Polisi Muda Tetanggaku

Polisi Muda Tetanggaku
nambah


__ADS_3

Di hari minggu yang santai, yang paling Queen suka adalah ketika suami tercintanya berada di rumah dan menghabiskan waktu bersama. Meski hanya di rumah saja, tetapi itu cukup baginya, asalkan keluarga kecilnya itu bahagia.


Sama seperti hari-hari biasanya, Queen kini selalu menyempatkan dirinya untuk berkutat di dapur sebelum anak dan suaminya bangun.


"Masak apa hari ini Ra?" Tiba-tiba Queen di kejutkan dengan tangan yang melingkar di perutnya. Aska memeluk tubuh Queen dari belakang, dengan kepala yang bersandar di belakang pundak Queen, matanya masih terpejam.


"Lho, kok udah bangun sih mas, belum mateng makanannya."


"Wanginya sampe masuk ke mimpi aku." Jawabnya, ia melepaskan pelukannya, bergeser kesamping lalu mengecup sebentar bibir Queen. Hanya sebatas bibir bertemu bibir, tidak berlama-lama.


cup. "Morning kiss." Aska tersenyum. "Kayak di drama kesukaan kamu." Barulah Aska melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.


Meski hanya perlakuan sederhana, tapi Queen merasa bahagia, lelakinya tidak pernah berubah. Kecupan kecil atau sentuhan lembut masih ia dapatkan secara tiba-tiba, sama ketika masih pacaran dulu.


Queen selesai pada urusannya di dapur, beralih ke sofa depan tv, tak lupa ia juga sudah membuatkan teh hangat untuk suaminya juga menyiapkan pakaian untuk di kenakan Aska. Apapun yang Queen pilih, pasti ia pakai tanpa protes, berbeda lagi jika Queen tidak menyediakannya, apapun yang ia pakai rasanya tidak sesuai dan tidak enak di hati.


"Ra, nanti mas Is sama Rindi mau dateng." Aska menyesap minumannya.


"Kapan?"


"Em, sekitar jam sepuluh lah mereka udah nyampe." Queen berdiri seketika, membuat suaminya terkejut.


"Kok baru ngomong sekarang sih mas, kenapa nggak bilang dari semalem. Kan aku jadi nggak siap." Tanpa terbendung Queen berbicara dengan nada tinggi, lupa kalau buah hatinya masih tidur.


"Lah, emang semalem aku nggak ngomong?" Alasan.


"Kalo kamu ngomong dari semalem, aku nggak bakal sekaget ini lah."


"Kamu kali yang lupa. Aku udah bilang kok sama kamu." Aska masih mencari pembelaan.


"Kapan kamu bilangnya?" Queen berbicara sambil berjalan cepat ke dalam, ingin membangunkan anak perempuannya.


"Barusan." Jawab Aska pelan, tidak ingin sampai Queen dengar. "Lagian Ra, cuma mereka doang kok yang dateng, heboh banget. Kayak menteri aja." Sambung Aska.


"Ya mas, justru karna mereka, anak Rindi kan laki-laki, anak aku perempuan. Malu dong mas kalo di apelin tapi masih kusut, belom mandi."

__ADS_1


Suara Queen kian terdengar samar, membawa anak perempuannya masuk ke dalam kamar mandi.


Gita - panggilannya, bukanlah anak kecil yang rewel. Ia mudah untuk di bimbing, bahkan ketika dirinya menjadi objek percobaan sang bunda, ia hanya diam diam sambil memainkan boneka beruang kecil kesayangannya, yang selalu ia bawa kemanapun kecuali mandi.


"Ayah.. Tata udah mandi nih.. coba liat, cantik kan?" Queen memamerkan hasil karyanya.


Anak perempuan memang paling mudah untuk di dandani, selain model bajunya yang bervariasi, rambutnya pun bisa di model macam-macam.


"Cantik. Coba sini ayah cium, wangi nggak?" Aska merentangkan tangannya, meminta Gita untuk masuk dalam pelukannya. "Ih, wangi banget.. jadi tambah sayang.." Ucap Aska, namun langsung di ambil kembali oleh Queen.


"Udah jangan lama-lama, nanti wanginya ilang, kan kita mau ketemu Farhan ya Tata ya.." Queen tersenyum memandang gemas buah hatinya.


