
aska melirik jam dinding kamarnya dari atas kasur, setelah berlama lama di dalam kamar mandi menumpahkan rasa sakit hatinya karna ucapan queen tadi.
sudah lebih dari dua jam queen meninggalkan kamar kontrakannya. entah dimana gadis itu berada sekarang.
aska meraih ponselnya, masih tidak ada notif pesan atau panggilan dari queen. aska tau, pasti queen sangat marah dan kecewa atas kelancangannya pada hubungan queen dengan arya. tapi, itu semua ia lakukan untuk memudahkan queen lepas dari posisi sulitnya .
siapa yang akan mengira kalau ternyata queen tidak suka dengan perbuatannya.
aska memutuskan meminta nomor telepon rindi pada iskarno. setelah mendapatkannya aska langsung mengirim sebuah pesan.
"rindi. ini saya aska.. tadi queen pulang sendiri. kamu tau queen sekarang ada dimana?"
tanpa basa basi aska langsung pada pokok permasalahan di pikirannya.
butuh waktu sepuluh menit, sampai rindi membalasnya.
"aku nggak tau bang. aku udah di rumah soalnya, di telfon juga nggak di angkat."
"oh.. oke terima kasih" jawab aska cepat.
fikirannya semakin berkecamuk. semoga saja tidak ada hal yang terjadi pada queen. dalam hatinya.
aska sangat menyesal melepas kepergian queen begitu saja. kenapa juga ia ikut tersulut emosi tadi. seandainya queen tidak mengungkit hubungannya dengan nisya mungkin tidak akan seperti ini.
hati aska seperti tertancap saat queen meragukan cinta untuk dirinya. queen tidak tau seberapa dalam hati aska untuknya, sampai rela menjadi orang ketiga dalam hubungan gadis manja itu.
aska sadar, queen masih labil dalam hidupnya, tapi ia tidak mengira queen akan mengingat jelas setiap perkataan yang ia ucapkan dulu. dulu... saat aska belum menyadari seluruh hatinya untuk queen.
aska tidak ingin ada yang terluka. untuk itu aska menolak menjalin hubungan dengan queen, siapa yang tau kalau akhirnya hanya karena satu kecupan di bibirnya dari queen menyadarkan aska bahwa hatinya sudah di ambil oleh queen.
26 tahun, bukankah itu waktu yang sangat muda bagi seorang pria untuk kehilangan seluruh hatinya. apakah sudah cukup matang untuk bisa membuat dirinya menjadi imam dalam keluarga kecil bersama queen.
pikiran aska terus berputar. mencari cara yang tepat untuk memiliki queen seutuhnya. apa bisa queen menerima pinangannya tanpa penolakan atau perdebatan seperti yang biasa terjadi.
ahhh... kemana momen indah tadi pagi. saat queen dan aska saling melumat bibir pasangannya. kemana perginya gadis manja yang selalu mengganggunya setiap aska baru pulang dinas.
biasanya queen ada di sebelah kamar nya. tapi kali ini entah pergi kemana gadis itu, semakin membuat hati aska semakin tidak tenang.
dengan cepat aska kembali mengetikan jarinya di atas layar ponsel. mengirim sebuah pesan kepada rindi.
"rin... tolong cepat kabari saya, kalau kamu udah tau keberadaan queen"
sahabat queen itu tidak menjawab pesan dari aska, hanya membacanya. dia sendiri juga sudah sibuk dengan tugasnya, mendapat pesan seperti itu seperti sebuah perintah baginya.
lanjutlah ia berselancar dengan benda kotak persegi panjang itu. mencari informasi keberadaan queen.
********
di sisi lain. queen berada di dalam kamar arya. lepas pergi dari kamar aska , tempat yang ada di pikirannya adalah bertemu dengan arya. dia benar benar khawatir dengan keadaan arya.
__ADS_1
"queen... kenapa harus begini sih?" tanya arya kepada queen yang kini duduk bersebelahan dengan nya di atas kasur kamar arya.
arya jelas terlihat sedang terluka. wajahnya kusut, matanya masih sembab. saat queen datang, arya masih menangis tanpa suara.
"aku juga nggak tau ya.. aku bener bener nggak sadar kalo hati aku udah bukan punya kamu lagi. mungkin kemaren aku cuma ngerasain sekedar cinta monyet sama kamu"
queen mengatakannya tanpa melihat wajah arya. dia menunduk, memandangi telapak kakinya yang tak beralas di dalam kamar arya.
"sekarang aku tau queen, rasanya jadi kamu lima tahun yang lalu. waktu aku dengan santainya jadiin kamu sebagai bahan taruhan. ternyata begini queen." arya kembali meneteskan air matanya.
queen menggenggam tangan arya. menyalurkan semangat untuknya.
