Polisi Muda Tetanggaku

Polisi Muda Tetanggaku
sebelas


__ADS_3

Queen dan Gita sedang asik duduk di sofa seraya menonton acara sinetron kesukaan Queen. Sebenarnya Gita agak malas untuk menemani bundanya itu.


Biasanya Queen selalu di temani oleh sang suami jika Aska sedang ada di rumah, tapi hari ini, lelaki satu satunya yang ada di rumah mereka sedang tidak ada, ia pulang telat katanya. Alhasil Gita mendapatkan jadwal untuk menemani bunda.


Gita menghela nafasnya jengah, sejak setengah jam yang lalu dari acara itu di mulai, Queen benar benar seperti larut dalam drama sinetron tersebut.


"Jahat banget sih tuh orang, untung aja bunda nggak punya adek. Untung juga adiknya mas Aska itu baik banget, nggak kayak tuh orang." Cela Queen sambil menunjuk remote tv yang ia genggam erat sedari tadi pada layar televisi datarnya.


"Manusia emang selalu ada untungnya bun.. santai aja" Jawab Gita santai.


Tak habis pikir, kenapa Ayah bisa sesabar itu menemani bunda yang selalu mengoceh, mengomentari setiap adegan yang ia suka atau aktor yang membuatnya gemas.


"Tuh kan, nih ya Git, bunda kasih tau. Cari suami tuh jangan yang kayak gitu, plin plan. Ke sana mau ke sini oke. Nggak akan bunda restuin kamu."


Calon menantu kesayangan bunda juga kayak gitu. Batin Gita.


Dan seketika bunda terdiam, matanya benar benar fokus memperhatikan setiap adegan.


"Oouuh...." Lirih Queen pelan. Dua tangannya tertangkup dengan remote di tengahnya. "Sweet banget deh Git.. Coba aja ayah kamu kayak gitu."


Gita melirik bunda nya yang tengah tersenyum malu malu.


"Gitu gimana bun?"


Tanpa berniat melirik wajah anaknya, Queen menjawab. "Ya kayak gitu, sultan, mau apa aja di turutin. Di beliin tanpa harus di minta."


"Ih.. bunda, kok gitu ngomongnya, jangan menyalahkan takdir."


"Bunda nggak nyalahin takdir ya." Queen memukul lengan Gita pelan dengan remote tv.


"Itu, tadi ngomongnya kayak gitu."


"Bunda kan cuma mengungkapkan isi hati bunda aja." Bela Queen.


"Tapi..."


"Diem ya Git, jangan ngomong terus, entar bunda bilangin ayah ni."


Gita langsung memfokuskan matanya pada layar ponsel. Enggan melanjutkan kata katanya lagi.

__ADS_1


Membuka aplikasi pesan dan memilih nama Farhan sebagai tujuan.


Gita ; p.


Tak lama ia segera mendapatkan balasan.


**Farhan ; Kenapa Ta?


Gita ; Bad mood**


Setelah pesan menunjukan tanda di baca, Seketika panggilan masuk dari Farhan muncul di layar ponsel Gita.


"Siapa?" Tanya Queen.


"Farhan." Jawab Gita singkat. Ia menggeser gambar berwarna hijau.


"Bad mood kenapa ?" Tanya Farhan langsung pada inti.


"Nih, lagi nemenin bunda nonton sinetron."


"Oh.. Aku kira kenapa."


"Lagi dimana kamu?" Tanya Gita curiga.


"Lagi di luar, ngumpul sama temen."


"Jam berapa sekarang?" Gita melirik jam dinding yang ada di belakang punggungnya.


"Masih sore sayang.."


Oh my god si bocah.


"Apaan sih kamu."


"Ya ampun... suami idaman banget sih...." Tiba tiba bunda bersuara lirih seraya merangkul tangan Gita. Membuat Gita semakin ingin beranjak dari tempatnya kini.


"Bunda kenapa?"


"Lagi puber ke dua." Gita melirik ke bunda dan langsung mendapatkan balasan dari mata Queen.

__ADS_1


"Enggak ya Git. Bunda cuma suka sama aktingnya."


"Iya bun.."


"Em.. kamu udah makan belum?" Tanya Farhan.


"Udah." Gita tau, saat ini Farhan sedang bersama pacarnya entah yang mana dan siapa, Gita tidak pernah di beritahu.


Tapi Gita merasa Farhan tidak keberatan dengan obrolan mereka di telfon saat ini.


"Em.. besok mau di jemput ga?"


"Nggak usah lah,"


"Kenapa?"


"Berisik banget sih kamu Git, bisa diem ga? Gara gara kamu tuh." Queen menunjuk layar tv. "Mereka jadi salah paham lagi kan. Berantem tuh mereka jadinya, baru juga baikan." Queen hampir tersedu.


"Paan sih bun.." Lirih pelan Gita, tapi bisa di dengar Farhan.


"Sabar ya sayang..."


"Assalamualaikum.." Suara Aska menyelamatkan dunia Gita seketika.


"Ayah..." Gita berdiri, seketika memeluk ayahnya.


Aska yang baru pulang langsung mendapatkan pelukan dari sang buah hati, membuat bibirnya tersenyum senang.


"Manja." Sindir Queen.


"Maaf ya bun, lama." Aska mengecup kening Queen, lalu menyodorkan bingkisan yang ia bawa. "Ayah beliin bakso, ke inget bunda tadi di jalan.


"Aduh.. sultan nya Bunda... Tanpa harus di minta langsung di beliin.." Ledek Gita, sebelum beranjak ke kamarnya dengan panggilan yang masih tersambung dengan Farhan.


"Gitaaa... awas ya." Pekik Queen.


Queen berhambur memeluk sang suami, mengecup pipi nya sebentar. "Makasih ya mas.. sayang deh jadinya."


"Berati kemaren nggak sayang gitu?" Aska merajuk.

__ADS_1


🙃🙃😉


__ADS_2