
saat pagi datang, queen bangun dengan mata sembab. kemarin air mata nya terus mengalir tanpa queen minta, membuat matanya bengkak dan sembab sekarang.
banyak pesan masuk yang ia terima dari semalam. mulai dari sekedar ucapan bela sungkawa, kata kata motivasi, atau dari dua lelaki yang sedang dekat dengannya. arya dan aska.
satu pesan baru dari arya ia baca lebih dahulu.
'yank.. hari ini aku datengnya maleman ya. lagi banyak praktek'
entah kenapa pesan itu sudah tidak ada artinya lagi. tidak ada getaran yang hatinya rasakan.
queen berfikir, bagaimana caranya mengatakan kepada arya tentang keadaan hubungannya saat ini.
tidak ingin menyakiti. dan tidak ingin ada kesalahpahaman untuk nantinya.
belom sempat queen membalas pesan dari arya. ponsel queen berdering, panggilan masuk dari tetangga. refleks, senyum queen mengembang. sorot matanya kembali berbinar. dengan cepat queen menggeser warna hijau di layar ponselnya.
"hallo mas.." sapa queen cepat.
"halo ra... gimana kamu hari ini?' tanya aska di sebrang.
"udah nggak papa kok aku. mas lagi dimana?"
"saya masih di kamar."
"oh... okeh. kenapa telfon aku?" queen seakan kehabisan kata. entah apalagi yang harus queen bahas.
"pengen tau keadaan kamu"
"oh... pas banget. aku nya lagi kangen, mas nya telfon aku. ahaha.." queen frontal, menggoda aska.
"eum.. nanti malem saya kesana. saya mau berangkat dulu. jangan lupa mandi ra.."
"okeh.."
aska menutup sambungan telfonnya lebih dulu. queen baru saja akan beranjak ke kamar mandi, saat tante queen memanggilnya.
"queen.. queen.. " panggil tante ratih sambil mengetuk pintu kamar queen.
"iya tan... bentar" gadis itu sedikit berlari, menghampiri pintu kamarnya.
"ada apa tan?" tanya queen yang sudah membuka daun pintunya.
"ada kiriman makanan untuk kamu. dari aska.. ko aska ? bukannya pacar kamu si arya?" tanya tante ratih seraya mengingat nama arya.
"pacar baru aku tan... yang kemaren nganter aku sama rindi. ganteng nggak ?" queen antusias bercerita kepada tante ratih.
"waduh! kamu.. berani bener main api queen. bukannya kemaren arya juga ketemu dia? hati hati kamu. entar kalo salah milih bisa berabe.. " jelas tante ratih panjang lebar.
"aku sih yakin nya sama yang ini tan.. semoga aja yang terbaik. aku minta do'a nya ya tante.."
"nanti. tante mau do'a yang banyak untuk papah kamu dulu. oh iya. mama mu belum dateng juga?"
__ADS_1
"ya kalo belom ada ya berati belom dateng lah , udah ah aku mau makan dulu."
queen menutup pintu nya, namun ia buka kembali.
"oh iya tante.. makasih ya" tanpa mendengar jawaban wanita cantik yang tidak lain adalah adik dari papa nya queen kembali menutup pintunya dengan hati yang gembira.
meski papa nya baru saja meninggal. queen mencoba mengikhlaskan nya. banyak kasih sayang yang sekarang ia dapatkan. perhatian kecil dari aska mampu menghangatkan hati queen. lebih dari apa yang orang tua queen dulu berikan.
queen dan arya sudah menjalin hubungan selama empat tahun. selama itu pula, setiap ada acara keluarga queen selalu mengajak arya. dan karna hal itu, hampir sebagian kerabat atau anggota keluarga queen tau arya, dan hubungan mereka.
dan tante ratih adalah adik bungsu dari ayah queen. dia satu satunya orang yang seolah mengerti keadaan queen sejak dulu sampai saat ini. wanita itu yang slalu menjadi tempat curhat queen tentang kedua orang tuanya.
membuat queen menjadi sangat dekat dengan nya.
****
kini queen duduk atas sofa dalam kamarnya, dengan makanan paket sarapan terpampang di hadapannya.
meski ada kursi, queen lebih nyaman duduk di atas sofa dengan kedua kaki yang menyilang.
satu tangannya sibuk mengetikkan pesan di layar ponselnya.