"aku minta maaf ya, kalo mungkin ada kata yang bikin kamu sakit karena aska tadi.
aku bener bener nggak tau kalo dia bakal ngomong langsung sama kamu. sikap orang dewasa selalu nggak terduga ar..." tutur queen lembut.
"dia nggak salah queen. kamu bener bener beruntung dapatin cowok kaya dia. nggak kaya aku yang nggak bisa jaga kamu dengan bener".
arya tertunduk dengan wajah yang ia tutupi dengan satu telapak tangannya. dan satunya di genggam erat oleh queen.
"it's okey ar... kita tetep bisa berteman kan? kita lupain yang udah terjadi sama kita. kamu tetep teman spesial di hati aku" queen menghibur arya.
"please queen.. kamu boleh lakuin apa aja sama aku. tapi kamu nggak bisa minta aku lupain kamu. kamu itu wanita terindah dalam hidup aku. nggak mungkin ada yang bisa gantiin kamu nantinya queen." aska menatap lekat wajah queen.
dia kembali mengusap wajahnya mencoba menghilangkan hasratnya saat melihat bibir queen.
tapi sekarang. queen sudah bukan miliknya lagi.
akan jadi apa arya nanti di pikiran queen kalau sampai berani melakukan hal itu kepadanya.
*******
queen masih betah betah berada didalam kamar arya sejak beberapa jam yang lalu.
ia sudah tidak merasa canggung. mungkin karena sudah lama rasa di hati queen untuk arya berubah.
arya juga tidak keberatan jika waktu yang seharusnya ingin sendiri, harus di temani oleh queen. gadis yang membuatnya patah hati dan hampir hilang kendali seharian tadi.
asik mendengar lantunan musik dari avril lavigne , queen malah tertidur di dalam kamar arya.
arya yang menyadari nya hanya tersenyum simpul.
'gimana bisa cewek ini tidur di tempat gue yang abis dia bikin patah hati. dia nggak takut gua makan apa ya...' gumam arya.
jam sepuluh malam. setelah dua jam queen tertidur, arya memberitahu rindi tentang keberadaan queen.
dia tidak ingin ada kesalahpahaman yang muncul nantinya antara dia dan pacar baru queen.
benar saja, dengan cepat aska sudah berada di halaman rumahnya dengan mobil pribadi. aska menghubungi nomor ponsel arya yang ia dapat dari rindi.
__ADS_1
begitu ia tau queen tidur di kamar arya, hatinya langsung berkecamuk antara cemburu dan khawatir.
arya mempersilahkan aska masuk, di rumah itu hanya ada arya dan pembantu rumah tangga.
dengan tenang aska meminta izin arya untuk membawa queen pulang.
"makasih ar.. udah jagain queen." ucap aska sembari menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah queen. memandangnya dengan senyum.
"iya bang... tolong kasih gua ruang buat tetep berteman sama queen. gua belom bisa ngelepas dia sepenuhnya." arya berdiri di depan pintu kamarnya .
"nggak masalah selama kamu tau batasnya. maaf juga kalo saya ngerebut queen dari kamu."
queen masih tertidur saat aska menyelipkan tangannya di tengkuk leher dan lipatan kaki queen. menggendong tubuh queen ala bridal.
arya hanya tersenyum getir, menjawab pernyataan dari aska. mengikuti langkah lelaki yang lebih tua darinya, yang sedang menggendong gadis kesayangannya.
arya membukakan pintu mobil sebelah kiri depan. yang kemudian di susul aska mendudukkan queen di bangku sebelahnya saat dia menyetir.
"oke. saya pamit. pesan saya, jangan terlalu larut bersedih. banyak cewek yang bisa kamu dapetin kalo kamu mau buka hati kamu." aska menepuk pundak arya yang berdiri dengan lemas.
senyumnya masih sama getir, saat menjawab pesan dari aska. sungguh lelaki dewasa yang santai. dalam hati arya memberikan kesan pada aska.
arya melambaikan tangannya pelan. memandangi bagian belakang mobil milik aska. hatinya begitu terenyuh mengingat sikap lelaki itu pada queen .
arya memegangi dada nya yang masih terasa ngilu melihat tatapan aska pada queen. tatapan seperti memuja.
dengan memejamkan matanya arya berdo'a . semoga ia dengan cepat bisa melewati rasa sakit ini.
π
β£οΈ
π
β£οΈ
π
β£οΈ
πͺ
πͺ
πͺ
*selalu minta like nd commen kalian ya... semoga suka.
.maaf masih banyak kekurangan dalam penjabaran ceritaπ
__ADS_1