
tidak seperti hari biasanya. queen yang masih berada di atas ranjang aska pagi ini, terbangun dengan sendirinya tanpa gangguan suara atau goncangan karena tangan aska.
lelaki itu masih tertidur di sebelahnya. bedanya lengan nya itu tidak lagi memeluk queen. tapi jemari kiri queen masih di genggam erat oleh aska.
queen mengerjap. memaksa kesadaran nya untuk naik keseluruhan. tak percaya dengan pemandangan di hadapannya saat ini.
hembusan nafas aska yang bergerak teratur, membuat queen takjub. pasalnya, baru kali ini ia melihat kekasihnya itu benar benar terlelap. meskipun mereka sudah beberapa kali tidur bersama. queen tak pernah melihat lelaki itu tidur. yang ada malah queen yang selalu tertidur di awal dan menjadi terakhir saat bangun.
queen mengulas senyum simpulnya. bibirnya tertarik menipis dengan manis. melihat aska tertidur sungguh membuatnya semakin terasa hangat di hatinya.
wajahnya masih terlihat tegas. tanpa ada noda apapun di atas wajah nya. jemari queen bergerak refleks menyentuh pipi aska. mengusapnya perlahan, halus dan lembut kulitnya terasa di jari jari queen..
astaga.. bagaimana bisa , lelaki yang setiap harinya selalu bersentuhan dengan debu jalanan tapi kulit di wajahnya masih terasa halus. meski tidak berisi, tapi masih terasa kenyal.
queen semakin tertarik menjelajahi setiap inci wajah aska. menikmatinya saat pemiliknya masih bermain dalam dunia mimpi.
bergerak mulai dari keningnya , queen menarik lurus telunjuk di atasnya , perlahan dengan halus turun ke bawah, menyusuri tulang hidungnya yang tinggi. terus bergerak sampai pada bibir yang tengah tertutup.
bagian wajah ini adalah favorit queen. saat lelaki itu tersenyum. queen sama sekali tidak bisa berfikir. pandangannya hanya akan tertuju pada anggota wajah kekasihnya itu.
queen mengusapnya berganti dengan ibu jari. menarik lurus ibu jari nya ke samping. dari sudut ke sudut masih dengan gerakan perlahan.
semakin queen melakukannya, queen semakin merasa ada sesuatu yang mengalir dalam tubuhnya. aliran panas yang membuat jantung queen bergerak lebih cepat dari biasanya.
rasanya queen ingin memulai sarapannya dengan rasa manis dari milik aska itu. queen semakin tergoda, saat ia melakukan gerakannya berulang ulang. semakin cepat ia gerakan ibu jarinya mengusapnya dari sudut kiri ke sudut kanan. semakin intens pandangan queen menatapnya.
sampai ia tak sadar, bahwa sang pemiliknya sudah mulai terjaga, sorot matanya mengawasi tatapan tersirat queen dari atas.
aska sama dengan queen. merasakan jemari lembut membelai kulit bibirnya, membuat aliran darahnya menghangat, detak jantungnya juga bergerak, berpacu semakin cepat. membuat sisi kelelakiannya bangkit di bawah sana.
puncaknya, saat queen mengecup bibirnya pelan. melihat senyum queen mengembang membuat aska semakin tertarik untuk tidak melahapnya.
dua kali... kecupan itu terasa lagi. tapi kali ini dengan sedikit lumatan kecil yang aska rasakan.
semakin tertantang untung membalasnya, aska segera menggerakkan tangannya yang tadi menggenggam jemari queen.
memegang pundak queen, menahannya, saat queen hendak melakukan gerakannya lagi.
queen yang terkejut, melirik ke atas mencari manik mata aska.
melihat nya sudah terbuka, queen gugup. salah tingkah. akhirnya cengiran kuda yang menunjukan deretan giginya yang masih putih..
