Polisi Muda Tetanggaku

Polisi Muda Tetanggaku
perjalanan 2


__ADS_3

malam telah menjemput, Maghrib sudah berlalu ketika bis yang queen dan aska tumpangi perlahan mulai masuk dan berhenti pada halaman parkir yang begitu luas, dipenuhi dengan bis bis lainnya. semakin ramai orang yang terlihat saat ada bis lainnya yang ikut masuk dan berhenti.


diantara kendaraan-kendaraan besar yang terparkir itu nampak sebuah gedung layaknya restauran begitu besar dan luas. terasa lebih terang dikala di bandingkan dengan gelapnya langit yang memayungi jalanan disana.


"bangun ra..."aska menepuk pelan lengan gadisnya yang asik tertidur sejak tadi.


"em..." queen menggeliat, menggerakkan tubuhnya, merentangkan kedua tangannya yang saling bertautan, ke depan.


"bangun sayang.. sekarang waktunya makan."


ajak aska , sambil melipat selimut yang di kenakan oleh queen tadi, menyampirkan nya di atas sandaran kursi milik queen.


"makan... em.. aku juga udah laper" jawab queen. aska bangkit, menunggu queen mengenakan sandalnya. saat ia tidur tadi sandalnya ia lepas dan melipat kakinya di atas kursi.


saat queen bangun, aska membantu merapikan rambut queen yang sedikit berantakan.


"ayok! waktu kita nggak banyak." aska jalan mendahului queen, membimbing nya turun dari bis, seraya memandu queen menghampiri tempat makan prasmanan yang di sediakan oleh restauran tersebut.


"rame banget ya mas..." tutur queen.


mereka ikut mengantre, memberikan tiket bis mereka pada seorang pegawai yang bertugas. di sobeknya sebagian ujung kertas tiket tersebut. sebagai bukti kupon makan gratis mereka.


"pilih makanan yang kamu suka aja ya ra"


"apaan ya mas. ayam. tapi kecil gini." bisik queen, dan aska hanya tersenyum simpul.


"ini teh hangatnya." aska mengangsurkan segelas teh tanpa gula kepada queen. sesudahnya mereka berjalan mencari bangku kosong diantara deretan bangku panjang yang tersedia.


"begini doang ra makannya. kamu nggak pa-pa?" aska nampak risau.


"nggak pa-pa mas yang penting makan." jawab queen.


queen hanya mengambil nasi sedikit dengan ayam bagian paha berukuran kecil. sedangkan aska makan dengan nasi, bihun goreng dan kuah sop yang hanya berisikan irisan wortel, buncis dan potongan daun bawang yang lumayan banyak.


bisa di bilang itu hanya sepanci air dengan sedikit sayuran sebagai pelengkap warna dalam masakan. benar benar hanya berisikan air.


aska telah selesai lebih dahulu, ia meminum teh hangatnya nyaris tandas. disusul oleh queen, meski makanannya tidak habis. tapi Ia begitu menikmati teh hangat hambar di hadapannya.


"seger banget deh mas rasanya.." queen meletakkan gelas kosong bekas teh nya di atas meja.


"kamu suka?" tanya aska.


"lumayan. ada wangi teh nya meskipun nggak manis tapi terasa ringan di dalam perut. cocok banget untuk suasana kayak begini." jelas queen.


"oke. nanti di rumah saya bikinin yang kayak gini."


"bener ya.."


"iya..."


"aku mau ke toilet dulu ya mas, kalo di toilet dalam bis akunya kurang nyaman "

__ADS_1


"kenapa emang?"


"mereka kayak ngeliatin aku gitu, enggak tau kenapa sama aku." queen bingung.


"karena kamu cantik ra... harusnya kamu tuh cocoknya naik pesawat, nggak kayak gini, ikut naik bis biasa.." aska mulai tak percaya diri


"apaan sih mas. sama aja lah.."


"yaudah. buruan sana ke toilet. keburu bis nya berangkat lagi."


