
paginya, queen bangun dengan semangat. tidak perduli selarut apa dya semalam tidur, queen harus bangun pagi, dan sudah rapih sebelum aska datang menjemput.
ini baru jam 06.30. tapi queen sudah menyelesaikan semuanya. kecuali sarapan.
siapa tau nanti mas aska akan mengajak nya sarapan bersama.
rasanya bakalan canggung kalo sampe queen menolak tawaran itu.
tanpa menunggu lama, queen melihat aska berhenti di depan pintu gerbang dengan menaiki motor racing layaknya pembalap liar. queen berlari menghampirinya dengan ragu.
"mas aska?" sapa queen. aska membuka helm nya. wajah tampan nya sedikit terlihat lusuh. matanya agak sayup.
"mas aska baru pulang?" tanya queen lagi.
"iya.. dari polsek saya langsung kemari." jawab aska. senyumnya mengembang. melihat gadisnya sudah rapih dan hem... tercium harum.
"terus, kita jadi pergi nggak nih?"
"jadi lah.. pamit dulu, baru kita berangkat. " aska yang hendak turun dari motornya, mendadak lengannya di tahan oleh queen.
"nggak perlu. aku udah bilang kok sama semua penghuni rumah tadi pagi."
tanpa permisi, queen sudah duduk di belakang aska . menyambar helm yang tadi ada di bagian depan.
"langsung jalan aja yuk mas.." ajak queen.
"semangat banget sih kamu" aska kembali memasang helmnya. suara bising dari knalpot itu membuat telinga queen terasa penuh. tidak dapat mendengar suara apapun lagi selain suara berisik itu.
selama perjalanan queen dan aska sama sama tidak bersuara, queen hanya diam dalam kenikmatan, memeluk punggung aska dari belakang. wangi parfum maskulin masih terasa, meski ia belum ganti baju sejak semalam.
aska menepi, menghentikan laju motornya di depan sebuah warung. tertulis jelas tulisan. *nasi uduk* membuat queen yakin, mereka akan sarapan disini.
mulanya queen akan turun, sampai suara aska mengatakan.
"ngga usah. tunggu disini aja" pinta nya.
karna hanya sedikit orang yang mengantri, dan entah kenapa aska lebih dulu di layani di bandingkan orang orang yang sudah datang lebih dulu. membuat queen tidak perlu menunggu lama.
"cepet banget mas.."
"ngapain lama lama, orang yang jualan nya juga udah tua" queen melongo mendengar jawaban aska.
"oh... jadi kalo masih muda mas nya betah lama lama?" queen marah.
"mungkin...." jawaban aska membuat hati queen semakin kesal.
selama sisa perjalanan queen tidak lagi memeluk aska. tangannya hanya terlipat di depan dada nya. aska yang melihat wajah masam queen dari spion malah tersenyum senang.
***
sesampainya di tempat aska menghentikan motornya, menyuruh queen turun di lingkungan yang amat sangat familiar untuk queen.
"kok, kita kesini sih mas...?" tanya queen bingung. alih alih mengajak nya ke taman atau ke tempat hiburan. aska malah membawa queen pulang ke kontrakannya.
"kenapa emang?" aska membuka kunci pintu kamarnya. dan masuk terlebih dulu, di susul queen yang masih dengan ekspresi masam nya.
"ah elah... aku kira mau kemana , tadi aja aku nggak usah rapih rapih begini." queen mendudukkan dirinya di atas sofa.
aska menutup pintu kamarnya, tidak ingin ada tetangga yang lewat dan sibuk ngobrol sama queen nantinya.
"duduk diem diem. jangan nangis" titah aska , sambil ngeluyur kearah belakang. hendak mandi.
selepas dari ritual mandinya yang hanya lima menit, di tambah make baju lima menit. aska membawa makanan yang tadi ia beli, ke tempat dimana queen berada.
"sarapan dulu. " aska membuka ke dua bungkusan.
"aku nggak mau makan." tolak queen.
"iyaudah , saya makan sendiri." jawab aska, yang mana membuat queen semakin kesal.
"aku mau pulang ajalah." ancam queen. seketika aska menghentikan gerakan tangan yang hendak menyuapkan makanan ke mulutnya.
