
Aska p.o.v
minggu pagi langit begitu cerah di kota Semarang, seakan merestui pernikahan yang akan terjadi hari ini.
sejak kedatangan ku kemarin, ibu dan adikku sudah siap menyambut ku dengan menyiapkan keperluan yang akan kami pakai hari ini.
setelah bertemu dengan ibu dan adik perempuan ku. sorenya aku bergegas pergi ke kediaman abang is (panggilan akrab untuk iskarno) membicarakan tentang susunan acara yang akan di selenggarakan dari mulai pagi untuk akad nikah, dan di lanjut resepsi hingga malam.
segala persiapan aku lihat kembali, dengan niat tidak ingin ada yang mengganggu acara sakral ini.
meskipun hari ku begitu sibuk, dalam hati terselip nama queeneira, gadis yang sedang mengisi hari hari ku semenjak aku pindah ke tempat yang baru.
kemarin, terlihat jelas bagaimana raut kesedihannya saat aku pamit akan pergi meninggalkannya.
Tuhan, semoga kau slalu menjaga dan melindunginya. itulah yang slalu ku gumamkan saat mengingat gadis cantik itu.
tidak tahan akan kerinduan, aku sempatkan menghubungi nya sesaat setelah shalat maghrib usai. meski aku tau. saat itu mungkin gadis itu sedang menikmati malam minggu nya bersama lelaki yang berstatus kekasih nya.
dan sialnya jawaban yang aku terima atas pertanyaanku, membuat hatiku semakin bergemuruh karena merindukannya.
'mikirin kamu..' tidak tahukah gadis itu, bahwa aku disini juga slalu memikirkan nya.
__ADS_1
tapi perkataannya itu sejalan dengan pemikiran ku bahwa dia sedang bersama pacar nya. ' pasti cuma gombalan ' lirihku dalam hati.
dan benar saja, setelah jawaban yang ku kirim, tidak kunjung ia balas..
membuatku mengusap kasar wajahku. mencoba menghilangkan pemikiran tentang si cantik dengan cowok lain. andai saja saat ini aku masih di sampingnya, mungkin aku masih bisa melihat nya.
sampai, satu tangan di pundak ku membuat aku menoleh terkejut. seorang gadis muda yang usianya sama dengan ira berjongkok di belakang menyamakan tinggi badannya dengan ku yang sedang duduk bersila.
menyadarkan lamunanku tentang ira. "mas..." sapa nya, suara yang sering ku dengar lewat telfon saat kami berjauhan. aku tersenyum lembut menjawab sapaan nya.
"besok, udah siap kan mas?.." tanya nya dengan wajah yang antusias.
"insya allah manis.." jawab ku masih dengan tersenyum.
andai saat ini ira ada disini.. dan berdiri di posisi nisya.. dengan senang hati aku akan menerima nya. memberikan tanggung jawab ku sepenuh nya. tanpa paksaan dan melakukan segala upaya untuk membahagiakannya.
sayang nya, ira bukanlah gadis seperti nisya. ira gadis cantik yang hidup dengan gaya milenial, berbeda dengan nisya gadis manis yang hidup dengan keterbatasan dari orang tua, dan menerima semua dengan apa adanya.
setelah melihat semua persiapan dan tinggal untuk shalat maghrib sebentar, aku pamit pulang. memilih menutup hari ku yang melelahkan dengan tidur cepat.
tidak ingin wajahku terlihat lelah untuk hari sakral itu, dan tidak ingin memikirkan ira lagi.
__ADS_1
***
pagi ini, kami sekeluarga sudah bersiap, aku dengan pakaian batik coklat dan celana bahan senada dengan pakaian ibu dan adik perempuanku. sayang nya ayahku sudah meninggal sejak empat tahun lalu. beliau tidak sempat melihat momen berharga yang akan terjadi pada hari ini.
aku sekeluarga, menaiki mobil peninggalan ayahku, berangkat menuju kediaman nisya. dengan supir nya yang tak lain adalah kawan ku dan juga nisya di kota ini.
yah.. dengan perasaan gugup, aku tak mungkin mengendarai mobil ini. tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi dan merusak kebahagiaan seluruh keluarga yang terlibat.
kami tiba satu jam sebelum acara di mulai. semua nya sudah siap, tinggal menunggu pak penghulu yang sedang dalam perjalanan katanya.
aku masih belum juga menemui nisya. semua orang dilarang bertemu dengannya sebelum pak penghulu datang dan siap menikahkan. tradisi yang masih di pegang kuat hingga sekarang.
setelah semua hadir, dan duduk di posisi masing masing, dengan abang is sebagai saksi, dan ayah nya yang akan menjadi wali nikah nya.
semua orang tampak gugup. begitu pun aku yang melihat nisya duduk dengan pakaian adat jawa dan sanggul di atas kepala nya. membuat gadis itu terlihat kaku.
" saya terima nikah dan kawinnya nisya azzahra binti ismail dengan seperangkat alat shalat dan emas lima gram di bayar tunai." sebuah kalimat yang di lafalkan dengan satu tarikan nafas membuat seluruh saksi yang hadir mengucap kata "sah" "alhamdulillah"...
dan pak penghulu pun melafalkan do'a untuk kebahagian rumah tangga yang baru.
semua nya terasa lega, seakan beban berat hilang terangkat dari dalam hati.
__ADS_1
setelah kata amin terucap dari mulutku, teringat kembali dengan gadis cantik nan manja yang slalu hadir menemani kesendirian ku di pinggiran ibu kota.
"apa kabar kamu disana ira?. semoga allah senantiasa melindungi mu dimanapun kamu berada" lirihku dalam hati..