"oke"


queen menggeser bangkunya kebelakang, berdiri dan berbalik. berjalan menuju toilet yang letaknya agak jauh dari tempatnya duduk tadi.


seperti biasanya, toilet umum pasti ramai.queen ikut mengantri. ia santai dan tenang. tak seperti kebanyakan ibu-ibu yang tidak sabar untuk menunggu giliran.


setelah sekian waktu menunggu. akhirnya tiba sampai giliran queen. tidak lama waktu yang queen habiskan di dalam toilet, karena ia sadar. masih banyak orang yang mengantri di luar sana.


queen berjalan keluar dengan anggun. banyak pasang mata yang memperhatikan tubuh queen. meski hanya menggunakan t-shirt santai warna merah hati. di padu dengan celana jeans warna hitam. membuat kulit nya yang putih mulus nampak menyerap dengan warna bajunya. sangat mempesona.


bukannya bangga, queen malah risih merasakannya. queen berjalan kembali kemejanya yang tadi, saat ia meninggalkan aska yang masih duduk disana. tetapi kekasihnya itu sudah tidak ada.


pikiran queen mulai kacau. apalagi ia tidak membawa ponsel dan tak ingat nomor seri mobil bis yang mereka tumpangi. queen semakin gusar. saat mendengar nama bis yang sama dengannya akan berangkat dalam beberapa menit lagi. dia bingung harus bagaimana.


matanya masih sibuk menjelajah ke setiap sudut dari tempat luas tersebut. rasanya queen hampir putus asa. ingin ia menangis dan berteriak. sampai ia merasakan ada tangan yang menggenggam jemarinya dari belakang. dengan rasa takut dan waspada, queen menoleh.


"mas aska!!" ucap queen tegas.


"kemana aja sih mas. baru aku tinggal sebentar juga. udah ngilang aja." queen meluapkan kekesalan hatinya. yang membuat dadanya sesak.


"saya beli ini ra.. disana." aska mengangkat tangannya yang memegang bungkusan. selanjutnya mengarahkan kearah tempat ia membelinya.


aska mengerti keadaan queen kini.ia tersenyum menenangkan. menggandeng jemari queen beranjak keluar dari tempat tersebut menghampiri bis mereka.


tapi, bukannya naik. aska malah mengajak gadisnya itu duduk di pinggiran restoran tersebut. beralaskan keramik yang membentuk dua undakan tangga.


"nikmatin dulu udaranya ra.. nanti kalo udah mau berangkat baru kita naik." jelas aska.


queen hanya mengangguk menanggapi.


ada beberapa orang lelaki yang ikut duduk sejajar dengan queen dan aska. lelaki muda itu ikut memperhatikan interaksi keduanya.


"ada susu kotak juga mas" queen membuka isi bungkusan warna hitam yang aska beli tadi. melihat nya layak nya menemukan harta karun didalamnya. ingatkan, queen sangat suka camilan dan minuman manis.


aska hanya melirik sekilas. kemudian kembali fokus menatap layar ponsel di tangan nya.


"adiknya mas?" tanya lelaki muda di sebelah aska.


"hem?" aska melirik ke arah lelaki itu. "iya mas.." sambungnya.


"manis banget adiknya." celetuk lelaki muda itu lagi.

__ADS_1


queen tidak bereaksi. dia hanya diam kesal mendengar jawaban aska yang seolah enggan mengakuinya.


dirinya asik menyedot minuman susu kotak sedang yang ia temukan.


sedangkan aska tertawa ringan menanggapi lelaki itu.


"pulangnya kemana mas?" tanya nya lagi.


"ke Semarang kita mas." jawab aska.


"oh.. sama dong. boleh lah kapan kapan main ke tempat mas. ketemu sama adiknya."


"boleh." jawab aska asal dengan senyum misterius.


"boleh minta nomor hp adiknya nggak mas?"


queen dan aska sama-sama melirik.


"dia abis kehilangan ponselnya. kalo mau nomor saya juga boleh.." aska menawarkan.


"emang mas nya tinggal bareng sama ade nya?"


"kadang.. soalnya dia ngekost saya nya kadang di asrama."


"kerja nya apa mas?" lelaki itu mulai penasaran.


"dia masih kuliah. saya polisi."


"oooh.. polisi.. berat juga ya.." nampak terkejut. begitu juga dengan beberapa orang yang ikut mendengarkan mereka.


ketika sudah tidak ada pertanyaan lagi. aska mengajak queen naik ke dalam bis. di susul oleh beberapa orang lagi di belakang mereka.


karena pak sopir juga sudah naik dan duduk di balik kemudi bis. menandakan bis nya akan segera berangkat.


queen dan aska sudah kembali duduk di kursi masing masing.


"enak banget dia. baru ketemu sekali langsung minta. saya aja butuh perjuangan buat dapet nomor kamu." aska mendumal pelan. tangannya bergerak merapikan cemilan yang tadi ia beli di dalam keranjang dekat botol minumnya.


membuat queen tersenyum senang dengan mengunyah camilan yang aska buka untuknya.


**masih seperti biasa minta like and komen. tapi kali ini juga aku mau minta kalian mengklik ucapan selamat tahun baru.


haha.. kebanyakan minta nya ya.."**


❣️❣️❣️


💓💓


😘😘


😉

__ADS_1


.....


__ADS_2