Polisi Muda Tetanggaku

Polisi Muda Tetanggaku
manja


__ADS_3

"Beli es krim lagi mas?" Queen sebenarnya merasa bosan, karena suaminya yang selalu membawakan es krim setiap kali ia pulang tugas. Sudah hampir seminggu, meski rasa es krim yang di bawakan selalu berbeda rasa, namun tetap saja bagi orang yang tak terlalu suka es krim pasti akan merasa jengah. Queen lebih senang Aska membelikan paket kuota, agar ia bisa lebih sering nonton drama korea di aplikasi dalam ponselnya.


"Aku bukannya nggak bersyukur mas kamu selalu kamu beliin gini, tapi aku bukan cewek pecinta es krim. Mending kamu beliin makanan aja."


"Makanan apaan? aku cuma sekalian mampir ke minimarket Ra." Jawab Aska.


"Ya lagian kamu. Ngapain ke minimarket tiap hari. Mencurigakan banget deh." Sebenarnya Queen hanya asal bicara, tapi sikap dari jawaban Aska justru malah semakin membuatnya curiga.


"Curiga kenapa? Emangnya nggak boleh kalo orang dateng ke minimarket tiap hari? Mbak kasirnya aja biasa aja, seneng malah aku dateng tiap hari.


"Tunggu, jadi kamu beliin aku es krim di tempat yang sama tiap hari?"


"Iya."


"Apa alesan mas beliin aku ginian setiap hari?"


"Ya masa aku kesana tapi nggak beli apa-apa sih Ra?" Melihat Queen yang semakin mulai tak terkendali, Aska lalu menangkup ke dua pipi Queen. Membuat keduanya saling menatap dengan jarak yang dekat. "Udahlah Ra, jangan fikir yang negatif.. kasian baby di perut kamu. Oke?"


Ya, sebenarnya Queen belum bisa percaya, tapi bagaimanapun juga, hubungan tanpa kepercayaan akan sirna dalam waktu singkat. Karena Queen tidak ingin kehilangan sosok lelaki yang sangat dicintainya kini, maka Queen berusaha membuang jauh-jauh prasangka dalam hatinya. Biarlah kali ini Queen lepaskan, toh.. biasanya Aska selalu berhati-hati dalam menjaga sikapnya. Dan yang Queen yakini lelakinya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, yang mana nanti akan membuat hubungan mereka menjadi dingin dan hancur begitu saja.


"Kamu masak apa Ra?" Aska memeluk tubuh Queen dari belakang, sembari melangkahkan kakinya juga memaksa kaki Queen bergerak ke arah ujung kontrakan mereka, yaitu dapur.


"Em.. belum. Aku abis nyuci tadi, jadi capek banget. Istirahat sebentar terus kamu pulang."


"Oh.. yaudah nanti abis aku mandi kita beli di luar."


Aska terus memeluk Queen dari belakang hingga sampai di depan pintu kamar mandi, barulah Queen melepaskan rangkulan tangan suaminya.

__ADS_1


"Lho, kok di lepas, belom sampe dalem Ra?" Aska sedikit kecewa.


"Ngapain? Kan mas Aska yang mau mandi."


"Tapi kamu juga belom mandi kan? Mandi bareng aja lah..." Rengek Aska. Mata Queen memicing tak percaya, namun dalam hatinya ia senang. Lelakinya masih belum berubah. Sikapnya masih mesra dan manja kepadanya. Mungkin ini salah satu bukti, bahwa memang hanya fikiran Queen sendiri yang negatif.


"Ayok!" Satu tangan Aska menarik tangan Queen, mengajaknya masuk ke dalam.


"Enggak ah. Kerjaan aku masih banyak, bikinin teh manis buat kamu, siapin baju kamu, rapihin barang-barang kamu.."


"Oke oke.. aku kalah, aku mandi sendiri." Bibir Aska mengerucut, lalu mencium kening wanitanya sebentar barulah ia melangkah masuk ke dalam kamar mandi dengan senyum di bibirnya.


Queen bahagia, ia senang lelakinya masih miliknya dan seutuhnya hanya miliknya seorang. Seraya menunggu suaminya mandi Queen melakukan tugasnya seperti biasa. Hingga Aska selesai membersihkan tubuhnya, berganti Queen yang masuk ke dalam untuk mandi.


"Jangan lama-lama ya Ra, aku tunggu di depan."


"Iya bawel."


"Perlu beberapa saat untuk Aska menunggu sampai wanitanya keluar dari kamar mandi. Wajahnya yang nampak lebih segar dengan handuk yang masih melilit di di bagian atas tubuhnya, membuat Aska tak tahan untuk tergoda. Tapi Aska menunggu untuk menghukum mulut nakal Queen. Dengan tubuh yang baru menggunakan celana panjang dan sabuk, bagian atas tubuhnya masih belum tertutup kaos yang Queen sudah sediakan tadi.


Queen berdiri di depan lemari bajunya, masih memilih baju yang hendak di pakai. Tapi tangan Aska mengejutkan dirinya dari belakang, ia menutup pintu lemarinya, dan menampakan lelaki yang tengah memeluk wanitanya dari belakang di depan cermin.


"Mas.." Queen merasa geli dengan kecupan di lehernya.


"Apa?" Jawab Aska sinis. Ia memandang mata Queen dari pantulan cermin di depannya.


"Jangan gini dong, aku belom make baju ini."

__ADS_1


Queen berusaha melepaskan pelukan Aska.


"Tadi kamu bilang aku apa?"


"Apa?"


"Tadi, sebelum kamu mandi?" Tatapan tajam Aska membuat Queen sedikit takut.


"Aku cuma bilang kamu bawel doang." Jawabnya lirih. Seketika bibir Aska menempel erat di bibir Queen.


"Sekali lagi coba? Saya nggak denger."


"Kenapa sih mas, orang cuma gitu doang juga."


"Sekali lagi." Titah Aska.


"Bawel." Sahut Queen mantap.


Saat itu juga Aska membalik tubuh Queen, dan melumatnya dalam. Aska tidak marah. Inilah caranya menggoda Queen, sekaligus melampiaskan rasa yang membuncah.


Beberapa saat Aska ******* bibir wanitanya dengan panas. Sampai Queen kesulitan bernafas.


"Mas.. kenapa sih?" Queen bingung. Itu hanyalah masih sepele, tapi suaminya sampai berbuat demikian.


"Nikmatin aja Ra.." Sekali lagi Aska mencumbu wanitanya. Menikmati bagian atas tubuh wanita tersayangnya itu.


"Udah mas, nanti aku masuk angin lagi."

__ADS_1


"Begini dulu Ra, sebentaar aja. Aku masih pengen peluk kamu."


Aska mengeratkan pelukannya, memeluk Queen lebih erat sebisa mungkin. Rasa di hatinya masih begitu dalam. Ia tak ingin melepaskan, seandainya bisa ia ingin membawa Queen kemanapun ia pergi.


__ADS_2