
aska masih setia berada di rumah ayah queen hingga malam hari.
saat di adakan pengajian pun, aska dan arya ikut membenahi piring kotor bekas suguhan makanan.
queen dan rindi berada di dalam kamar queen, aska yang ingin pamit pulang, bertanya kepada tante nya queen. meminta izin untuk menemui queen di dalam kamar nya.
di temani arya sebagai penunjuk jalan, mereka berjalan dan masuk ke dalam kamar.
dilihatnya queen yang sedang merebahkan tubuhnya di atas kasur. meski manik matanya terbuka tapi badannya terlihat lelah dan lemah. sungguh pemandangan yang membuat hati aska terenyuh.
"sayang..." panggil arya, membuat queen dan rindi menoleh. bangun dari tidurnya.
"eeumm" queen menanggapi meski dia tersenyum. masih terlihat sendu di matanya.
"pak aska mau pamit" tutur arya yang mana membuat hati queen semakin sedih.
" dia masih muda woy, enak banget lu manggil dia pak" rindi ketus.
"gapapa rin.. sama aja kok. " aska tersenyum menanggapi. kemudian ia tujukan arah pandang nya ke queen.
"saya pamit pulang ya.. udah malem. " rindi bangkit, dan berdiri di sebelah aska menggeser tubuh arya dengan kasar.
"santai aja keles... gua masih doyan cewek" sungut arya, yang hampir terjatuh.
"aku anter mereka ke depan dulu ya.." queen berkata pada arya, dan bangun menghampiri rindi dan aska. tubuhnya goyah, karena terlalu lemah. queen belum makan apapun sejak dari siang.
aska sengaja tidak menggerakkan tangannya untuk menangkap queen. karena ia tau, itu terlalu mencolok dan membuat arya curiga.
ia juga sengaja membiarkan arya yang menangkap dan memapahnya kembali berdiri.
"kamu tiduran lagi aja. saya bisa keluar sendiri kok" ucap aska. hati queen semakin ngilu mendengar penolakan aska.
padahal dirinya butuh sedikit kehangatan dari aska. tidak. sedikit rasanya tidak cukup. andai tidak ada arya disini. pasti queen tidak mengizinkan aska untuk pergi.
rindi melihat jelas kesedihan di raut wajah queen. dirinya memutar otak untuk membuat mereka mempunyai waktu berdua. meski sebentar.
__ADS_1
"emmm.. ya. lu udah nyapa eyang belom?" tanya rindi, membuat arya menoleh.
"iya! gua lupa. gua belom ketemu sih.. dimana eyang nya?" arya antusias.
"ada di kamarnya, kayanya dia kurang sehat deh.. sebagai calon dokter, lu bantuin eyang dong" rindi mengedipkan mata pada queen, sebagai kode.
"aku nemuin eyang dulu ya yank. nanti aku kesini lagi. " arya mengecup kening queen, yang kembali berbaring miring di atas kasur.
"lu jangan balik dulu rin kalo gua belom balik kesini. kasian queen gua sendirian." sambungnya sebelum pergi meninggalkan kamar. yang di jawab dengan kata "oke".
aska yang sedari tadi berdiam diri, hanya melihat mereka. rasanya ingin segera ia menarik arya, saat lelaki itu mendekati gadis kesayangannya. tapi ia tahan kuat kuat. agar ia tidak melakukannya.
"queen gue ke kamar mandi bentar ya" pamit rindi. alih alih pergi ke kamar mandi yang ada di dalam kamar. rindi malah memilih keluar pintu kamar. meninggalkan aska dan queen berdua.
"mas..." panggil queen kembali terduduk. suaranya parau dan sangat lemah. sorot matanya terlihat meminta.
lelaki itu mendekat ikut duduk di sebelah queen. aska mengusap pucuk kepala nya lembut. tapi saat ini queen butuh pelukan dari lelaki di hadapannya.
aska menerimanya, kembali mengusap rambut queen.
"disini aja mas.. please.." pinta queen dalam isaknya.
"nggak bisa ra... nggak enak sama yang lain. besok pulang dinas, saya kesini lagi.. boleh?"
aska membujuk, dia tau queen butuh kelembutan. jadi ia bicara dengan selembut mungkin. bahkan ia meminta izin queen untuk menjenguknya kembali. padahal ia tau, queen akan menerimanya dengan senang hati.
tapi itu di butuhkan untuk mengalihkan perhatian queen. agar membolehkan aska pulang.
"iya.. janji ya mas dateng lagi?"
"iya sayang..." aska melepaskan pelukan mereka. tidak ingin berlama lama. takut arya kembali.
kedua tangan aska memegang pipi kiri dan kanan queen. menangkup, menariknya pelan mendekat, ketika aska ingin mengecup kening queen. ia hentikan mengingat arya juga melakukannya tadi.
alhasil, ia tempelkan bibirnya di atas bibir queen.
__ADS_1
pelan.. dan dalam..tidak ada lumatan atau paksaan.
aska melepaskannya, memandang manik mata queen, yang kini sedikit berbinar.
senyumnya sudah mengembang tulus. tidak kaku seperti tadi.
"maaf ya ra... " queen tertawa kecil.. ia kembali memeluk aska.
"ngga papa mas.. aku suka." memberi jeda.
"makasih ya mas.. udah temenin aku. besok aku tunggu" tuturnya, kemudian melepaskan pelukannya.
aska sedikit tenang melihat queen sudah tersenyum.
tidak lama rindi dan arya masuk . sebelum mereka masuk. rindi memberikan kode dengan teriak "i'm coming...." seru nya.
aska pamit kepada queen dan menyalami arya dengan gaya laki laki.
rindi memandang jengah. memilih menarik lengan aska, melambaikan tangan kepada queen. "gue anter cowok ganteng dulu ya..."
ucap rindi. rasanya queen ingin sekali melemparnya dengan bantal.
kini tinggal queen dan arya di dalam kamar.
"kamu ngantuk yang.. tidur dulu ya. aku temenin" titah arya. membuat queen mengangguk dan kemudian memejamkan matanya, masih dengan senyumnya.
entah arti apa dalam senyuman nya queen. tapi arya ikut tersenyum melihat queen.
ia tidak tau apa yang membuat wanita nya itu berbinar.
❣️
❣️
❣️
__ADS_1
❣️