
"kamu tau queen kenapa saya cuekin kamu?" tanya aska yang kini sudah berada di dalam bus.
dengan bangku yang bersebelahan queen duduk dekat jendela. hanya ada dua kursi dalam satu jajar.
"tau!" jawab queen santai.
"kenapa?"
"kamu cemburu kan sama si tetangga baru kita !?!"
entah pertanyaan atau pernyataan yang queen ucapkan. gadis itu masih mengarah kan pandangan nya keluar jendela.
menatap deretan bangunan tak beraturan. bis sudah berjalan meninggalkan terminal bayangan tempat kedatangan bis yang mereka tumpangi.
selama perjalanan dalam taxi online tadi, aska sama sekali tidak mengajak queen berbicara, terkadang dirinya sibuk bercengkrama dan tertawa dengan sang driver, queen memang seperti tak dianggap.
biarpun sesekali sang driver memberikan pertanyaan terhadap queen, tapi aska tidak ikut menjawab, atau sekedar melirik gadisnya.
begitu pula saat mereka duduk menunggu keberangkatan bis nya lelaki itu hanya sibuk memainkan ponsel.
hanya saat ketika queen berdiri secara tiba-tiba dari duduknya, berjalan melewati aska, dia mencekal lengan queen menahannya, membuat langkah queen berhenti.
aska mendongak menatap wajah queen dengan serius.
"mau kemana?" tanya aska.
"ke kamar mandi!" jawab queen singkat.
"jangan lama-lama.. bis nya udah mau datang!" titah aska seraya melepaskan pegangannya, queen hanya diam tak menjawab. ia kembali melangkahkan kakinya menuju toilet umum.
sejak itu aska menjadi sedikit lebih bersahabat. ia tau, queen adalah gadis yang di besarkan dalam lingkungan kemewahan. tapi aska tidak tau bahwa queen kecil sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang.
mau berbaur dengannya, menaiki kendaraan umum yang sangat bersinggungan dengan terik matahari.lingkungan yang termasuk kumuh, serta menggunakan toilet umum yang bahkan sebagian orang merasa jijik setelah menggunakannya.
tapi, gadisnya hanya diam. tak mengeluh dan tak sedikitpun mengajukan protes, membuat aska semakin bangga dalam hatinya, dan mengurangi sedikit kekesalan di hatinya.
***
"kalau tau cemburu, kenapa kamu diem aja?" aska duduk menghadapnya. fokus menatap wajah queen.
queen membalas tatapan aska. dirinya sedikit bingung atas pertanyaan aska.
"terus, aku harus apa?"
kali ini aska yang diam. dia jadi bingung sendiri.
'benar juga jawaban queen'. gumamnya.
gadis itu masih labil, dirinya yang lebih dewasa. seharusnya ia lebih bisa bersikap dewasa. pikirnya sendiri.
aska mengusap lembut rambut queen.
"maaf ya ra, saya udah keterlaluan. cuekin kamu hanya karena hal nggak jelas" tuturnya lembut. queen tersenyum senang. meletakkan kepalanya di atas pundak aska.
__ADS_1
aska menerimanya, membelai lembut rambut samping queen dalam pelukannya.
queen meraih ponselnya, mengangkat nya di udara, kemudian mengarahkan layar ke wajah mereka dengan kamera depan ponsel.
"foto ya mas. aku kayaknya belum pernah foto berdua sama kamu deh." pinta queen. tanpa perlu menunggu jawaban aska.
mereka berpose. queen memejamkan matanya dengan bersandar santai di atas dada bidang aska. sedangkan aska mengecup sedikit lama pucuk kepala queen. hingga bunyi kamera terdengar.
queen membuka matanya melihat hasil gambar mereka. "bagus" nilai queen puas. sedangkan aska hanya tersenyum simpul melihatnya.
ia biarkan gadisnya itu melakukan apa yang ia mau, sebagai balasan atas rasa bersalahnya tadi.
"aku pasang di status boleh nggak?" tanya queen. sorot matanya seperti meminta, membuat aska semakin gemas melihatnya.
"boleh" jawab aska.
queen kembali tersenyum penuh kegirangan "makasih mas..." kemudian meluncurkan jari jari nya di atas layar ponsel. asik memainkannya.
***
deretan gedung bertingkat yang nyaris tak beraturan dan tak sama tinggi, perlahan mulai tak terlihat. di gantikan dengan hamparan sawah, terkadang hanya lapangan tandus akibat musim kering yang berkepanjangan kemarin.
"mas, kita udah sampe mana?" tanya queen.
"em... daerah Bekasi." aska ikut melihat ke arah luar jendela.
