
"rin... nginep di tempat gue yuk!" ajak queen dalam sambungan telfon bersama rindi.
kebiasaan baru queen sebelumnya yang tidur selalu di temani aska membuat queen merasa kehilangan. apalagi semenjak hubungan queen dan aska mulai dingin. queen tidak lagi mau meminta aska menemaninya, di tambah aska yang harus dinas malam, membuat mereka semakin banyak alasan untuk semakin menjauh.
sudah hampir satu minggu, aska dan queen berjauhan. puncaknya adalah malam ini. malam minggu. biasanya saat queen dan arya masih pacaran dulu, dia tak pernah kesepian. arya selalu mengajaknya keluar untuk mengisi kekosongan. setelah pulang, akan di sambut aska dengan wajah datar nya yang cemburu menanti kepulangan queen bersama kekasihnya pada saat itu.
"nggak bisa queen, gua lagi di Bandung. lu minta temenin pacar aja sih. punya pacar kok di anggurin." jawab rindi meledek.
"ck. gua nggak pernah ngasih dia anggur ya. sorry aja. keenakan dia nanti kalo gua kasih."
"apa banget dah elu queen. terserah lah. gua mau shopping shopping dulu ya my friend. byeee...."
"jangan lupa oleh oleh buat gue..... " teriak queen. berharap rindi mendengarnya sebelum ia sempat mematikan ssmbungan telfonnya.
queen menggerutu tidak henti hentinya, rasanya saat ini ia sangat menyesali keputusannya untuk melepas arya dulu.
"ah ilah... peduli amat tentang hati. harusnya dulu arya tetep gua pertahanin aja. daripada kaya gini, punya pacar tapi nasibnya sama kaya jones. masih mending juga jones, bisa maen ama temen temennya.. lah gue???"
tidak lama, emosinya itu ia alihkan ke gadget pribadinya.
tidak ada notif dari lelaki yang ia tunggu tunggu sejak tadi. hanya ada arya yang selalu siap menemani queen meski hanya sekedar chating.
"jalan ama arya aja kali ya. bodo amat soal mas aska.." jarinya meluncur asik mengetikkan setiap kata, untuk mengajak jalan arya. mengusir sepi malam minggunya.
tidak butuh waktu lama, arya datang dengan motor sport warna hitam yang dulu menjadi alat antar jemput bagi queen.
kehadiran arya di hadapannya, rupanya tidak sepenuhnya membuat hati queen senang. ada rasa terselip yang membuat queen seperti merasa bersalah. kenapa.. padahal dulu waktu jalan bahkan tidur bersama arya, dia tidak merasakan yang seperti ini sebelumnya.
selama perjalanan yang mereka lalui, queen seolah takut bertemu dengan kekasihnya. ia bahkan akan membuang muka tidak ingin terlihat saat arya melewati pos pos polisi. padahal queen tidak tahu di mana tempat aska ditempatkan untuk dinas.
meski hanya sekedar menikmati udara angin malam, makan sebentar, lalu queen meminta arya mengantarnya pulang ke kontrakan nya lagi. hatinya selalu diliputi kecemasan saat mereka bersama.
"baru sebentar queen kita keluar. masa udah mau pulang aja." rengek arya. mereka yang sedang duduk di sebuah kedai kopi tak jauh dari kediaman queen. duduk berhadapan, membuat arya tak ingin kehilangan waktu begitu cepat.
"udah jam sepuluh arya. aku takut mas aska pulang." ada nada kekhawatiran yang sangat jelas dari queen.
__ADS_1
"emm.. dulu. waktu kamu masih jadi pacar aku, kamu kayak gini ngga? takut kalo ketauan sama aku?"
"emm... " queen melepas pandangannya dari arya. menyapu seluruh pandangan yang ada di hadapan kanan dan kiri kafe itu. ia salah tingkah. bukan karena ia malu. tapi takut jawabannya malah melukai mantan kekasihnya.
"dulu.... rasanya... sebelum kenal mas aska.. rasanya aku emang udah... friendzone sama kamu..." queen terbata mengutarakan perasaanya. takut takut katanya ada yang melukai arya.
"oh.. i see..." jawab arya, menghembuskan nafasnya berat. arya menyentuh jemari queen yang berada di atas meja kayu di hadapan mereka.
"yang perlu kamu tau queen... aku selalu masih sayang.. dan selalu sayang sama kamu. dulu, sekarang, juga selamanya"
sorot mata arya yang begitu tegas mengatakan bahwa dirinya sangat yakin pada perasaannya. sedikitpun tidak ada keraguan dalam rasa yang ia yakini hanya untuk queen.
queen melepas genggaman arya, menarik mundur dan turun ke atas pangkuannya.
"enggak gitu arya. kamu cuma belum nemuin orang yang pas buat kamu. kalo nanti ada seseorang yang pendekatan sama kamu. aku harap kamu nggak nutup hati kamu karena alasan nggak masuk akal kayak gitu" queen mencoba memberikan penjelasan melalui pandangan matanya. mencoba menenangkan hati arya yang terlihat menggebu.
