
jika mencintaimu saat ini bukan sebuah kesalahan. maka, akan aku singkirkan semua di antara kita
dalam hati queen rasanya sudah mantap untuk membuat aska menjadi miliknya.
meski lelaki itu sudah menyatakan perasaan nya. tapi queen masih belum bisa tenang. apalagi, melihat teman kuliahnya yang agresif mendekati aska.
ahh.. rasanya, ingin saati itu juga queen mengumumkan status mereka berdua.
what ?? status??! status apa yang mereka miliki? hanya tetangga yang kebetulan saling menyukai!
apa itu cukup untuk menjadi alasan queen, mengusir iriana jauh jauh dari lelaki itu?!.
queen masih merasakan cemas di hatinya. padahal arya masih ada di dekatnya. wajah lelah nya tak mampu membuat hati queen mengiba.
"yank... aku mau ngomong deh.." tiba tiba raut muka queen berubah menjadi serius.
arya yang mulanya nampak santai duduk sambil meminum segelas teh manis, mendadak menjadi cemas.
"ngomong apa sih yank?" jawab arya. waajh nya masih terlihat santai. dengan gelas yang telah ia letakkan kembali di atas meja di hadapannya.
"soal hubungan kita!" queen masih memasang ekspresi serius.
"nggak ada yang perlu di omongin yank.. kita baik baik aja kok!" arya menggenggam satu tangan milik queen.
"ada sesuatu yang mau aku omongin sama kamu" queen memaksa.
"apaan sih? kamu mau minta di lamar? tapi kita baru 21 tahun yank... sabar ya.." ekspresi arya mulai konyol, suara nya seperti serius di buat buat.
"bukan itu arya!.." sungut queen gemas.
"yaudah, kalo selain itu nanti aja ya di bahas nya. aku nya lagi capek banget yank... maaph ya." arya menolak, tidak ingin membahas lebih jauh. raut wajah nya manja. membuat queen tidak tega.
queen hanya membuang nafas kasar. putus asa dengan kesempatan pertama. fikirannya sedikit depresi, mengingat kembali senyuman aska untuk iriana tadi.
"aku mau masuk dulu lah.." queen bangun dari duduk nya, melepaskan tangan arya. arya tidak menolak. ia hanya mengikuti kemauan queen.
"yaudah. aku balik dulu ya.. udah malem juga . kamu istirahat ya sayang..." arya mengecup kening queen lembut.
kali ini tatapannya sedikit berbeda, ada sendu di sorot matanya.
queen diam tak menanggapi. melihat arya yang mulai menjauh dengan motor sportnya.
hatinya masih bergeming. tidak lagi merasakan kehangatan dari perlakuan arya.
apa yang salah dengan dirinya.hati dan pikirannya sudah semua tentang aska.
ya! aska! kemana sih rindi , dari tadi belum balik balik. keasikan ngobrol ama mas aska mungkin.
queen beranjak keluar, mencari keberadaan sahabat nya itu.
setelah sampai di depan pintu gerbang, queen melihat rindi tengah duduk bersama iriana. entah apa yang mereka bicarakan.
"rin...." sapa queen.
"eh.. keluar juga lho akhirnya" iriana menyaut.
"gimana, dapet nggak lu nomor nya mas aska?" tanya queen kepada iriana. wajahnya dibikin senatural mungkin. padahal dalam hatinya bergejolak, mirip air rebusan baru mateng.
"boro!. noh malah sih rindi yang dapet nomor temennya abang ganteng tadi"
jawaban iriana membuat queen senang dalam hati. tapi juga bingung mendengarnya
"nomor siapa rin?" tanya queen .matanya mengintrogasi.
__ADS_1
"temennya mas aska. mas is, namanya." rindi masih asik bermain dengan ponsel pintarnya.
"oh... gue kenal itu mah. tadi dia yang jemput mas aska?"
"iya. kok lu kenal cowok keren diem diem aja sih queen?" rindi menatap queen kesal.
"mana gue tau lu butuh cowok keren. gua kirain lu masih betah menjomblo" queen mengedikkan bahu nya. senyumnya sengaja meledek.
"ah elah.. besok besok mah gua nggak mau bantuin lu lagi lah. cari alesan sendiri lu sono"
"bodo! lagian kan, mereka keren kalo lagi pake seragam dinasnya doang. kalo lagi make baju biasa mah keliatan tua. apalagi bang is.. iiuhhh... " goda queen.
"kalo ngomong udah kaya orang iya lu queen. siapa yang betah banget maen ke kontrakan sebelah. padahal dia nya nggak lagi make seragam. kan lagi keliatan tua??!" rindi antusias membalas godaan queen. tentunya dengan kenyataan yang ada.
"yahhh... itu mah beda lagi. kalo mas aska mah pake baju apa aja juga udah ganteng aja lah." jawab queen bangga.
"wait, wait, wait... mas aska satu kontrakan sama lu?" sela iriana.
"iyah. kenapa?"queen masih menyombongkan dirinya yang lebih maju di banding iriana.
