Sebatang Kara...

Sebatang Kara...
Masa yang telah lalu..tidak akan pernah kembali ..


__ADS_3

Setelah 8 tahun berlalu,baru pertama kali aku mendengar,"aku mencintaimu" dari mulut suamiku,tapi,hati ini tidak merasa bahagia ketika mendengarnya,apakah hatiku sudah lelah..?


Sembilan tahun yang lalu,kami menikah tepatny di bulan Oktober. Aku bahagia menikah dengannya,karena menurutku dialah jodohku,malaikat pelindung yang diberikan Allah padaku,untuk membimbingku,untuk menguatkanku menjalani taqdir hidup didunia yang fana ini.


Di hari yang bahagia itu,aku tak melihat sedikitpun kebahagiaan diwajahnya,apakah dia menyesal menikahi aku yang tidak memiliki orang tua ini,hatiku selalu bertanya,tapi tidak berani menanyakannya secara langsung kepada suamiku,aku takut dia tersinggung nantinya,jadi kupendam saja didalam hati.


Saat kami menikah,suamiku berumur 25 tahun dan aku berumur 23 tahun. Kata orang umur kami sudah pantas untuk menikah,karena tidak terlalu muda ataupun terlalu tua,disebut juga ideal. Jadi,cara berfikir kami juga menurut mereka para orang tua juga sudah matang dan bisa mengambil keputusan hidup sendiri.


Jika memang dia tidak bahagia,mengapa dia menikahiku,? itulah selalu yang aku tanyakan didalam hatiku,mengapa...?


Aku diberi nama SITI Khairani oleh ayahku. Ayah memanggilku Siti,sedangkan nenekku memanggilku Ani,kadang temanku memanggil aku Rani.kalau aku tidak masalah mau dipanggil apa,yang penting nama yang bagus,bukan yg buruk,karena menurutku nama adalah gambaran dari pribadi seseorang.Sedangkan suamiku bernama Izal Ahmad,yang sering kupanggil bang Izal.


Dulu kami dikenalkan oleh sepupunya yang bernama Zubeir. Kami berkenalan melalui handphone,yang kebetulan sepupunya memakai handphonenya bang Izal,mungkin sepupunya memang sengaja memakai handphonenya untuk menghubungiku,agar nomor handphoneku tersimpan di handphone bant Izal.


Seminggu berlalu setelah Zubeir menghubungiku dengan handphonenya bang Izal.Sore hari ketika aku dan temanku duduk di teras rumah,handphoneku berdering...


"triiing..lalala..


" triiing...lalaalaa...


Aku melihat layar handphoneku,tidak ada nama pemanggilnya,dan kuambil handphoneku dan menekan tombol hijau dilayar ..

__ADS_1


"assalĂ amu alaikum .ini siapa ya .? tanyaku,


" wa alaikum salam,ini Izal sepupunya Zubeir," jawabnya, " oo...ini bang Izal,gimana kabarnya bang?",tanyaku,"Alhamdulillah sehat,adek gimana kabarnya?",katanya..


"Alhamdulillah sehat bang,lagi ngapain,?" tanyaku lagi," ni lagi nelpon sama adek" jawabnya, setelah satu jam lebih berkenalan,dan bersenda gurau,akhirnya kami mengakhiri pembicaraan kami,karena adzan magrib akan berkumandang.


Setelah perkenalan itu,setiap hari bang Izal selalu menanyai kabarku,baik melalui telepon atau SMS,aku pun senang melihat perhatiannya,karena aku juga mulai menyukainya.Menurutku bang Izal baik,perhatian,ramah,walaupun kami belum pernah bertemu.


Sebulan pun berlalu,kami pun makin hari makin dekat,aku pun mulai mencintainya,walaupun belum pernah bertemu. Dulu handphone,tidak secanggih sekarang,dulu cuma bisa menelpon dan SMS,kalau sekarang bisa video call,walau orangnya ada dinegeri seberang,yang penting ada uang beli kuota internet,udah bisa keliling dunia.


Malam ini,kebetulan malam Minggu,seperti biasa aku hanya nonton tv dirumah nenekku,sambil tidur didepan tv,kuletakkan hp ku disamping kepalaku,kalau ada yang menelpon,agar aku bisa langsung mendengarnya,dan langsung bisa melihat layar hp siapa yg menelpon. Di saat asyik menonton sinetron Cinta Fitri, Hp ku berdering,


"triiing...lalaala...


aku melihat layar hp ku,ada na bang Izal,langsung kuangkat hp ku dan menekan tombol hijau,," assalaamu alaikum bg Izal" ucapku," wa alaikum salam dek,lagi ngapain sekarang" jawabnya," lagi nonton sinetron Cinta Fitri" jawabku,"sebulan lagi Abang mau pulang kampung, ke gunung tua,Abang mau ketemu sama kamu dek,kamu mau kan ketemu sama Abang?" katanya," insha Allah bang,kita ketemu,berarti kalau sebulan lagi,pas hari raya idul Fitri y bang,karena besok kita sudah memasuki bulan Ramadhan?" jawabku," iya dek,dan Abang mau ketemu sama adek,"jawabnya. Satu jam pun berlalu,kami akhirnya selesai mengobrol,dan sinetron Cinta Fitrinya pun sudah bersambung...


