
Farhan menyerah. Ia tau batasannya jika Gita sedang dalam masa merajuk. Berbeda dengan kali ini, jika biasanya mereka bertengkar hanya karena soal Gita yang merasa di buntuti atau karena Farhan yang terkadang susah di bujuk.
Tapi pertengkarannya kalo ini terdapat satu orang lagi di antara mereka.
Farhan bukannya ingin lari dari kenyataan. Ia tidak ingin lepas tanggung jawab terhadap masalah yang ia turut andil di dalamnya.
Bukan salahnya juga sih.
Kan lelaki itu duluan yang mulai. Kalau saja weekend kemarin cowok itu tidak membuat Gita menunggu, tentu tidak akan seperti ini pula kejadiannya.
Ah.. kepala Farhan berdenyut.
"Ma.." Farhan menghampirinya mamanya yang sudah berada di meja makan bersama adik perempuannya.
"Iya sayang." Rindi tersenyum. Mendapat morning kiss di kening dari anak lelakinya. "Ayok makan." Ajak Rindi.
"Ehm.." Farhan menarik satu kursi di dekat mamanya. "Bunda Queen udah kasih kabar ke mama belum?"
"Soal apa?" Rindi sebenarnya tau, tapi ia membiasakan anak anaknya untuk bercerita sendiri tentang masalahnya.
"Gita." Jawab Farhan singkat, namun yakin.
"Kenapa lagi emangnya?"
"Nggak ada apa apa sih ma, cuma aku nya aja kali yang sedikit berlebihan."
"Mau cerita?" Tanya Rindi.
__ADS_1
Melihat anaknya yang tampak serius, berbicara tanpa mau menyentuh makanan di hadapannya.
"Ehm.. kemarin aku ketemu sama pacarnya Gita. Nggak tau deh mereka pacaran sejak kapan. Yang aku tau waktu aku temenin Gita ke toko buku kemarin, ternyata harusnya ada dia, tapi cowok itu nggak dateng. Nggak kasih kabar pula. Kan sialan."
Farhan nampak berapi api ketika bercerita tentang hari itu. Rindi menggenggam tangan Farhan seraya mengusap punggung tangan anak lelakinya sambil tersenyum.
"Maaf ma.." Farhan menghembuskan nafasnya sebelum bercerita, ia mencoba menetralkan kembali suasana hatinya.
"Terus waktu istirahat aku dateng ke kelas Gita, udah ada dia duduk di sebelah Gita. Aku langsung ke pancing emosi, jadinya nggak bisa santai ngobrol sama dianya. Bisa di bilang kita hampir bertengkar. Tapi, sebelum itu terjadi cowok itu pergi keluar kelas. Dan.. dari situlah Gita bener bener cuekin aku. Sampe sekarang dia nggak kasih kabar apapun." Farhan mendesah pelan.
"Sabar aja sayang.. Gita butuh waktu. Dia lagi emosi, biarin dia tenang dulu sama pikirannya."
"Tapi aku kan cuma belain dia, aku kesel juga karena nggak terima Gita nunggu tanpa kabar gitu. Cowok kayak gitu nggak baik mah."
"Emang.. cowok kayak gitu emang nggak baik, mama setuju sama kamu. Tapi..." Rindi menjeda kalimatnya sebentar. "Gita itu kan lagi kasmaran.. orang yang lagi jatuh cinta itu kayak serasa ke tutup kuping, mata sama telinganya. Selama masih ada sisa kesabaran dalam hatinya, Gita nggak akan mungkin terbuka pikirannya. Yang dia tau, cuma orang itu yang bisa ia dengar dan lihat. Selebihnya cuma angin lalu."
Rindi menarik tangannya, ia menghirup teh dalam cangkirnya.
"Kalau kamu merasa salah, ya minta maaf."
"Terus kalau dia tetep nggak mau maafin aku?"
"Setidaknya kami sudah mencoba sayang.."
"Aku cuma nggak rela mah kalau Gita masih sama cowok itu. Cowok lain di sekolah kan banyak."
"Iya, contohnya kamu." Rindi menepuk pelan punggung tangan Farhan.
__ADS_1
"Kamu kan masih dalam masa remaja sayang, coba rasain lagi apa yang kamu rasa sama Gita, mungkin aja itu cuma rasa terbiasa kamu karena selalu bersama Gita dari kecil. Atau karena mind set kamu karena ucapan mama sama bunda Queen tentang perjodohan kalian."
Farhan masih terdiam.
"Mama nggak akan ngelarang kamu dengan siapapun wanita yang kamu pilih nanti, begitu pun dengan bunda Queen. Hanya saja, untuk saat ini.. bunda Queen hanya bisa mempercayakan Gita sama kamu. Bukan berati kamu yang mengatur kebebasan Gita. Kamu punya pacar?" Tanya Rindi tiba tiba.
mengangguk samar Farhan menjawab malas. "Ada mah."
"Kamu sayang sama dia?"
"Nggak tau,"
"Lho kok?" Rindi nampak bingung.
"Iya, mereka nembak aku ya aku terima aja."
"Mereka?" Rindi makin tak mengerti.
"Eem.. mereka yang nembak mereka juga yang mutusin aku."
What?? Rindi mendesah lirih. Kenapa anaknya seperti ini. Pandangannya hanya ada Gita.
"Aku berangkat ya ma..".
Masih mencerna ucapan Farhan. Rindi nampak tak fokus.
Setelah meminum segelas susu berukuran besar, Farhan lalu mencium punggung tangan mama nya. Mengecup pipi kanan dan kiri, lalu berjalan santai keluar menghampiri mobil yang sudah siap bersama supirnya.
__ADS_1
Ini maksudnya gimana sih? Anak gue lagi ngerasain jatuh cinta atau lagi belajar jadi playboy sih.. astaga kenapa jadi begini sih kelakuan anak cowok gue, gimana nasib adik perempuannya nanti kalau ampe kena karma dari abangnya.
🙃🙃😉