagia.


"apa sih mas?" tanya queen.


"enggak.. ayo makan." aska berbalik arah ke hadapan bingkisan itu membuka nya dengan semangat. wajah nya sangat terlihat begitu bersemangat .


tidak lama lagi. queen akan seutuhnya menjadi gadisnya. gumam nya dalam hati.


❣️


❣️


❣️


❣️


❣️

__ADS_1


😍


*seperti biasa. minta like and komen nya ya.


__ADS_2