"yuk, kita balik.. ntar kemaleman nih..." pinta queen memohon. tentu saja arya tak akan mau menolak jika queen sudah terdengar merengek. membuat arya tak tega.
bon motor yang arya dan queen naiki membelah jalanan pinggiran ibu kota di malam hari. queen sangat menyukai perjalanan di malam hari. baginya, menikmati keindahan lampu dari setiap rumah, gedung gedung bertingkat atau dari kendaraan yang berlalu lalang sangat lah memuaskan mata.
queen dan arya sudah sampai di halaman kontrakan queen. dengan takut takut dalam hatinya, queen mencari dalam jajaran mobil yang terparkir. mobil aska terlihat. hatinya mulai tak tenang, membayangkan aska sudah berada di kamarnya, queen melangkah perlahan, pandangannya tertuju pada depan pintu kontrakan aska. dilihatnya tidak ada motor lelaki itu.
ahh... hati queen terasa seperti beban terangkat dalam hatinya. mas aska belum ada di rumah.
dengan santainya queen sudah bisa lega, masuk kedalam kamarnya tanpa pernah mengunci pintu, berbanding terbalik seperti yang telah di perintahkan aska tempo hari.
queen melempar tas kecilnya yang ia kenakan tadi di atas sofa. bergerak menuju kasur untuk merebahkan tubuhnya yang tadi sempat lemas mengingat mobil aska ada di rumah.
tidak butuh waktu lama bagi queen untuk memejamkan matanya, tidur dalam keadaan perut kenyang membuat alam mimpi queen menjemputnya dengan cepat.
sampai pada beberapa saat, queen merasakan kehangatan, tubuhnya seperti ada sesuatu yang menyelimuti, hanya bagian belakang punggungnya.
kesadaran queen mulai muncul, queen mengerjap melihat tangan di depan perutnya, melingkar dari belakang. satu lengan juga berada di bawah leher queen. menjadikannya seperti bantalan.
queen semakin tersadar saat merasakan hembusan nafas pelan di atas puncak kepalanya.
__ADS_1
dengan perlahan queen menoleh ke arah belakang, mencoba melihat siapa yang berada di belakangnya. tapi, belum sempat ia melihat, tubuh queen sudah di tahan. di rangkulnya lebih erat. membuat queen hanya diam merasakannya. kini ia tau, siapa yang mengganggu tidur nya.
"kok mas aska disini?" tanya queen pelan.
"saya kangen kamu, kangen peluk kamu"
hati queen berdesir, sekelebat penyesalan muncul dalam ingatan queen saat dirinya pergi dengan arya, tanpa memberi kabar aska .
queen hanya diam tidak tau harus berkata apa. saat ini dia hanya ingin merasakan kehangatan kekasihnya yang sudah sangat ia rindukan
aska mengecup pelan rambut queen dari atas.
"sekarang udah jam satu. malam minggu udah lewat. tapi satu hari ini waktu saya punya kamu." jelas aska masih dengan mata terpejam.
what... udah jam satu. berati tadi gue udah tidur lumayan lama. berasa baru merem mata gue
queen masih diam. tidak menjawab, hanya matanya yang kini mulai mengembang. hatinya terharu aska mengerti apa yang ia butuhkan.
lelaki itu melepas pelukannya, memegang bahu queen memintanya berbalik menghadapnya, dan kembali memeluknya.
"maafin saya ya ra... saya belum bisa jadi pacar yang baik untuk kamu. belum bisa ngasih apa yang kamu mau. tapi saya harap, kamu mau membuka hati kamu lagi untuk saya.." tutur aska. ada jeda sebentar sebelum aska meneruskan. "saya nggak ngerti kenapa kita mulai ngejauh, dan saya nggak suka itu. kalau itu karena saya, saya minta maaf... dan saya bakal ikutin seperti yang kamu mau.. asal kamu balik lagi jadi ira saya yang manja, seperti pertama ketemu"
mendengar itu, hati queen semakin menghangat. air mata nya satu menetes tanpa permisi. segera queen menyeka nya. membalas pelukan erat aska yang sangat ia rindukan. akhirnya... tidur nya kini tak sendiri lagi.
"cuma ini mas.... cuma ini yang aku mau. kamu selalu ada setiap aku mau tidur."
aska membuka matanya. ada rasa tak percaya di campur bingung mendengar permintaan gadisnya. aska menahan seluruh kata yang akan ia ucapkan. tidak ingin memperburuk suasana lagi. dan memilih diam , membalasnya dengan kecupan kecil di puncak kepala queen.
"selamat tidur ira sayang...." ucapnya seraya memejamkan mata.
💓💓💓💓💜💜
***bagaimanapun ceritanya, aku boleh minta like sebelum komentar...
tapi aku suka komentar kalian tentang isi cerita ini. biar aku ada refrensi lagi**..
__ADS_1