"kenapa sih ra?" tanya aska lembut.
"mas nya ngeselin.."
__ADS_1
"kenapa? kamu nggak suka saya ajak pulang? atau nggak suka makanannya?"
"enggak tau!" jawab queen ketus.
"yaudah, saya minta maaf kalo gitu. " aska menatap manik mata queen. "ayok makan, saya suapin. mau?" aska membujuk.
queen mengangguk pelan. malu. aska tersenyum kecil menanggapinya gemas.
aska menyuapi gadis manja dihadapannya bergantian dengan dirinya sendiri.
"ra..." panggilnya di sela sela acara makan mereka.
"hem.."
"banyak yang nanya, kapan kamu mutusin arya?"
"siapa yang tanya?"
" orang yang tau hubungan kita!"
"emang kata siapa aku bakal mutusin arya?" pertanyaan queen membuat aska tertohok. tangan nya kembali berhenti menyendokkan isi makanan.
"terus?" aska menghentikan gerakannya. menatap mata queen lekat.
"nggak tau. liat aja nanti."
rasanya hati aska begitu teriris mendengar pengakuan queen yang seenaknya. bahkan raut wajah queen sama sekali tidak terlihat berfikir. aska benar benar tidak berdaya menghadapi gadis labil di hadapannya ini.
"bukannya kemaren kamu udah setuju ra, waktu terakhir kali kamu tidur disini.?" aska kembali menyuapkan makanan kedalam mulut queen.
"abisnya mas aska lebih milih anaknya tukang nasi uduk dari pada aku?"
"ha??? apa ra?"
"tadi mas aska sendiri kan yang bilang kalo yang jualannya cewek cantik mas aska betah lama lama. pasti mas sama ibu nya udah ada sesuatu. buktinya, tadi mas aska di layanin duluan." alibi queen.
"ya ampun ira... itu cuma bercanda. masa gitu aja kamu anggep serius ?"
"siapa yang tahu kan mas,..." queen mengedikkan bahunya. seolah tidak ingin mendengar alasan apapun dari aska.
"yaudah aku pulang aja" queen yang awalnya hanya meledek, kini malah ikut tersulut emosi saat aska meninggalkan nya tidur.
aska bangun. memutar kunci dan kemudian menarik keluar dari lobangnya.
"nanti kalo saya udah bangun. baru saya anter pulang".
queen merengut. air matanya hampir menetes menahan kesal di hatinya.
kenapa jadi begini sih. .. gumamnya dalam hati.
queen mengangkat kedua kakinya di atas sofa. menyembunyikan muka nya di antara dua lututnya.
tangisan nya mulai pecah.
meski queen sudah menahan nya, tapi malah membuat nya semakin terisak.
semakin banyak air matanya yang keluar, membuat wajah dan celana nya basah.
queen masih mencoba meredam suara tangisnya, sampai ia merasakan dua tangan yang memeluk tubuhnya.
satu kepala berada di atas pundak nya, menempel dengan sisi kanan kepalanya.
queen masih enggan mengangkat kepalanya, saat lelaki di dekatnya itu meminta maaf dengan nada yang parau.
"jangan nangis sayang. saya minta maaf " bisik nya lembut.
tak tahan, queen mengangkat kepalanya , yang membuat pelukan mereka terlepas. mata mereka saling menatap lekat . saling menyelami perasaan orang di hadapannya.
queen mendahului memeluk aska. dadanya terasa sesak. kenapa queen bisa sesakit ini. padahal aska tidak melakukan sesuatu yang kejam.
hanya di tinggal tidur, tapi queen bisa semarah ini.
aska kembali membisikan kata maaf di telinga queen.
suaranya parau, seperti ada beban berat yang ia tanggung. melihat wanita nya menangis membuat aska merasa bersalah dengan teramat sangat.
