
Sore harinya Queen dan Aini sudah siap untuk mengelilingi desa tempat tinggal Aini. Queen sempat meminta ijin kepada Aska, hanya saja ia tidak tau kekasihnya itu mendengar atau tidak. Queen hanya berteriak dari balik pintu yang tertutup, tanpa menunggu jawaban.
Seperti rencana sebelumnya, Aini yang membawa motor dan Queen berada di belakang.
Aini yang memakai hijab, berbanding terbalik dengan Queen yang memakai celana levis selutut, dan kaos warna hitam lengan pendek. Ukurannya yang ngepas di badan membuat setiap masang mata lelaki yang melihatnya begitu tergoda.
Ya.. Cantiknya Queen bisa di bilang paripurna, sangat mencolok dengan warga sekitar. Membuat penduduk sekitar yakin, bahwa Queen adalah tamu Aini.
"Hai Aini.. Sopo ning mburimu? kenali cah.." (siapa di belakangmu? kenalin dong) Teriak satu lelaki saat mereka melintasi warung tempat biasa pemuda desa berkumpul.
Aini hanya memacu motornya semakin kencang. Tidak memperdulikan mereka.
Berkeliling dengan sepeda motor matic di sore hari, membuat Queen terasa senang. Hanya sekedar menikmati keindahan pemandangan hamparan sawah di sekitar kanan-kiri jalan.
Sampai tidak terasa adzan Maghrib sudah berkumandang. Aini segera meluncurkan motornya kearah rumah. Mereka tidak sadar bahwa dua orang di rumahnya sibuk mencari mereka.
Aini dan Queen melewati masjid terdekat dari rumah mereka. Hingga beberapa pasang mata yang sedang berjalan ke arah masjid berpapasan dengan paha mulus Queen, termasuk Aska. Dan itu membuat hatinya seperti akan meledak.
"Aduh... Itu cewek siapa sih? Cakep banget" puji seorang lelaki, tidak sengaja terdengar oleh Aska.
Aska tidak bersuara, hanya menyipitkan matanya melihat ke arah pemuda itu.
***
Queen dan Aini sampai di rumah disambut oleh ibu. Wanita paruh baya yang semula tadi sibuk membantu acara hajatan tetangga, kini tengah mempersiapkan perlengkapan untuk shalat. Melihat dua gadisnya baru pulang, ia urungkan. Segera beliau menyambut Queen dan Aini membawa mereka ke meja makan.
__ADS_1
"makan dulu ndo'.. Habis itu shalat ya." pesan ibu.
"enggeh.." jawab Aini, dan Queen mengangguk dengan senyum.
"ibu ta' ke masjid dulu.."
Queen dan Aini bergantian menyalami punggung tangan ibu.
Dua gadis yang jaraknya hanya berbeda satu tahun membuatnya tampak sangat akrab.
Baru tadi pagi mereka bertemu, dan kini mereka sudah seperti teman lama yang sudah saling mengenal.
"Mba.. Aku mau ke kamar dulu ya." Pamit Aini.
"Iya."
"oke.."
Setelah mendengar nasihat dari Aini, Queen juga beranjak masuk kedalam kamar Aska.
Queen sudah tidak terkejut melihat penampilan isi kamar dari kekasihnya. Karena ia tau, kontrakannya saja begitu rapih dan bersih. Apalagi isi kamar di rumahnya. Pasti di bantu oleh ibu yang merapihkannya.
Malam semakin larut. Adzan isya juga sudah berkumandang, Queen yang kelelahan tidak bergerak dari kasur lelaki itu. Matanya masih berat terpejam. Ibu yang menyadari sudah memberi tahu kepada Aska, bahwa Queen tidur di kamarnya.
Tapi entah kenapa, amarah Aska yang tadi menyelimuti hatinya, malah hilang entah kemana. Aska juga tadinya enggan untuk pulang, karena tidak ingin berdebat lagi dengan Queen, sekali lagi mengingat gadis nakalnya tidur di kamarnya membuat Aska ingin cepat pulang.
__ADS_1
Jam 9 malam, ketika warga desa sudah menutup pintunya rapat-rapat, begitu juga dengan ibu Aska. Beliau sudah tertidur pulas karena lelah. Aini juga sudah melanjutkan mimpinya setelah tertunda melakukan perintah agamanya.
Aska masuk dengan pelan, pintu yang tidak di kunci membuat senyumnya semakin sumringah. Pertanda ibunya masih membiarkan dia pulang.
Namun, bukannya merebahkan tubuh di kasur depan tv, Aska malah masuk ke dalam kamarnya, menghampiri Queen yang sedang tertidur.
"Ra..." Bisiknya pelan si telinga Queen.
Queen mengerjap pelan mencari kearah suara.
"Geser dikit Ra.. Saya juga ngantuk" Bisik Aska sekali lagi.
Queen mengenali suara tersebut, tanpa pikir lagi, ia kemudian menggeser tubuhnya, memberikan tempat untuk Aska.
Lelaki itu segera merebahkan tubuhnya, memejamkan mata sambil memeluk tubuh Queen erat.
"Mas..." Panggil Queen pelan.
"Apa?"
"Jangan gini, nanti ibu tau"
"Nggak pa-pa. Biar cepet di nikahin kita"
"Ih.. Mas.."
__ADS_1
"Sst.. Udah diem. Nanti ibu tau." Queen menoleh keatas. Mencari manik mata Aska. Betapa lucunya jawabannya, tadi ia bilang biar cepat di nikahin, sekarang dia sendiri yang ketakutan ketauan. Dasar lelaki labil.