Polisi Muda Tetanggaku

Polisi Muda Tetanggaku
suka dan duka


__ADS_3

langit yang bersinar cerah di hari jum'at pagi, tidak secerah wajah aska saat melihat queen yang masih tertidur lelap di hadapannya.


meski tangannya tidak lagi memeluk queen saat dirinya terbangun. tapi hati nya masih terasa hangat mengingat apa yang ia berikan kepada gadis kesayangannya semalam.


queen bergerak, membalikan tubuhnya membelakangi aska.


aska tersenyum tipis melihatnya.


di sentuh nya pundak queen. menarik nya pelan, hingga gadis itu kembali membalikkan tubuhnya menghadap aska. senyumnya tak pernah lepas dari wajahnya, aska mengusap pucuk kepala queen. merengkuhnya masuk kedalam pelukan dada bidang nya.


"peluk sekali lagi, boleh kan....?" pinta aska, suaranya lirih.


queen menggeliat dalam pelukan. membuat aska semakin gemas, dipeluknya semakin erat.


"bangun ra... udah pagi" tutur aska, suaranya lirih seperti berbisik di atas daun telinga queen. queen yang terasa geli, mengerjapkan matanya. aska tersenyum, ia melakukannya sekali lagi.


"bangun ira... nanti kita kesiangan."


queen menggerakkan tubuhnya, merentangkan kedua tangan dan juga kaki. menggosok gosokan jari telunjuk nya di atas mata queen yang masih tertutup.


dan semua gerakannya tak luput dari perhatian aska.


hari masih begitu pagi, tapi aska sudah tak terhitung mengulaskan senyum di wajahnya.


gadis itu kini sudah membuka matanya dengan sempurna, aska mengusap pucuk kepala queen halus. ia segera bangun dan meninggalkan queen yang masih berbaring di atas kasur.


"mas..." suara queen parau, khas orang bangun tidur.


"saya mau mandi. buruan kamu bangun. entar arya keburu jemput" aska mengingatkan kemudian berlalu keruangan paling ujung.


queen merentangkan tubuhnya sekali lagi, menguap, dan berdecak malas.


"emmmm.... harusnya gue nginep kalo hari sabtu. bisa santai. pas bangun tau tau udah maghrib lagi. kan gue lanjut nginep lagi. " ucapnya dengan nada kesal.


tanpa pamit, queen meninggalkan kamar aska. sebelum ia keluar pintu, queen sempatkan melihat ke kiri ke kanan. kepalanya mirip seperti kura kura yang tak ingin keluar dari cangkangnya.


takut, kalau ada tetangga yang tau queen bermalam di kamar aska.


dirasanya kosong, queen keluar dengan cepat. segera masuk ke dalam kamarnya. yang ia tuju pertama kali adalah dapur.


perutnya terasa lapar, ia mengusapkan telapak tangan di atas perut datarnya.


"semalem gua makan ga sih ya? ko laper..,," sambil mengingat ingat apa saja yang ia lakukan semalem.


tiba tiba, pipi queen bersemu merah, mengingat aska yang berani menciumnya semalam.


sambil memegang bibirnya, queen tersenyum senang.


"gila.. butuh dua bulan lebih buat dapetin ciumannya doang. hahaha...."

__ADS_1


suara ketukan pintu mengejutkan queen yang sedang tersipu malu. cepat cepat ia berjalan ke arah pintu, membuka daun pintu dan melihat siapa yang berdiri di depan nya.


"eh.. sayang.." sapa queen saat melihat arya.


"ehmm... kamu belom siap?"


"belom yank, aku mandi dulu ya bentar. kamu tunggu disini aja."


"em, oke." arya mengangguk setuju, dirinya tidak berkomentar apapun, saat queen menyuruh nya menunggu di luar, bukan di dalam.


tak butuh waktu lama bagi queen, setelah membersihkan dirinya, queen hanya menyisir rambut, menaburkan bedak tipis, mengulas lipstik berwarna soft, setelah menggunakan handbody yang berbau coklat, queen menggantungkan tali tas nya di atas pundak.


senyuman manis queen selalu membuat arya ikut tersenyum saat melihat nya. sambil melirik pintu rumah aska yang masih terbuka, queen juga memberikan senyum nya pada aska yang masih duduk di atas sofa lengkap dengan pakaian dinas nya.


aska juga melihat queen, tapi ia hanya mengangkat satu tangan nya, dan melambai pelan ke arah queen. tanpa suara dan juga ekspresi. untuk queen itu sudah cukup, karna queen tau, sekarang lelaki itu sudah mulai egois untuk memilikinya seorang diri.