Hari ini,hari pertama puasa ramadhan,dan aku sangat bersemangat menjalani puasa ramadhan ini. Bagiku bulan ramadhan,merpakan bulan yang sangat suci,bulan yang penuh berkah,bulan pengampunan segala dosa. Walau aku dibesarkan oleh nenekku,tapi ajaran agama dari nenekku sangat kuat,bayangkan saja kalau aku tidak sholat aja,kakiku sudah dipukul nenekku pakai rotan,apalagi kalau tidak puasa,aku tidak bisa membayangkannya. Sebenarnya sewaktu kecil,aku anak yang penurut dan penakut,tpi terkadang karna keasyikan bermain,jadi lupa waktu dan tidak sholat,tapi sekarang setelah aku dewasa,aku sadar bahwa sholat dan puasa adalah hal yang wajib dilakukan sebagai orang muslim dan mukmin,karena dalam firman Allah SWT," yang membedakan derajat setiap umatnya adalah keimanan dan ketaqwaan hamba Nya", jadi aku berpedoman itu saja,yaitu: Qur'an dan Hadits Nabi Muhammad Saw.Jadi,nenekku tidak perlu mengingatkan atau memukul kakiku lagi,karena tanpa ada halangan atau menstruasi bulanan,aku akan melaksankankan kewajibanku.


Seperti biasa,tiap bulan ramadhan para pamanku akan berdatanga kerumah nenekku untuk berkunjung selama bulan ramadhan sampai hari raya idul Fitri. Sebelumnya nenekku terkena stroke ringan,setelah menjalani pengobatan,akhirnya kesehatannya berangsur pulih kembali,dan aku sangat bahagia melihat nenekku sehat kembali,karena aku sangat takut nenekku meninggal,tidak akan ada lagi yang bisa melindungi aku dan adikku di dunia ini.


Adikku yang tinggal bersama pamanku di kota sipirok,datang juga berkunjung di bulan ramadhan ini,pamanku yang dari sidimpuan juga datang,dan ada juga yang tinggal dekat dengan rumah nenekku,tapi diseberang sungai desa kami ini.

__ADS_1


Nenekku bekerja sebagai tukang jahit pakaian,aku sering membantu nenenkku menjahit pakaian,kurang lebih aku juga bisa menjahit seperti nenekku,karena nenekku juga sering mengajariku cara menjahit pakaian.


Di bulan Ramadhan ini,pesanan nenekku biasanya melonjak naik,dan kami terkadang sampai lembur mengerjakannya,aku kasihan melihat nenekku kelelahan mencari uang untuk menafkahi Kami,tapi apa boleh buat,orang tuaku tidak mau mengurus kami,aku hanya bisa pasrah akan taqdir ini,karena aku yakin,semua taqdir manusia yang ditentukan oleh Allah SWT adalah yang terbaik. Aku selalu berdoa agar nenekku selalu sehat dan panjang umur,agar suatu saat aku bisa membahagiakan nenekku,dan menaik hajikannya. Aamiin...


Hampir Sebulan berlalu, setelah berbuka puasa,dan bercengkerama di ruang tamu,nenekku berkata kepada para pamanku," si Ani kau melanjutkan kuliahnya yang sempat terbengkalai karena aku kena stroke kemaren,gimana pendapat kalian nak,kalian mau kan membantu biaya kuliahnya si Ani,karena udah 3 tahun dia kuliah,dan tinggal menyusun skripsi saja biar selesai kuliahnya", " iya Bu" ,kata pamanku yang disipirok dan disidimpuan,kecuali pamanku yg tinggal di desa seberang," untuk apa dia kuliah lagi,jadi orang kok khayalannya terlalu tinggi,ingin jadi sarjana, tapi ga punya orang yg tua,hanya mengandalkan uang ibuku saj,sadar kau anak tak tau diri,tak tau diuntung"Ucapnya dengan nada tinggi sambil menunjuk wajahku,dan hampir ingin menamparku,untung pamanku yang disipirok menahan tangannya,sehingga tidak mengenai wajahku. Aku pun terkejut dan menangis,dan bertanya " kenapa paman selalu membenciku semenjak aku kecil sampai sekarang,aku sudah dewasa,hanya ada kebencianmu padaku",kemudian dia menjawab," karena ayahmu dan kalian anak-anaknya selalu menyusahkan ibuku dan kami"," jaga bicaramu,ayahnya adalah anakku,sama dengan kalian,tidak ada anak yang menyusahkan orang tua,dan mereka adalah cucuku,aku yang akan bertanggung jawab akan hidup mereka dan masa depan mereka" jawab nenekku dengan lantang kepada pamanku yang jahat itu.Pamanku yang lain pun terdiam mendengar ucapan nenekku.


