
"Sakit nggak mas?" Queen menatap lekat luka di wajah suaminya.
"Aduh, sakit lah Ra. Dua kali aku di pukul, di tempat yang sama pula."
Queen membantu Aska membersihkan lukanya, juga mengoleskan obat agar lukanya cepat sembuh.
"Pelan-pelan Ra. Aduh.."
"Ya ampun mas. Sakit banget emang?" Queen merasa sudah pelan juga hati-hati saat menyentuhnya. Tapi Aska terus mengaduh kesakitan
"Enggak sakit banget sih. Lebih sakitan hati aku, waktu kamu bilang mau pisah tadi." Aska memegang tangan Queen, menatapnya dengan sendu. "Tolong maafin saya sepenuhnya ya Ra, saya nggak mau ada kejadian kayak tadi. Nggak enak banget tau Ra. Lagi enak mesra-mesraan eh malah kena tampolan. Padahal mesranya sama istri sendiri." Aska menghela nafasnya kasar, seperti mengeluarkan beban berat dalam hati.
"Iya, makanya kamu jangan macem-macem. Kamu. Kalo nasehatin aku aja jangan mikir yang macem-macem lah, jangan ngelakuin yang macem-macem lah, tapi mas Aska sendiri malah begitu."
"Itu nggak sengaja Ira.." Aska mencubit gemas ujung hidung wanitanya, ia tersenyum dengan tenang. Kembali membuat suasana menjadi lebih hangat.
"Kamu tau nggak Ra, hari ini aku bangga banget. Ternyata kamu beneran sayang sama aku."
"Dih.." Queen memukul lengan Aska. "Kalo aku nggak bener sayang sama mas, aku nggak bakalan mau ninggalin cowok sebaik Arya tau nggak."
"Haha.. iya juga ya."
__ADS_1
"Udah ah, aku mau taro obatnya dulu."
"Tunggu deh," Aska kembali memegang tangan Queen, saat wanita itu sudah berdiri hendak meninggalkannya.
"Kenapa lagi?"
Aska membuat Queen menatapnya lurus. Aska yang masih dalam posisi duduk di tepian ranjang kasurnya, mulai melingkarkan tangannya di pinggang Queen. Kemudian memeluk tubuh wanitanya.
Queen mengerti perasaan lelakinya kini, karena itu ia tidak menolak keinginan Aska, ia justru mengusap lembut rambut suaminya.
Aska melepas pelukannya, pandangannya mendongak ke atas, demi melihat wajah istrinya. Ia beranjak berdiri. Mengusap lembut pipi Queen.
"Jangan dulu mas, kamu kan lagi sakit." Queen meletakkan jari telunjuknya di atas bibir Aska.
Awalnya Aska tak merasakan apapun, saat ia hanya mengecup halus bibir Queen, namun gairah itu membuat Aska menginginkan yang lebih.
Ia membuka mulutnya, agar bisa ******* bibir mungil Queen. Saat itu pula ia merasakan sakit di ujung bibirnya. Namun, ia tidak menghiraukannya. Perlahan mereka saling membalas lumatan dengan lembut dan hati-hati.
Queen sangat menjaga tempo permainan mereka. Queen tidak ingin Aska merasakan sakit. Tapi berbeda dengan Aska. Lelaki yang hampir merasakan rasa kehilangan itu, sudah tidak mampu menaham kebahagiaannya. Ia juga sudah lama tidak menyentuh tubuh wanitanya. Saat gairahnya semakin meningkat, tanpa sadar Aska membuka mulutnya terlalu lebar, luka nya pun terkena lidah Queen. Membuat Aska dengan cepat menarik diri dan melepaskan pangutan mereka.
Queen terkejut, tapi ia mengerti.
__ADS_1
"Sakit ya mas?" Queen merasa bersalah. "Kamu sih, ada-ada aja. Udah tau lagi luka, malah masih maksa aja."
Aska yang sedikit meringis merasakan sakitnya, kini tertawa lalu memeluk tubuh Queen. Sedikit menggoyangkannya ke kanan dan ke kiri.
"Nggak pa-pa Ra. Ini bukti nyata, kalo kamu masih peduli sama aku." Aska tersenyum dengan ceria. "Yaudah deh, pemanasannya nggak usah pake cium. Kita coba yang lain aja ya Ra. Gimana?" Ke dua alis Aska terangkat naik turun, menggoda Queen.
"Nggak usah mikir yang aneh-aneh ya mas."
"Nggak aneh-aneh kok Ra. Kan sama istri sendiri mah nggak masalah!"
Selanjutnya Aska perlahan mengangkat naik kaos milik Queen, membukanya pelan dan lembut. Dan sang wanita hanya patuh menuruti setiap titahan suaminya tanpa ingin membantah.
"Kamu cantik Ra, lebih cantik lagi kalo kayak gini. Cantik banget. Bikin aku nggak tahan."
"Tuh kan, mas Aska.. udah belajar ngegombal ya kan."
"Enggak. Itu suara hati aku yang terpendam."
Aska lalu menarik tangan Queen, memintanya naik ke atas kasur untuk melanjutkan gerakan selanjutnya, setelah mencium setiap sudut wajah gadisnya, bergerak turun, menyusuri tubuh molek Queen.
***
__ADS_1
tutup mata ah.. nggak berani ceritain yang selanjutnya. Malu ngeliatnya.
🙃🙃😉