
rabu pagi, arya sudah bertandang dengan motor sportnya. memarkirkan tepat di depan pintu kamar queen.
seperti hari hari biasanya , arya siap mengantar jemput gadis cantik yang berstatus menjadi kekasih nya itu. setelah mengetuk pelan daun pintu kamar queen, ia duduk di atas tembok berkeramik setinggi 50cm yang menjadi penyekat dari setiap kamar.
sambil memainkan gadget nya, aska menunggu queen keluar. namun, tanpa ia sadari bukannya kekasih cantik nya yang keluar, malah tetangga yang diam diam menjalin hubungan tanpa status dengan queen.
aska keluar, menoleh sekilas ke halaman kamar queen. dilihatnya arya yang saling beradu pandangan dengannya. arya tersenyum menanggapi, sedangkan aska menjawab nya dengan mengangkat alis.
"yank...." tiba tiba queen keluar kamar, menyapa arya dengan aska yang masih berdiri di luar.
mendengar itu hati aska terasa ngilu. sempat menutup mata nya sebentar. queen yang menyadari itu bertingkah gugup. tidak berani memandang manik mata aska.
"udah siap? yuk berangkat" ajak arya, membuyarkan kegugupan queen.
"yuk.. " Jawab queen. "kamu duluan, nyalain motor nya di depan. disini masih ada anak kecil tidur. takut berisik." kilah queen.
"oh.. oke sayang..." jawab arya seraya beranjak dari duduknya. menuntun motor sport itu ke halaman depan.
memang kalo pagi masih ada tetangga queen yang tidur. tapi itu hanya alasan queen yang masuk akal.
melihat arya sudah tidak ada di hadapannya. queen mengunci pintu kamarnya, dan menghampiri aska yang masih berdiri di halaman kamarnya.
"mas.. aku berangkat dulu ya.. " pamit queen.
"iya. belajar yang rajin" . jawab aska dengan senyum yang di paksakan. hatinya masih terasa ngilu mendengar suara mesra queen menyapa pacar nya tadi.
"siiipp... mas, hari ini mulai dinas?"
"iya, nanti sore, usah sana berangkat. kasian pacar nya nungguin" tutur aska, menyindir secara halus.
"dih, gitu amat . aku nya di usir. yaudah .. bye..." queen melambaikan tangan, diiringi senyum manis dari bibir tipis nya .
aska masih tersenyum kaku dengan hati terasa ngilu, melihat senyum manis wanita cantik tadi membuat hati aska seperti jungkir balik. dia kesal, tapi juga senang di saat yang bersamaan
***
pagi itu, jalanan tidak terlalu macet. arya memacu motor nya dengan kecepatan standar. mengingat queen yang belum lama sembuh dari demam.
arya adalah calon dokter. tentu saja membuat dirinya sangat posesif terhadap kesehatan wanita yang di sayanginya.
sesampainya mereka di parkiran. queen bertemu dengan rindi. sahabat yang mendekatkan hubungan aska dan queen.
queen berhambur memeluk rindi.
"queen... " teriak rindi rindu.
"mana oleh oleh buat gua?" setelah melepaskan pelukannya queen langsung menodong rindi yang habis berlibur dari luar negri.
"ck... tanya dulu ke kabar gue. kabar nenek gue. ato kapan gue dateng. ini mah udah minta oleh oleh aja lu" rindi memajukan bibir nya yang cemberut. merajuk atas sikap sahabat nya.
"iya sayang... maaf maaf... hahaha... " queen mengelus rambut rindi, menggoda.
arya menghampiri mereka, merangkulkan tangannya di atas pundak queen, setengah memeluk. sebelah tangannya menyalami rindi. "apa kabar lu rin?" tanya arya
"kabar baik gue. elah... queen cuma manggil gua sayang, langsung lu peluk aja. gimana kalo dia manggil cowok laen, lu apain tuh si queen?" tanya rindi, terdengar ada nada sindiran dalam kalimat rindi. matanya melirik ke arah queen. mengisyaratkan kode.
"kenapa pacar gue harus manggil cowok lain. kalo sayang nya dia cuma buat gue!" jawab nya dengan tawa penuh kebanggaan.
"pede bener hidup lu. ga nyadar diri. ga inget lu pernah nyakitin dia?" rindi mengejek.
"ehem.. jangan ungkit itulah rin.. kan gua udah tobat juga. ya kan sayang?" mata arya menatap queen dengan mengangkat alis nya. meminta jawaban queen
"iya iya..." jawab queen cepat.
__ADS_1
"ayolah queen.. entar keburu dosen dateng" ajak rindi. menarik paksa tangan queen.
tapi tangan queen kembali di tarik arya.
queen dan rindi menoleh kearah aska.
"gua bener sayang sama queen rin... tolong jagain dia ya, tiap gua nggak ada di deket dia" arya meminta dengan serius.
queen terharu mendengarnya. hatinya berdesir..
"slow aja.. udah ada yang rela jagain queen kalo lu nggak ada" jawab rindi ketus. rindi merangkul pundak queen. mengajak nya paksa berjalan menjauh dari arya.
hati queen seperti tercubit. mengamati perdebatan arya dan rindi tadi. seperti ada sesuatu dalam setiap kalimat mereka.
keduanya seperti sengaja memberikn kode kode di setiap kata kata. kenapa rindi segamblang itu mengatakan nya. seperti rahasia yang harus terungkap.
katakan saja, meski arya pernah menyakiti nya. setidaknya dia sudah menebus nya selama beberapa tahun ini. arya sudah tulus merelakan hatinya untuk queen. tapi rindi masih saja tidak bisa memaafkan kesalahan arya tempo dulu.