"mas... makanan nya udah sampe. makasih."
tidak lama balasan pesan dari tetangga masuk.
"iya. habis makan jangan lupa mandi. maaf seharian ini saya bakal sibuk".
"tapi mas jangan lupa janjinya ya??!"
"nanti saya usahain.".
queen tidak lagi membalas pesan untuk aska. tidak ingin mendapatkan kabar buruk lagi nantinya yang akan membuatnya tidak bertemu dengan lelaki pujaan nya saat ini.
***
seharian ini jadwal queen di penuhi dengan kedatangan tamu. mulai dari teman kuliah queen, teman satu jurusan atau teman satu universitas nya hadir. ya. queen memang termasuk cewek terkenal di kampus nya. wajah cantik ke barat baratan membuat wajahnya mudah di kenali. sikap nya nya murah senyum dan sifatnya yang ramah membuat siapa saja betah berada di dekat queen. termasuk cowok cowok yang sudah mengidolakannya semenjak masuk kuliah.
begitu juga dengan rindi yang datang sejak siang tadi. arya hadir saat hampir menjelang maghrib.
melihat arya yang seperti lelah karena padatnya jadwal kuliah nya membuat queen tidak tahan. ia mendekati arya, duduk di sebelah nya. memberikan minum dan hidangan cemilan yang ada.
saat acara pengajian akan di mulai, aska datang, tanpa menggunakan seragam dinas nya. rapih, wangi, dan tampan. membuat mata wanita yang melihat nya terpesona.
aska menghampiri queen yang duduk sejajar dengan arya dan rindi. menyapa mereka, tentu dengan sorot mata yang berbeda terhadap queen.
queen merasa cemburu saat salah satu teman kuliah nya mendekati aska dan meminta berkenalan.
"woy... mau pengajian ini. duduk yang manis" ketus rindi menampar pelan tangan iriana yang hendak bersalaman.
"wuidih, singa nya marah" celetuk arya.
__ADS_1
queen dan aska hanya diam saling berpandangan.
mereka tidak ikut masuk diantara tamu tamu pengajian.
kecuali aska, yang ikut berkumpul diantar bapak bapak yang duduk dengan kaki bersila. membacakan do'a do'a dan melantunkan ayat untuk sang almarhum.
queen memandang takjub laki laki pujaan nya.
begitu juga dengan tante ratih dan iriana.
berbeda dengan queen dan iriana, tante ratih memperhatikannya karena queen merasa yakin dengan lelaki yang di sebut pacar barunya. wanita itu tidak ingin keponakannya salah memilih.
usai acara mengirimkan do'a dan istirahat dengan menghidangkan makanan di atas piring piring.
bapak bapak yang menjadi tamu pengajian, mulai meninggalkan tempat satu persatu.
begitu juga dengan aska. dirasa semua sudah dibereskan rapih, aska pamit pulang.
"saya pulang dulu ya.." tutur aska kepada queen.
"langsung pulang? sebentar amat?" rengek queen.
rindi langsung menyela suara manja queen tadi.
"kenapa langsung pulang?" tanya rindi.
"saya mau langsung tugas lagi. komandan saya udah nunggu di depan" jelas aska.
sesekali matanya melirik queen. tapi arah pandang nya seperti berbicara dengan rindi.
"yaudah. aku anter ya sampe depan. siapa tau yang jemput cewek laen" nada suara rindi menggoda queen.
"jangan cemburuan gitu rin, ntar pergi loh pak polisi nya" ledek arya.
rindi hanya melengos tidak menanggapi. menarik lengan aska berjalan ke depan.
iriana yang melihat aska dan rindi keluar, ikut membuntuti.
belum sampai pintu gerbang iriana memanggil mereka.
"rin... tunggu." rindi dan aska menoleh.
"apaan?" jawab rindi tak sabar.
"elah.. galak amat. mau minta nomor hp si mas nya .. boleh nggak?" tanya iriana tanpa ragu.
"enggak. enak aja lu. udah ada yang punya ini. jauh jauh lu sono. hush hush.." usir rindi, yang malah mendapat umpatan dari iriana.
aska hanya tersenyum menanggapi. tapi, sikapnya itu ternyata di awasi oleh mata queen dari dalam.
ih.. si mamas, udah mulai tebar pesona .. gumam queen dalam hati.
__ADS_1