"eh... mas udah bangun..." tuturnya, membuat aska mengernyit.
aska menggeliat, berbalik posisi, menatap langit langit kamarnya. merentangkan kedua tangannya yang bertautan. setelah badannya terasa lentur dan mulai relax.. aska bergerak duduk di pinggiran tempat tidur. menurunkan kakinya ke atas lantai.
lelaki itu berbalik setengah badan, menghadap queen yang masih terbaring menyamping di belakang.
"jangan gitu lagi ya ra... belum sah.." suara parau aska terdengar semakin merdu di telinga queen.
sambil mengusap rambut queen. aska mengatakannya dengan pelan namun tegas. perkataannya layaknya perintah yang mutlak bagi queen.
menatap punggung belakang kekasihnya yang semakin bergerak menjauh, dan hilang dalam sudut belakang kamarnya menuju kamar mandi.
queen bergumam.
"ck.. sejak kapan ciuman butuh kata sah.. nggak inget apa dia, nyium gue waktu gue masih jadi cewek arya dulu. dasar.. alasan..."
__ADS_1
entah kenapa hati queen terasa jengkel. kesal dengan penolakan dari aska. kesal karena di abaikan. kesal.. kesal.. kesal.. pokoknya.
***
hari semakin siang,. queen masih berada di kamar aska, masih mager untuk mengayunkan langkahnya kembali ke kamar nya sendiri.
sedangkan aska tak ambil pusing dengan kelakuan queen yang begitu manja hari ini. bergelayut di lengan kekar aska dengan bibir yang mengerucut menatap wajah aska dengan sendu, saat ingin makan sesuatu dan meminta lelaki itu untuk membelikannya sendiri.
aska menurutinya, tapi menolak queen untuk ikut dengannya. alasan aska adalah.. karena queen belum mandi. "jangan pernah keluar rumah kalo kamu belum mandi!" tegasnya.
'emangnya gua bau apa ya...' rutuk queen dalam hati.
perut queen sudah terisi penuh. rasa kenyang nya kembali membuat matanya mengantuk.
queen rebahan di sofa dengan kepala yang berpangku pada paha aska.
melihat queen yang hendak tertidur kembali. aska mencubit hidung queen pelan.
"baru bangun, abis makan langsung ngantuk lagi aja kamu... males banget sih" ocehan aska terdengar tak bersahabat. "mandi sana.. kalo udah mandi kan enak.. bisa di ajak keluar..." lanjutnya.
membuat bola mata queen melebar seketika.
"mau keluar kemana mas???" queen antusias.
"keluar di sini aja. ngapain kemana mana..."
queen mencebik kesal. ia sengaja menjatuhkan kepalanya dengan keras di atas pangkuan aska. dengan mulut yang bergumam pelan.
aska tertawa melihat tingkah queen yang menggemaskan baginya.
"enakan juga keluar disini ra... kalo kemana mana mah diliatin orang. malu..."
queen menggerakkan tubuhnya menghadap ke tubuh lelakinya itu. menelusupkan wajahnya bersembunyi di lipatan paha aska.
terdengar erangan kecil dari mulut aska.
seketika itu juga tangan aska bergerak menahan wajah queen. mengembalikannya lagi ke posisi semula.
"jangan gini ra... kamu lupa saya lelaki..." tuturnya gemas.
queen yang jengkel tanpa menyadari apapun malah sengaja melakukannya lagi. mengusap usap wajahnya ke dalam lipatan paha queen degan cepat karena kesal.
"ir...rha.... emhhh..." bentak aska dengan gemas menahan sesuatu.
aska langsung mengangkat kepala queen memaksa nya bangun untuk duduk di sebelahnya.
"kalo susah di bilangin pulang sana!" nada tinggi aska membuat queen terjingkat kaget.
"galak amat sih mas..." wajah queen menyendu. sorot mata sayunya membuat aska salah tingkah.
"nggak gitu ra... tsk. biarpun saya lebih tua dari kamu tapi saya kan cowok normal ra... bisa khilaf kapan aja..." nadanya menenang. kata katanya aska ucapkan dengan pelan dan lembut. tangannya membelai rambut queen seolah memberinya pengertian.
