
Kenapa sekarang rame banget sih? jadi bingung aku nya. ðŸ˜
***
Malam hari setelah detik yang begitu berisik tadi telah berlalu. Sama seperti biasanya, hal rutin yang terjadi setiap kali keluarga kecil tadi mampir ke istana kecil Queen dan Aska adalah perdebatan. Perdebatan tentang dua pikiran yang berbeda kepala, tentang masa depan buah hati semata wayang mereka.
Ya, meski kian kali Aska mengingatkan Queen untuk tidak membahas soal perjodohan anaknya, tetap saja, Queen dan Rindi nyatanya tidak bisa di larang. Tidak ada batasan bagi keduanya, saat mereka sudah bertemu. Apapun itu mereka bagi dengan sangat antusias.
Bahkan para suaminya seperti menjadi baby sitter dadakan. "Nda, tata mau minyum." Pinta si kecil, menarik-narik ujung baju Queen. "Ayah, ini tolong tata minta di ambilin minum." Sesudahnya Queen kembali memasang telinganya dengan wajah berbinar menghadap pada Rindi. Begitu pun sebaliknya.
Sepanjang sisa hari, Aska hanya mau berbicara dengan anak perempuannya, membalas tatapan Queen saja Aska terasa enggan. "Mau sampe kapan sih mas cuekin akunya?" Queen putus asa, saat mereka hanya berdua, Queen memberanikan diri berbicara sepelan mungkin tanpa mau di terdengar oleh Gita.
"Kamu nya aja ngulangin mulu, udah di bilangin juga masih aja begitu." Aska masih merajuk. Bukan emosi, raut wajahnya justru membuat Queen tersenyum tipis.
"Iya maaf lah, namanya juga buibu, gitu deh kalo udah ketemu, lepas kendali." Queen melingkarkan tangannya di pinggang Aska. Mereka tengah duduk berdua di depan tv. "Maaf yaa.. ya ya ya.." Satu kecupan Queen berikan di pipi kanan suaminya, berharap hati lelaki itu segera luluh.
"Nggak janji." Jawabnya singkat.
Queen mendengus kesal, ia melepaskan pelukannya. "Yaudah deh, nggak papa kalo kamu masih marah. Jangan nyesel tapi ya.." Queen beranjak dari duduknya, melangkah masuk kedalam.
Queen memperhatikan buah hatinya yang sudah tertidur lelap. Kini saatnya waktu yang tepat bagi Queen, ia tidak suka di cuekin seperti itu, tidak suka melihat wajah suaminya yang tengah merajuk - terlalu menggemaskan.
Ia membuka kedua pintu lemari kayunya, mata gadis itu menelisik tajam memperhatikan setiap tumpuk baju-baju lama yang sudah jarang ia kenakan setelah perutnya membuncit.
__ADS_1
Tangannya mengambil satu kain di antara tumpukan itu. "Ini ajalah". Lingerie seksi berwarna pink muda yang soft, seolah menyatu dengan warna kulit cantiknya.
Queen berjalan dengan percaya diri, kain lingerie tipis yang ia kenakan membuat tubuhnya terlihat sangat seksi. Berjalan mendekat menyapa suaminya. Membuat lelaki itu terpana sesaat. Tatapannya tak lepas dari wajah Queen hingga wanitanya sampai tepat di depan wajahnya.
"Kamu masih mau marah mas?" Satu kecup di kening Aska. "Yaudah deh nggak papa." Dua kecup di pipi kanan kirinya. "Aku tidur duluan ya.." Terakhir ia berikan kecupan sedikit lama di bibir tebal lelakinya. Tak lupa ia lemparkan senyuman manis menggodanya pada Aska sebelum tubuhnya memutar hendak meninggalkan lelakinya.
"Sengaja kan?" Aska menarik satu tangan Queen, di tarik hingga wanita itu terjatuh di atas pangkuannya. "Ngerayunya pinter banget sih kamu." Queen mengedipkan satu matanya, senyumnya masih ia sunggingkan.
Aska tak tahan lagi, bibir ranum itu terus menggodanya. Tengkuk leher Queen ia tarik semakin mendekat, ingin segera meraup dalam-dalam, merasakan sentuhan yang akan membuatnya hasratnya melayang.