"kenapa sih rin?" tanya queen dalam sela sela perjalanan nya menuju kelas.
"apaan?" mereka yang sudah tidak berpelukan berjalan beriringan .
"kenapa lu masih gedek banget ama arya?"
"nggak tau. gua cuma ngerasa dia nggak pas buat lu."
"tapi dia sayang sama gue rin... lu liat kan sikap nya dia. cara dia perlakuin gue? dia udah berubah rin..." queen membela kekasihnya.
"iya. paham gue. tapi lu lebih cocok sama polisi tetangga lu itu". raut wajah rindi berubah cerah ketika mengingat cowok di sebelah kontrakan queen.
"by the way.. gimana kabar si ganteng?" tanya rindi penasaran. sampai menghentikan langkah nya.
"apaan dah lu. kabar baik dia." jawab queen tanpa memandang cewek di depannya yang antusias.
"kan kemaren udah gua ceritain rin..." pipi putih queen mulai merona mengingat kejadian tadi pagi. membuat nya malu, dua cowok yang ada di hatinya berada pada waktu yang bersamaan.
"ah.. kurang lah. yang lengkap dong queen. dia romantis nggak sih? gua nggak pernah liat dia senyum dah.." queen dan rindi sudah berjalan kembali menuju kelas mereka.
"ama cewek cantik mah beda dong rin... cuma perlu kedipan, dia udah ngasih senyum terrrrmanis nya buat gue.." queen mengedipkan sebelah matanya, memperagakan apa yang tadi dia ucap. kemudian tersenyum bangga.
"sialan lu." jawab rindi kesal. kedua nya sudah berada di dalam kelas. tidak lama dosen mereka datang. dengan berbisik rindi mendekatkan wajahnya ke arah queen.
"ntar pulang langsung ke kontrakan lu ya.. kangen gua ama mamas tampan" membuat queen tersenyum malu.
***
"yank...." arya berteriak memanggil queen sambil melambaikan tangannya ke arah queen.
queen dan rindi menoleh ke arah arya. berjalan santai menghampiri nya.
"balik yuk yank..." ajak arya.
"enggak. dia balik ama gue" sela rindi sebelum queen menjawab.
"yank...?" arya menatap lekat mata queen. meminta jawaban.
"aku balik ama rindi ya.. kan aku masih kangen ama dya. boleh ya ??" queen membuat gerakan tangan seperti memohon.
"emm.. okee deh sayang. tapi inget. kamu harus hati hati ya.. " mencubit pipi queen pelan. "jagain bunga gue rin.. jangan sampe kotor kena becekan di jalan" sambung arya memperingati.
"iye tukang kebon. bye. "
"duluan ya yank.." pamit queen.
__ADS_1
"oke yank.. sambil chat ya". arya setengah berteriak karna queen sudah jalan menjauh.
***
di kontrakan queen.
"mana tuh si babang tamvan. kok enggak nongol." rindi kesal melihat pintu kamar aska yang tertutup.
"au. udah berangkat kali." jawab queen sambil membuka kunci pintu kamarnya.
mereka berdua masuk dengan wajah rindi yang cemberut.
queen merebahkan dirinya di atas kasur. sedangkan rindi duduk manyun di atas sofa.
"chat dia coba queen. gue nggak percaya dia udah pergi" rindi masih merengek.
"iya bawel." dengan segera queen mengetikan jarinya di atas gadget miliknya.
'mas.. aku udah balik..' kirim queen.
queen memang sedang ber chat ria dengan arya sedari tadi, tapi nama lain masuk di chat milik queen.
'iya udah istirahat dulu.' jawab 'tetangga' di layar ponsel queen.
'kemari dong, rindi kangen kamu katanya'. queen membalas lagi.
'saya keluar, kalau kamu yang kangen sama saya' . 'tetangga'
membuat queen cengar cengir di atas kasur nya.
tidak lama terdengar seseorang mengucapkan salam di depan pintu kamar queen.
queen yang merasa kenal dengan suara itu langsung bangun menjawab salam nya.
mata nya berbinar, senyum nya merekah melihat cowok di hadapannya yang baru saja ingin ia balas chat nya.
"mas aska.." sapa queen.
aska berdiri di depan pintu, lengkap dengan seragam dinas nya. rindi hanya terpaku di atas sofa tempat nya duduk.
"saya mau berangkat dulu ya" mengusap lembut pucuk kepala queen, tapi dengan wajah tegas nya.
"eemm. baru ketemu."queen merajuk . aska diam tidak menjawab.
"yaudah ati ati ya mas.." jawab queen. aska melirik rindi yang terpana melihat aska. mengusap pipi queen kemudian berbalik, menaiki motornya dan berlalu pergi.
dengan cepat queen mengetikkan jarinya, mengirim chat untuk aska.
'aku belum bilang kangen, kamu udah dateng. pengen tebar pesona ya ama rindi??..'
sayang nya chat itu dikirim setelah aska berlalu dengan motornya, mungkin perlu beberapa saat sampai aska akan membalas pesannya itu.
❣️
❣️
❣️
💔
😑
sebel...
__ADS_1