__ADS_1
queen melepaskan pelukannya. membiarkan aska mengusap air mata di wajah nya, sedikit kecupan di kening, queen merasa tidak cukup.
queen melingkarkan lengannya di leher aska. memangut bibir lelaki itu pelan dengan satu kecupan. kini, giliran aska yang tak puas hanya merasakannya sekali.
ia membalasnya dengan kecupan kecupan lembut di bibir queen, yang lama lama semakin panas. membuat mereka saling membalas kecupan , berganti dengan lumatan pelan di bibir bawah queen.
queen menikmatinya , hasrat nya semakin tergoda. begitu juga dengan aska. bibir queen seperti ada candu. membuat aska tak ingin berhenti mengintervensi. melumat bibir atas dan bawah queen secara bergantian. queen juga membuka sedikit mulutnya saat aska menggigit pelan bibir bawah queen.
queen sudah ahli dalam melakukan nya, ia bahkan tau setiap kode yang di maksud pasangannya. ingat. ia hanya melakukannya dengan arya dulu. tapi sekarang, queen menolak keinginan arya.
berbeda dengan aska. queen membiarkan lidah aska menjelajah isi dalam mulutnya. mengabsen satu persatu. membuat queen pasrah.
rasanya, aska semakin agresif melakukannya, meski masih di tahap yang lembut, tapi aska seolah tidak ingin melepaskannya. mungkin karena lenguhan suara queen yang menggoda, atau gerakan jemari queen yang masuk kedalam kaus, membelai lembut punggung belakang aska . membuat aska semakin bergairah.
aska mengganti posisinya yang semula jongkok, kini bangun masih dengan ciumannya. mendorong pelan tubuh queen hingga bersandar di pinggiran pegangan sofa.
aura lelaki nya semakin kuat queen rasakan. setiap queen membelai lembut kulit punggung aska. lelaki itu seperti tidak bisa mengendalikan dirinya lagi.
ciuman nya semakin dalam dan memaksa. aska seperti melepaskan hal yang selama ini ia pendam.
sesekali ia mengambil nafas, tapi kemudian ia lakukan kembali ciuman panasnya. memaksa queen semakin dalam dan semakin bergairah..
aska memberi jeda, tap tubuhnya yang awalnya berada di atas queen, kini berdiri . tangannya bergerak, membuka kaus miliknya. kemudian merapatkan kembali bibir nya dengan bibir queen.
queen yang terkejut dengan sikap aska. hanya diam dan menikmati kejantanan dari ciuman lelaki itu.
tangan aska mulai bergerilya. membelai lembut kulit leher queen. membuat queen kembali melenguh dengan suara yang menggoda.
satu tangan aska mulai membuka dua kancing atas kemeja queen. membuat belahan dada nya terlihat. meski masih tertutup bahan lainnya. aska mer*mas sebelah daging yang menggunung milik queen.
"eummhh..." suara queen sangat menggoda aska. membuat hasrat nya semakin kuat. aska memejamkan matanya , setiap mendengar queen melenguh.
satu tangan aska kembali membuka dua kancing kemeja milik queen.
yang berhasil membuat kain yang menutupinya terlihat jelas.
aska melepaskan ciumannya, hendak menelusupkan tangannya ke dalam daging yang menggunung itu.
tapi mata aska memandang isi dalam kemeja queen dan mata queen secara bergantian.
hingga akhirnya aska bangun dari atas tubuh queen.
duduk di satu sofa yang sama dengan queen. queen ikut duduk di sebelahnya, memandang mata aska penuh pertanyaan.
"kenapa mas?" tanya queen tak tahan .
"maaf ya ra.. saya hampir kelewat batas" aska mengusap lembut pucuk kepala queen. membantunya mengaitkan kembali kancing kemeja queen yang tadi ia buka.
aska merebahkan kepalanya di atas pangkuan queen yang masih terdiam.
"belum waktunya sayang... jangan coba goda saya lagi ya...saya nggak tau sampe kapan saya sanggup nahannya".
pandangan aska tak tentu arah. seperti menelaah sesuatu.
tak lama aska memilih memejamkan matanya . berusaha untuk tidur dia tas pangkuan gadis tersayang nya saat ini.
queen tersenyum melihat tubuh aska tanpa kain yang menutupinya.
pemandangan yang indah dan langka. pikirnya.
❣️
❣️
❣️
❣️
❣️
maaph ya kalo cerita nya bikin bosen.
**aku cuma minta like dan koment nya. nggak mau yang aneh aneh kaya si queen.
🤭🤭😅
__ADS_1