"dia ngontrak di tempat bokap lu queen?"
tanya iriana memastikan.
"iya ngapa?" queen menyondongkan wajahnya.
"Alhamdulillah... ada jalan buat hambaMu ini ya allah.. " iriana mengangkat kedua telapak tangannya. seperti berdo'a, kemudian mengusapkannya pada wajah.
hati queen terasa getir. astaga.... niatnya mau sombong, malah ketulah sendiri... gumam queen.
"jangan banyak berharap lu. ntar kalo tau kabar nya, lu patah hati lagi. trus jadi jahat kaya yang ada di sinetron sinetron.." rindi menyela , matanya masih asik menatap layar ponsel yang sedari tadi terus menyala.
"chat ama siapa sih lu rin?" queen merebut ponsel rindi.
"yailah... sama abang is. mentang mentang baru dadakan, masih anget. terus aja lu pepet." queen yang melihat nama di layar ponsel rindi.
"iya ngapa lu? sirik amat. jangan nanya aska. dia lagi sibuk nyetir. katanya malam ini mau razia in bocah yang oada balapan liar" jelas rindi.
"ah elah... kasian amat sih aska gue!" queen mengelus dadanya. wajah nyaa cemberut tidak terima.
"makanya, emang enak jadi bawahan. nyari tuh yang kepala, jadi enak..." kata kata rindi ambigu. rindi bangun dan berjalan masuk kedalam. meninggalkan queen dan iriana yang bengong mendengar jawaban rindi. setelah tersadar keduanya saling bertatapan dan kemudian tertawa dengan kencang.
"masuk woy.. udah jam sepuluh malem ini. kata mas aska, lu suruh cuci kaki cuci muka cuci tangan minum obat cacing terus tidur." rindi berteriak dari arah pintu.
membuat iriana kini tertawa seorang diri.
"cocok tuh laki buat jadi calon imam gue. paket komplit lah" iriana di sela sela tawanya.
queen yang mula nya tertawa bareng iriana kini terdiam. bibirnya merengut kesal. tak terima di ejek rindi, ia berlari ke dalam mengejar rindi. ingin rasanya mencubit bibirnya yang lemes.
***
rindi dan iriana memutuskan untuk menginap di kamar queen. ketiganya sudah dalam posisi masing masing di atas kasur, dengan queen yang berada di tengah. queen sangat suka kehangatan, karena itu ia tidak pernah ingin berada di pinggir.
saat rindi dan iriana sudah mulai memejamkan mata, entah kenapa queen merasa kangen oleh pelukan tetangga di kontrakannya itu.
queen meraih ponselnya yang berada di atas nakas, melewati rindi yang berada di pinggir.
"ups.. sory rin." ucapnya saat ia tidak sengaja menyenggol buah dada rindi.
"sialan lu. buat calon gue nih. udah di perawanin aja"
"yailah.. dada rata aja bangga lu."
__ADS_1
queen mengetikan jarinya, mengirim pesan untuk aska.
"mas... aku kangen.." kirim queen
butuh lima menit sampai queen mendapatkan balesan.
'tidur. udah malem'. jawab aska.
"ck.. pelit. pasti lagi banyak polwan cantik. oke aku tidur nggak bakal ganggu lagi" queen merajuk. karena jawaban aska di luar perkiraannya.
tidak lama setelah aska membaca pesan queen , tertera panggilan masuk di layar ponsel queen.
queen tersenyum penuh kemenangan. sengaja tidak langsung ia jawab. tunggu hingga beberapa detik barulah ia menggeser warna hijau di layar.
"apa?" jawab queen ketus.
"apa sih ra. gitu bener jawabnya.." suara aska terdengar pasrah.
"katanya aku suruh tidur."
"katanya kamu kangen? saya telfon malah jutek gini. kangen nya boongan kali."
goda aska.
"iya bohongan. aku nya salah kirim tadi. puas?" tanpa menunggu jawaban aska , queen mematikan sambungan nya.
tidak lama pesan masuk di ponsel queen.
"saya masih kerja ira... jangan ngambek gitu..." queen baru membaca pesannya. aska kembali menelfon.
"apalagi sih mas?" queen masih jutek.
"ini udah malem ira... kamu harus tidur. kalo nggak besok saya nggak jadi jemput kamu. " mendengar nya queen antusias.
"mau kemana mas?"
"ada deh.. kamu tidur dulu. besok saya kesana pagi pagi. boleh?" tanya aska , seperti biasa ia selalu meminta izin kepada queen.
"boleh boleh.. " queen menjawab dengan cepat.
"yaudah tidur.. "
"oke! miss you mas..." suara queen lembut penuh perasaan.a
"miss you too my queen" jawabnya lembut tapi jelas. membuat hati queen bergetar hangat.
setelah sambungan telfon terputus queen memejamkan matanya dengan senyum menghias di bibirnya.
***semoga hari esok lebih indah...***
*maaf ya, kalau cerita nya kurang menarik .
cuma mau minta like and commen nya.
❣️
❣️
❣️
❣️
❣️
__ADS_1
😉