
queen masih mengurung diri di kamar nya. entah kenapa sejak kedatangan tetangga baru di sebelah nya itu, mood queen jadi sering berubah ubah.. begitu pun hubungan nya dengan arya yang semakin terbengkalai
ini hari sabtu, harus nya hari yang menyenangkan untuk anak remaja yang memiliki pasangan. tapi kali ini tidak dengan queen, otak nya masih berputar memikirkan kejadian tadi pagi. yang sukses membuat hatinya kalang kabut tak menentu.
'yank.. ntar malem aku jemput ya..' sebuah chat dari aplikasi masuk ke nomor queen.
queen hanya membaca nya, malas, dirinya masih enggan untuk berinteraksi dengan yang lain.
sampai siang berganti dengan sore, queen masih setia di atas kasur nya. sendiri. masih setia bergulat dengan guling yang bermotif warna favorit nya, coklat..
dua, tiga, hingga lima panggilan dari arya setengah hari ini dia abaikan. hati nya benar benar masih enggan berbaikan. meski sesak queen rasakan, tapi tidak membuat nya sampai harus meneteskan air mata.
kepala nya pusing, karena berspekulasi tidak jelas. kenyataan nya belum tentu sama dengan yang queen pikirkan.
***
adzan maghrib sudah berkumandang di luar sana. queen masih juga menolak menggerakkan tubuh nya beranjak dari atas kasur.
tentu saja itu membuat queen tidak melakukan aktivitas lainnya, seperti mandi dan makan. layak nya orang puasa, tapi queen masih sempat menenggak segelas air putih yang terdapat di atas meja sebelah tempat tidurnya.
itu kebiasaan queen saat akan tidur. menaruh sebotol air minum di samping kasur nya.
__ADS_1
meski bayangan tentang aska selalu berkutat dengan hati dan fikiran nya, queen tidak ingin menghubungi aska terlebih dulu. dia ingin aska duluan yang melakukannya.
itulah yang biasa arya lakukan, menghubungi dan menjelaskan terlebih dulu kepada queen. tapi aska dan Arya berbeda. mungkin juga tentang isi hati mereka.
seperti saat ini, arya yang curiga karena queen tidak kunjung membalas pesannya, atau menjawab panggilan nya. arya memutuskan untuk datang ke tempat queen. melihat sendiri keadaan pasangan nya itu.
tok tok tok...
suara ketukan pintu kamar queen terdengar. setengah tahu dan tidak queen menerka siapa yang datang. "nggak di kunci" teriak nya, yang masih enggan bangun dari kasurnya.
pemuda itu berjalan masuk, dengan pintu yang ia biarkan terbuka.
"yank.... " panggil arya, yang berdiri di dekat queen.
"emm..." suara nya parau.
arya berjongkok, menyamakan tinggi badan nya dengan queen.
melihat queen yang begitu lemah, cowok itu menempelkan telapak tangannya di atas kening queen.
"kamu demam yank..." tutur arya setengah panik. queen menurunkan tangan arya dari kening nya.
__ADS_1
"kamu sakit kok nggak kasih tau aku sih?"
"aku nggak papa kok.. mungkin, karena kurang minum aja kali" jawaban queen malah membuat arya semakin panik.
arya berdecak, matanya sibuk mengedarkan pandangan ke ruangan tempat queen berbaring. entah apa yang cowok itu cari.
"tunggu sebentar ya.. aku mau keluar dulu." hendak pergi, tapi langkah arya terhenti karena cekalan di tangan nya.
"kenapa?" tanya nya.
"aku nggak papa arya" suara queen parau. terdengar lemah.
"iya aku tau.. kamu tunggu sebentar ya, jangan tidur lagi" arya memegang tangan queen, melepaskan nya pelan, kemudian mengusap rambut queen lembut.
arya pergi dengan senyuman yang terus ia tampilkan saat queen dan dirinya bertatapan.
queen melihat layar handphone nya karena sebuah notif.
'ira.. lagi apa?' sebuah nama yang sejak tadi queen tunggu.
dengan cepat queen membalas. 'lagi mikirin kamu..' dengan tatapan yang terus memandang layar handphone, queen tersenyum lagi saat notif masuk di gadget nya.
__ADS_1
'jangan mikirin saya, kalo kamu lagi sama cowok lain.' entah kenapa, kalimat di layar gadget nya itu membuat queen kesal. di banting nya benda kotak persegi itu di atas kasur. kemudian menutup wajah nya dengan boneka beruang pemberian arya dulu.