"emang aku ngapain... aku nggak ngapa ngapain sih..." bibir queen mencebik. tatapan polosnya membuat aska semakin gemas.
"ah.. kamu ini. kalo ngeyel pulang aja lah.. saya ntar ada patroli malem. harus fit stamina saya. jadi jangan kamu ganggu."
arah pandangnya bergerak ke layar tv yang semula mereka tonton.
__ADS_1
"jadi aku di usir nih? aku di usir?" tegas queen masih menatap lekat mata aska.
"dih alah ira... jangan mulai deh..." bola mata aska berputar malas.
"ah.. mas.. ada cicak !!!..." queen berteriak , berjingkat mengangangkat ke dua kakinya naik ke atas sofa. dan tanpa sengaja tangannya menyentuh bagian bawah milik aska.
"iraaa..." teriak aska.
queen yang kembali terkejut karena suara aska, tidak mengerti dengan alasan kekasihnya itu.
"apaan sih mas..."
"kamu tuh....!" aska menunjuk dengan pandangan nya ke arah tempat tangan queen menyentuh.
queen mengikuti tatapan aska. diri ya baru menyadari ada sesuatu yang bergerak pelan di bawah tangannya.
"oh.. maap maap mas nggak sengaja" queen gugup, salah tingkah.. yang mana bukannya melepas kan tangannya, queen malah menggerakkannya seperti membersihkan sesuatu di atasnya
"ahh ira..." aska seperti tidak dapat menahan lagi. ia langsung menarik dagu queen bergerak mendekat dengannya.
melumatnya dengan nafsu, semakin mendalam saat mata mereka terpejam. aska seolah ingin memilikinya. semakin melumatnya dengan paksa dan dalam... queen tidak sanggup mengikuti gerakannya. semakin dalam dan intens.. bibir aska memaksa queen untuk menyerahkan semuanya. rela di jajah dengan lidah aska yang memaksa masuk tanpa permisi.
tempo lumatan aska semakin cepat, sampai ia menarik wajah nya menjauh dengan tiba tiba.
"cukup" suaranya pelan. "ini nggak akan cukup ra..." mata aska masih terpejam. tapi wajahnya menunduk. dengan tangan yang memegang bahu queen menahannya menjauh.
"pulang sana! saya mau mandi.." titahnya saat bola mata aska terlihat.
"yaudah si mas, mandi tinggal mandi." jawab queen se asalnya.
aska menggiring tubuh queen untuk bangun. membuka pintu dan mendorong queen keluar dari kamarnya.
"mas.. mas..." queen masih tidak mengerti dengan perlakuan aska.
" kamu pulang dulu. saya mau mandi." saat queen sudah di ambang pintu aska melepaskan tangannya. hendak bergerak menutup daun pintu.
queen menahannya "biasanya juga aku nunggu di dalem mas.."
"nggak.! pulang ! abis mandi saya mau ke tempat temen!!!" kemudian yang terdengar adalah gebrakan pintu yang aska tutup dengan kasar.
"mas jahat!!!" teriak queen dari luar.
yang mana malah menarik perhatian penghuni kontrakan lainnya.
"kenapa sih mba queen.. siang siang udah teriak aja. emang di apain ama pak polisinya?" ledek seorang ibu ibu tetangganya yang sedang membersihkan halaman depannya.
"eh engga bu. lagi becanda aja" jawab queen salah tingkah.
queen pun pulang ke kamarnya, masuk dengan cepat. rasanya malu mendengar ucapan ibu tadi.
"awas aja tuh mas aska. nggak bakal gua mau di ajak kerumahnya lagi." gumam queen yang masih berdiri menyandar pada daun pintu kamarnya.
*maaph ya lama up nya. waktunya terbagi bagi. akunya juga hobi baca soalnya.
tapi masih boleh minta like nya kan...?? jangan lupa koinnya, buat yang berlebih...
❣️❣️❣️❣️💓💓💓💓💓
__ADS_1
😘😘😘