"Fahan na masih yama ya nda?" (hayo ngerti nggak?) Si kecil tak sabar.


"Enggak, sebentar lagi, selesai Tata sarapan, nanti Farhan nya dateng. Yuk sarapan dulu." Queen mendudukkan tubuh si kecil dekat ayahnya yang masih memandang tak suka dengan raut wajah senang Queen.


"Ayah juga sayapan?" Fokus si kecil beralih ke wajah ayahnya.


"Iya, ayah juga ambilin ya bun, sekalian." Teriak Aska, karena Queen sudah masuk ke dapur. Rumah mereka tidak segedong rumah orang tua Queen, jadi masih bisa terdengar meski jarak keduanya berlawanan.


"Ayah juga di suapin bunda kok, kalo Tata masih bobok."


Tak lama Queen datang dengan dua piring di tangan. Satu ia berikan pada suami tersayang, satunya untuk putri kecilnya.


"Nda.. kata ayah, ayah juga di suapin sama nda.." Atensi si kecil masih pada obrolan dirinya dan ayahnya tadi. Aska yang mendengar hanya menahan senyumnya melihat ke arah Queen.


Queen sedikit terkejut, memang beginilah Aska, tidak mau mengalah pada setiap ocehan si kecil.


"Iya.. dulu, waktu ayah masih kecil, ayah di suapin sama nenek di kampung." Queen memberi pengertian. "Udah liat bunda aja, kita makan dulu yang banyak biar Tata tambah cantik, entar kalo Farhan udah gede jadi bisa main lama-lama sama Farhannya," Dan si kecil menanggapinya dengan senyuman menggemaskan.


***


Seorang wanita memang memiliki insting tersendiri, seperti Queen. Benar saja ucapannya tadi, Queen baru kembali dari dapur, saat Aska mengatakan tamunya baru saja turun dari mobil mereka yang terparkir tak jauh.


Queen dan Aska berdiri, menyambut kedatangan tamu yang tak lain adalah sahabat Queen sendiri.

__ADS_1


"Ra, nanti nggak usah ngomong soal perjodohan segala ya, aku nggak mau." Aska memperingati, dirinya memang tidak suka jika Queen dan Rindi berbicara soal masa depan buah hati mereka yang masih bau kencur itu.


Usia Farhan dan Gita yang terpaut dua taun, dengan Farhan yang lebih muda, membuat Aska kurang setuju dengan rencana awal istri dan sahabatnya itu.


"Emang kenapa, cocok kok mereka." Bantah Queen.


"Masih kecil mereka tuh, kuliah aja belom udah ngerencanain pernikahan segala."


"Lah, aku aja kuliah belum lulus udah kamu nikahin."


"Ya itu kan kita, beda sama mereka." Aska mulai naik pitam.


"Apa bedanya, sama sam..."


Cup.


"Bisa nggak sih jangan di jawab." Aska menyela ucapan Queen dengan kecupan, yang tanpa di sadari..


"Uups.. waw.." Suara Rindi mengejutkan fokus Aska. "Salah waktu kita yang.."


Kalau Rindi dan Queen tertawa tidak dengan dua lelaki itu. Aska nampak malu dan bang Is dengan raut tak suka nya.


"Ini mas, si Ira nya nakal." Alasan Aska, ia tau betul suami Rindi yang agak kaku itu tak suka melihat orang yang mengumbar kemesraan di depan anak kecil.


"Nda nakal ayah cium, kayo Fahan nakal Tata cium." Celoteh si kecil.


"Enggak. Jangan, bukan gitu." Aska kelabakan sendiri.


"Hayo.. kayak sifatnya siapa nih anak?" Rindi berkomentar.


"Em.. udah masuk, duduk dulu, bikinin minum sana Ra, cepet, ada tamu kok di anggurin sih. Ayok ayok duduk.." Aska sendiri yang ribet, mengalihkan fokus yang lainnya.


"Cuma mereka doang kok, bukan menteri." Cicit Queen membalikan ucapan suaminya tadi.


🙃🙃😉

__ADS_1


Selama masih ada yang komen dan like banyak, aku masih sempetin, tapi kalo udah berkurang ya.. tanda tanda kalian udah bosen, ya kan..


__ADS_2