Polisi Muda Tetanggaku

Polisi Muda Tetanggaku
tak tahan


__ADS_3

Sebelum jam dua dini hari, mobil Agung sudah memasuki pekarangan dalam kontrakan mereka.


Memang hanya Agung dan Queen, karena dua teman wanita mereka sudah lebih dulu Agung antar.


Mungkin, karena selain antara Agung dan Queen yang tetanggaan, Agung juga ingin lebih banyak waktu berduaan dengan Queen.


Queen turun dari mobil Agung, seperti biasa, ia melemparkan senyum manisnya dan mengucapkan salam perpisahan dengan sopan.


"Makasih ya kak waktunya." Tutur Queen.


"Iya, sama-sama Queen, asal kamu seneng." Jawab Agung, yang mana membuat bola mata Queen berputar malas.


"Aku langsung masuk ya ka, udah malam juga."


"Oke, kalau bukan karena gerimis, aku masih pengen ngobrol sama kamu."


"lain kali ya kak, bye.." Queen melambaikan tangan sebentar, lalu melangkah masuk kedalam kamarnya.


Begitupula dengan Agung, iya juga berjalan melewati kamar Queen dan masuk kedalam kontrakannya.


"Ah, capek banget dah ah" Queen merebahkan tubuhnya asal di atas kasur. Saat matanya hampir terpejam, Queen menerima satu notif pesan WhatsApp dari ponselnya.


Queen melihatnya malas. Tetapi dengan cepat ekspresi di wajahnya berubah, setelah melihat siapa yang mengirim pesan tersebut.


PACAR


Kamu dimana Ra?


Queen membalasnya cepat.


Baru sampe rumah..


Tapi kemudian tak ada lagi balasan dari lelakinya itu.


Queen membenarkan posisi tidurnya, baru saja ia menarik selimut, tetapi ia mendengar suara pintunya terbuka. Dengan cepat Queen bangun untuk melihat.


"Mas?" Queen tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Lah, kamu, tadi, bukannya, baru chat aku?" Queen terbata.

__ADS_1


"Terus?" Aska melepaskan jaket yang dikenakannya.


"Cepet banget, udah nyampe aja!"


"Saya juga liat, kamu bicara sama cowok tadi." Kini giliran seragam dinasnya yang ia lepas.


Meski masih ada kaos berlengan pendek yang ia kenakan, dan celana panjang yang masih lengkap. Tapi entah kenapa gerakannya seperti berbeda. Tatapannya juga tidak santai seperti biasanya.


"Kamu kenapa mas?" Queen mulai gugup.


Aska maju dengan cepat. Memeluk Queen dengan seerat mungkin. Rasanya takut akan kehilangan. Queen bingung dengan apa yang terjadi dengan lelakinya itu. Meski Queen membalas pelukannya, tapi ia masih tak mengerti.


"Kamu kenapa sih?" Tanya Queen sekali lagi.


Aska yang tadi langsung memejamkan matanya saat memeluk Queen, perlahan membuka mata dan melepaskan pelukannya.


"Kamu kemana aja tadi?" Suara Aska lembut, tapi terdengar sendu. Sorot matanya juga serius menatap manik mata Queen.


"Cuma nonton konser doang kok, abis itu langsung pulang" Jelas Queen.


"Sama siapa aja?" Tangan Aska masih memegang kedua tangan Queen.


"Sama Rindi, Iriana, sama ka Agung" Aska memejamkan matanya, seperti menahan rasa di hati.


Queen menarik tangan Aska, memintanya duduk di pinggiran ranjang kasur, dan duduk bersebelahan.


"Kemarin kan aku udah bilang sama kamu, kamu juga udah kasih izin kan mas?" Queen berkata selembut mungkin, dirinya tak ingin ada keributan lagi.


"Iya, saya lupa. Maaf ya Ra" Ucapnya lirih.


"Tapi please Ra, jangan sampe ada yang kedua kalinya nanti. Udah cukup buat saya liat kamu sama Arya dulu."


Queen melepaskan tangan dan pandangannya. "Nggak janji deh"


"Ra.. tolong.." Mendengar keseriusan dalam ucapan Aska, Queen tersenyum dan memeluk tubuh lelaki di depannya.


"Kalo nggak ada ijin dari kamu, aku juga enggak akan pergi sama temen cowok" Sekali lagi Queen menghirup aroma khas lelaki itu dari tengkuknya. Membuat Aska semakin mengeratkan pelukannya.


"Ra.."

__ADS_1


"iya?" Entah kenapa Queen sangat suka menghirup aroma khas lelakinya, setiap kali berpelukan, maka ia akan melakukan itu. Dan Aska juga harus berjuang melawan hasratnya. Tidak taukah Queen, bahwa yang dilakukannya adalah titik lemah dari seorang Aska Prayoga.


Aska membuang nafasnya berat, kemudian ia lepaskan pelukannya.


"Kamu kenapa demen banget ngendus leher saya sih Ra?" Tanya Aska.


"Hahaha.. Wangi kamu, aku suka mas" Jawab Queen polos. Aska mengelus pipi Queen dengan ibu jarinya.


"Saya juga suka Ra" Suaranya lirih,


Aska mengecup bibir Queen pelan, Queen juga membalasnya. Meski hanya sebatas kecupan kecil, tapi itu berulang. Meningkatkan gairah pada diri masing-masing.


"Saya minta maaf sebelumnya ya Ra" Sekali lagi, di pandang intens seperti itu, hanya membuat Queen terpana.


Aska memulainya, menyingkirkan segala pertimbangan yang ada di kepalanya. Melepaskan apa yang sejak kemarin ia tahan.


Aska membaringkan tubuh Queen pelan. gadisnya itu sedikit bingung, hingga saat Aska mulai mengecupi bibir Queen lembut.


Queen tak menolak, hingga Aska berhasil meninggalkan jejak-jejak kepemilikannya.


Bibir Aska turun perlahan menciumi kulit mulus Queen.


Queen terkejut melihat Aska menjadi seberani ini.


"Mas.."


"Hng.. Sebentar ya Ra.."


Aska kembali meraup bibir ranum Queen.


"Ah.. mas.. As..ka" Lirihan itu berhasil lolos dari mulut Queen.


Seketika itu juga Aska melepasnya dan bangun dari posisinya.


"Maaf Ra, saya pinjam kamar mandinya."


Aska bergerak turun dari kasur dan berjalan masuk kedalam kamar mandi tanpa menunggu jawaban Queen yang masih terkesima.


"Dasar laki-laki. Abis nikmatin terus bilang ma'af.."

__ADS_1


**ngapain sih Aska buru-buru kekamar mandi**


🙃🙃😉


__ADS_2