Tapi bukannya bibir Queen yang ia dapatkan, malah dua jemari Queen menempel lebih dulu di atas bibir Aska. "Tapi kan mas Aska masih marah sama aku." Raut wajah Queen berubah sendu. Sendu yang di buat-buat. "Aku tidur duluan aja deh.."
"Nggak." Tolak Aska tegas. "Aku udah nggak marah kok Ira sayang.." Nadanya lembut. "Nanti bareng aku ya tidurnya, hm?" Tangan Aska mengambil rambut Queen, menyampirkannya kesamping.
"Iya maaf.. Sekarang aku masih pengen denger cerita kamu dulu." Queen mengangkat kedua alisnya. "Apa aja yang kamu bahas sama Rindi tadi?"
"Ooh.. em.." Queen mengingat-ingat. Tapi tangan Aska sudah tak sabar, mengusap kulit leher Queen yang putih dan mulus.
"Coba cerita, mas pengen denger." Aska mentitah.
"Tadi tuh aku sama Rin.. ehmm.. maass.." Baru beberapa kata Queen berucap, tapi bibir Aska sudah menempel sedikit menghisap kulit leher itu. Membuat kata-kata Queen lenyap menguap dalam pikirannya.
Aska tak menghiraukan lagi. Ia sudah asik tenggelam dalam pesona wanitanya. Tidak ingin berlama-lama disana, Aska bergeser mengecup kecil-kecil sepanjang jaraknya antara tengkuk hingga ke bibir, menghisap dalam-dalam bibir itu, bibir yang tadi sempat tertahan karena permainan Queen. Hasratnya kian menggebu, sudah sekian menit bibir itu di raup oleh Aska, bermain pada dalam rongga mulut wanita, saling membelit lidah mereka, karena Queen yang membalas setiap gerakan lelakinya.
__ADS_1
"Disini aja ya Ra?" Aska melepaskan pangutannya, lalu menjatuhkan tubuh wanitanya lembut berbaring di atas sofa. "Mas mulai sekarang ya.." Sekali lagi, Aska melanjutkan pangutannya, kali ini dengan tangan yang sudah meraba tubuh wanitanya, perlahan menarik turun tali tipis kain itu.
Pemandangan indah sudah tersaji di hadapannya, tidak bisa lagi menahan, dirasa semua sudah siap dengan bagian bawah Queen yang sudah basah, Aska seketika menanggalkan semua kain yang melekat di tubuh. Saling polos dengan kulit yang menyentuh kulit. Aska selalu tertarik dengan pesona tubuh wanita yang kini berada di bawahnya, terkungkung dengan mendesah pelan. Suara desahan Queen menambah rasa percaya dirinya.
Saling bergerak seirama tempo yang Aska berikan, Queen melenguh manja di bawah tubuh tegap Aska. Keringat mereka menambah bukti nyata gelora yang tengah mereka rasakan. Queen siap, sebentar lagi ia tiba, desahannya semakin meracau kan nama lelaki yang bergerak posesif di atasnya.
"Mas Asshhkaahh.. ah.."
Aska mengeram, kepalanya ia angkat kebelakang diiringi matanya yang terpejam. Kedua bibirnya sedikit terbuka menghempaskan nafasnya yang tersengal. Sampai pada titik puncak yang berusaha mereka raih tadi, tenaga keduanya seakan hilang larut dalam cairan yang mengalir dari bagian intim mereka masing-masing.
Cup.
Queen tersenyum, kecupan di kening dari hangatnya bibir Aska turut menghangatkan suasana hatinya. Mereka berpelukan sebentar dengan tubuh Aska yang ambruk di atasnya, Aska juga mencuri menghirup aroma lembut parfum pada leher wanitanya.
"Kamu tuh, pinter banget deh ngerayunya." Aska mencubit pelan hidung mancung Queen. Serta tak lupa ia tinggalkan kecupan di bibir wanitanya.
Melepas pelukan itu, Aska juga yang membersihkan cairan-cairan di tubuh Queen. Memberikan piyama tidur persis seperti yang ia kenakan sekarang. Barulah menggendong tubuh istrinya, membawanya ke atas ranjang tempat mereka beristirahat selanjutnya.
"Malem Ira."
Cup. Satu kecupan di kening, Queen tak mampu membalas, hanya tersenyum lalu terpejam dalam selimut tebal dan pelukan hangat lelakinya.
🙃🙃😉
__ADS_1
Banyaknya komen dan like \= penentu kelanjutannya.