Polisi Muda Tetanggaku

Polisi Muda Tetanggaku
dingin


__ADS_3

sudah tiga hari berlalu, queen tak mau lagi ambil pusing oleh sikap aska yang mengusirnya saat itu. melihat lelaki itu sudah pergi dengan motor dan berlalu begitu saja tanpa pamit dengan queen, hati queen semakin diliputi rasa jengkel yang luar biasa. queen tak mau lagi bertandang ke kamar aska. bahkan sekedar menyapa nya saat mereka berpapasan pun queen tak mau.


dia lebih memilih mengabaikan kekasihnya, berjalan dengan muka ketus dan bibir mencebik. "bodo amatlah, masih banyak laki laki lain." itu yang selalu queen ucapkan saat rindi dengan sabar menasehati queen.


bukannya aska tidak lagi menyayangi queen, tapi dia benar benar menjaga sikapnya agar tidak terpancing oleh pesona queeneira wijaya. wajah gadis muda yang manis nan manja itu tak pernah hilang dari ingatan di kepala dan hatinya. meski hubungan mereka tengah renggang. tapi aska tak memberikan celah sedikitpun bagi laki laki lain untuk mendekati gadis kesayangannya. tentu saja itu dengan bantuan rindi. sahabat terdekat queen.


aska selalu memantau pergerakan queen melalui rindi. tak ingin ada kesempatan bagi arya yang masih ingin memperbaiki kesalahan nya di masa lalu itu.


sama seperti hari ini. setiap queen sampai di kampus, rindi akan memberikan updatenya untuk aska. saat makan, apa yang queen makan dan minum. telat atau tidak queen makan siang. bahkan saat rindi tidak ikut ke kontrakan queen, rindi akan diminta untuk melihat queen beranjak dari kampus terlebih dahulu, baru rindi bisa pulang.


sedetil apapun pergerakan queen. rindi harus mengupdate nya, balasannya bagi rindi, aska akan membocorkan segala informasi tentang bang is.


"bang... si queen udah jalan pulang naik angkot." rindi memberi kabar ke aska lewat telfon.


"oh.. okeh. saya tunggu di rumah. makasih"


"jangan lupa ya bang.. jatah malam minggu bang is aman"


"saya ini bawahannya dia rin... tapi insya allah saya bantu" jawab aska seraya mematikan sambungan telfon mereka.


aska bergegas mengendarai motornya, menarik gasnya lebih dalam. berusaha sampai di rumahnya dengan cepat. lebih cepat dari pada queen. dia masih berharap queen akan menghampiri kamarnya kali ini dan memperbaiki kesalahpahaman mereka.


aska sampai lebih dulu di banding queen. hanya berselang 30menit queen terlihat di pandangan aska yang sudah menunggunya di depan pintu kamar aska.

__ADS_1


queen melihatnya. pandangan mereka sekilas bertemu, tapi queen segera memutusnya, memilih memandang pintu kamarnya dengan langkah cepat dan sengaja menyentak.


"ra...." sapa queen, memberikan senyum simpul tapi manis.


"hm.." suara queen ketus tanpa memandang wajah queen. berlalu menghampirinya begitu saja. aska yang di perlakukan layaknya orang tak dikenal, sedikit terasa kesedihan di hatinya. gadis manja kesayangannya itu kini sikapnya mulai berubah.


aska membuang nafasnya kasar. memejamkan matanya, aska mengusap wajah kasar, beranjak menghampiri queen yang sudah rebahan santai di dalam kamar queen sendiri.


tanpa permisi lagi, aska menerobos masuk ke kamar queen. berjongkok di pinggiran kasur queen. menyamakan tinggi badan mereka.


seketika aska mencium pucuk kepala queen. membuat queen menoleh ke atas mencari wajah lelaki yang menciumnya.


"ngapain mas?" tanya queen ketus.


alhasil queen hanya diam tanpa jawaban, membiarkan kening nya dan kening aska saling menempel. mata aska terpejam. mencoba melepaskan semua rasa yang ada di dalam hatinya.


"kamu kenapa sih ra...." suara aska terdengar parau tapi lembut. hati queen berdesir ngilu mendengarnya. ada rasa bersalah yang queen rasakan. hampir saja queen akan menjawabnya sampai suara handphone dalam saku celana aska berdering.


"ck... siapa sih.." gumam aska kesal. ia lalu merogoh saku celananya, ke ing nya tidak lagi berada di atas kening queen. aska menatap wajah queen yang masih tak ingin melihatnya.


aska mendekatkan ponsel ke telinganya.


"hallo... ada apa?" jawab aska ketus, sebelumnya ia melirik sebentar layar ponsel.

__ADS_1


'hallo bang... lu di panggil tugas sekarang' jawab lelaki di seberang.


"siapa yang nyuruh?" suara aska lebih tinggi dan menekan. seperti mengintimidasi lelaki di seberang sana.


'bang is.. katanya abang yang di suruh gantiin dia'...


tentu saja karena suara aska yang menekan maka suara lelaki yang terdengar lebih muda di sebrang sana akan lebih sopan dan lembut. seolah takut untuk menyampaikan pesan untuk aska.


"gua baru sampe dim.. kenapa engga lu aja sono. gua sibuk"


'tapi bang.....'


"tsk... iya gua dateng!" aska memutuskan sambungannya dengan arogan.


kembali ia masukkan ponsel ke dalam saku celana nya.


aska yang masih berjongkok di pinggir kasur dekat kepala queen yang masih berbaring memainkan ponselnya.


"saya berangkat dulu ya ra. jangan pergi kemana mana. kalo mau makan chat saya aja. biar saya yang pesenin".


"hmm..." queen hanya menjawab singkat, dengan kecupan yang bersarang di pipinya.


aska berlalu, keluar dengan santai tanpa pamit seperti kemarin. meninggalkan queen yang menatapnya tanpa ia sadari.

__ADS_1


__ADS_2