***


queen dan arya sudah sampai di kampus. sama dengan hari hari biasanya, rindi selalu menunggu mereka di depan gerbang kampus.


arya menyapa rindi sebentar, lalu meninggalkan rindi dan gadis kesayangannya dengan tergesa. jam mata kuliah pertamanya sudah hampir mulai. sedangkan queen masih tiga puluh menit lagi.


queen dan rindi berjalan ke arah kantin. setiap pagi kantin selalu ramai oleh mahasiswa dan mahasiswi yang belum sempat sarapan di rumah.


setelah memesan makanan, queen duduk di bangku panjang dengan rindi. mereka hanya diam, sibuk memainkan gadget masing masing.


rindi menoleh ke arah layar ponsel queen, ketika mendengar sebuah notif pesan yang masuk.


sebuah pesan WhatsApp dari tetangga membuat queen dan juga rindi yang mengintip ikut tersenyum.


rindi mengambil paksa ponsel queen dengan cepat. membuat queen tidak bisa mengelak.


"sini, biar gua yang bales" rindi mengetik cepat, dan mengirimnya


'iya , kenapa semalem kamu nggak beliin ?'


pesan yang sudah terbaca oleh sang empunya pun tidak sempat queen hapus.


queen merengek manja kepada rindi. malu dengan isi pesan nya. bagaimana nanti sikapnya kalau dirinya bertemu dengan aska.


tidak lama pesan kembali masuk.


'*maaf.. saya lupa.'


'mulai hari ini, nggak akan lupa lagi deh..'


'oke deh sayang.. love you*' .. pesan itu masih rindi yang membalasnya, queen yang melihatnya, semakin mengumpat kesal pada rindi.


tapi, tanpa diketahui oleh dua gadis muda itu, aska yang menerima pesan itu tersenyum malu.

__ADS_1


hatinya senang. ini pertama kalinya queen memanggil dirinya dengan sebutan sayang.


hati pak polisi muda yang tengah dinas itu pun meleleh.. semakin ingin cepat pulang dan bertemu dengan gadis pujaannya.


****


setelah mata kuliah usai, queen dan rindi bergegas pulang ke kontrakan queen. mereka tak lagi tertarik dengan acara berbelanja, atau sekedar cuci mata.


sekarang, tempat yang wajib di datangi oleh mereka berdua setelah tidak ada kesibukan adalah kontrakan queen.


pulang dan cepat ingin bertemu dengan tetangga di sebelahnya itu adalah hal yang paling queen rasakan. itulah hal yang tidak queen rasakan dengan arya.


hari semakin senja. queen sedang asik bernyanyi santai lagu shawn mendes ft. camila cabelo. "senorita"


queen bernyanyi sambil tersenyum. tersipu malu mengingat hal yang sudah queen dan aska lakukan.


tak butuh waktu lama bagi mereka untuk saling menyukai.


tak butuh status bagi mereka untuk saling memiliki.


ah... dasar cinta buta.


sedangkan rindi, masih setia memainkan game cafe di ponsel nya. sesekali melirik sahabat nya yang memutar lagu berulang ulang.


rindi saja sudah merasa bosan yang hanya mendengar. tapi queen yang menyanyikannya, bahkan masih saja bernyanyi dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.


"woy... yang lagi jatuh cinta. pangeran udah pulang noh" rindi melemparkan bantal yang sedari tadi ia peluk. ka arah queen yang asik berbaring di sofa, yang berhadapan dengan rindi.


queen tidak bisa menghindarinya, alhasil wajahnya terkena lemparan bantal dan membuat nya mengaduh.


saat queen hendak melempar bantal balik ke rindi, ponsel nya berbunyi, sebuah panggilan masuk dari mama. membuat queen menyipitkan matanya.


ia segera menjawab panggilan itu.


"halo ma..." sapanya ragu.


"iya queen... kamu lagi dimana?" jawab mama nya dari sebrang dengan nada panik


"queen lagi di kontrakan ma.. kenapa?" queen ikut panik mendengar nada suara mamanya.


"papa kamu meninggal queen, kamu pergi ke rumahnya ya.. mama masih meeting di jogja."


queen terkejut. meski dirinya dan ayahnya jarang bertemu,dan hanya kenangan pahit yang mereka miliki, tapi dalam hati queen , dia sangat menyayangi dan menghormati.


sayang nya,queen belum sempat menunjukan itu semua ke beliau. karena ayahnya pulang lebih cepat dari yang ia duga


**hai... kayaknya nggak ada yang rindu kalau aku nggak up. haha.. nggak papa deh.


yang penting like nd coment nya ya..

__ADS_1


❣️❣️❣️


__ADS_2