"masih jauh enggak?"
"pelajaran IPS kamu pasti jelek nilainya."
"emang bahasa gampang?"
"sama aja sih mas. tapi seenggaknya kan itu terpakai dalam kegiatan sehari-hari. terus aku juga seneng aja, kalau keluar negri, bisa ngerti apa yang mereka ucapin. kalau nonton drama korea juga, bisa tau artinya tanpa harus baca translate di layarnya." jelas queen bangga.
"oh ya mas, ternyata assdos aku juga suka drama Korea lho, padahal kan dia lelaki ya.." sambung queen.
"hemm.. itu kan relatif ra.. nggak masalah cewek atau cowok. kalau itu memang selera mereka"
"iya juga sih mas.. sama. kayak aku sama rindi. dia sukanya India. aku sukanya Korea. kalau kamu sukanya apa mas?" queen yang masih bersandar di dada aska melirik ke atas. mencari arah pandang lelaki itu.
"saya sukanya ngeliatin kamu kalo lagi tidur."
"dih... mas aska... aku serius.." queen memukul pelan lengan aska.
"iya. aku juga serius sayang... !" aska mengecup sebentar pucuk kepala queen.
queen membetulkan posisi duduknya, kembali bersandar pada sandaran kursi. mengambil bingkisan yang sedari tadi ia pangku. membuka nya dan memotong menggunakan pisau kue terbuat dari plastik. queen sempat memasukkannya tadi ketika ia hendak berangkat.
"aku belum tau sih mas, kamu suka makanan manis atau engga. tapi kamu belum makan apapun semenjak pulang kerja tadi. aaa..." queen menyuapkan sepotong cake nya untuk aska, dan lelakinya itu menerimanya.
"enak" tutur aska.
"kamu suka?" tanya queen.
__ADS_1
"lumayanlah buat ganjel perut."
"iya. hehehe..." aska mengambil bingkisan itu, meletakkan di atas pangkuan nya.
"kamu juga makan ya ra. kita masih lama untuk ketemu makan malam nanti." aska gantian menyuapi cake untuk queen. dalam hatinya terlintas penyesalan atas sikap nya tadi siang, karena rasa yang egois, ia sampai melupakan hal yang menjadi kebutuhan mereka. terutama untuk gadisnya.
"emang nanti berhenti mas?"
"iya berhenti, sekali. makan malam gratis kita ra. abis itu lanjut sampai di tempat tujuan. masih jauh banget ra..."
"kenapa kita nggak bawa mobil aja sih mas? kan lebih efisien menurut aku."
"em. bensin ditambah bayar tol lebih mahal di banding naik bis ini ra. saya lagi butuh uang banyak untuk sesuatu ra. jadi mesti nabung bener bener." aska masih terus menyuapi gadisnya.
"seret mas.. aku pengen minum"
"ini..." aska mengambil air mineral. "tadi saya beli di terminal" aska membuka tutup botol, dan mengangsurkan nya ke queen.
"tapi nggak ada gelasnya, kamu bisa nggak?" aska nampak khawatir.
"bisa mas.. emang aku anak kecil."
"tau deh yang udah gede" ledek aska.
queen meminum air botolnya, dengan ukuran besar. perlahan ia membiarkan air itu berpindah dari botol kemasan masuk kedalam mulutnya.
goyangan yang di sebabkan oleh gerakan bis membuat pegangannya tidak seimbang. sedikit air jatuh membasahi baju queen. aska yang memperhatikan seketika mengambil botol itu setelah queen melepas kan dari mulutnya. dan menutupnya dengan cepat.
"pelan pelan dong ra.. katanya udah gede"
"bis nya mas.. nggak mau santai jalannya kan aku jadi susah minumnya."
"emang begini sayang, kalau naik bis malam. jalanan nya mungkin ada yang rusak." segera aska menyimpan kembali botol itu di depan kursinya. dalam keranjang yang menempel dengan bagian belakang kursi di depannya.
"basah gini ra."
"enggak pa-pa mas. cuma sedikit kok"
"entar kamu masuk angin"
"enggak, enggak, emang aku lemah!"
"tapi ac bis sama ac di rumah kamu tuh beda"
queen memutar bola matanya malas. mendengar ucapan lelakinya yang mulai berlebihan. ya.. satu waktu aska memang lebih... sedikit... agak... lebay... hahaha...
**minta like ama komen nya, boleh kan?? kalo poin dan koin mah seikhlasnya aja.**
💖💖💖💖
❣️❣️❣️
Marry Christmas bagi yang merayakannya..
__ADS_1
😘😘
😉