Kalau dari hakikatnya,memang benar,seharusnya paman- pamanku menyayangi kami,karena kami, tidak memiliki orang tua yang bertanggung jawab,ayahku yang pergi ntah kemana,ibuku yang menikah lagi,hanya nenekku yang menyayangi aku dan adikku,sedangkan para pamanku hanya kasihan pada kami,hati tidak bisa dipaksakan,kalau mau sayang ya sayang,kalau tidak ya tidak,mau gimana lagi,sudah nasib kami,seperti itu,harus kami jalani,kami bersyukur ,karena masih ada nenekku yang menyayangi kami dan melindungi kami,kalau saja aku bisa meminta kepada Allah SWT,aku ingin memiliki keluarga yang lengkap dan bahagia,tapi,apalh hendak dikata,taqdir kita, Allah SWT yang menentukan,kita hanya menjalani saja dengan ikhlas dan selalu bersyukur.


Malam yang menegangkan ini,berakhir juga,para pamanku sudah di kamar tidur masing-masing,dan aku tidur bersama nenekku. Setelah sholat tahajjud aku pun berdoa agar Allah mempertemukan aku dengan jodoh yang terbaik dan menyayangi aku,mau menerima aku apa adanya.Semoga Allah SWT mengabulkan doa ku, aamiin...


Hari ini adalah hari terakhir puasa ramadhan,besok adalah hari raya idul Fitri. Seperti biasa,tiap tahunnya,aku lah yang akan mengurus kebersihan rumah dan perabot rumah tangga,semuanya harus bersih,dan rapi.Terkadang aku tidak bisa ikut sholat idul Fitri karena banyak pekerjaan rumah,terkadang karena dapat menstruasi.Semuanya aku syukuri dan kukerjakan dengan ikhlas,agar nenekku bahagia,agar tidak ada keributan dirumah ini,di hari yang berkah ini. Hari ini,nenekku akan kepasar membelikan kue-kue hari raya,seperti: kue bawang,kembang loyang,kacang sembunyi,dan lain- lain.


Aku menyukai semua kue yang dibelikan nenekku,karena aku tidak pernah pilih -pilih makanan.karena menurutku semuanya enak.


Ketika sibuk membersihkan perabotan rumah tangga,hp ku berbunyi," triiing..triiing"..tandanya ada SMs masuk,aku langsung mengambil hp ku dan membaca SMSnya,yang ternyata adalah SMs dari bang Izal," dek,abang lagi dijalan mau pulang ke kampung",aku membalas SMSnya," hati- hati ya bang dijalan". kuletakkan hp ku dilemari tv,dan tiba- tiba pamanku yang jahat TU menarik tanganku dan menampar wajahku,sampai aku jatuh tersungkur ke lantai,seketika aku menjerit kesakitan dan menangis,aku tidak tau salah ku apa,sehingga pamanku itu menamparku sampai terjatuh dan kesakitan seperti ini. Paman dan nenekku mendatangiku dan bertanya apa yang terjadi,aku hanya menangis terisak kesakitan,karena aku tidak tahu salahku apa,kemudian nenekku memarahi pamanku yang jahat itu," apa yang kamu lakukan padanya,dia puasa dan sedang membersihkan rumah,dan kamu begitu tega menamparnya sampai terjatuh,kamu manusia atau iblis..?"dia menjawab," dia kerjanya cuma pacaran saja,tidak tau diri,tidak tau di untung,disekolahkan bagus- bagus,kerjanya pacaran,kalian baca SMS pacarnya di Hpnya,dasar anak tidak tau diri",nenekku menjawab" walau dia pacaran,dia tidak pernah kelayapan,dia selalu diam dirumah membantuku menjahit pakaian,kalau soal pacaran di hp,namanya anak gadis,yah biasa aja pacaran kayak gitu,kamu pun dulu pacaran sama istrimu dulu,tapi aku tidak pernah memarahiku sampai memukulmu sampai kesakitan","emang ibu bisa menjamin kalau si anak tdk tau diri ini bisa jaga diri,dia kan bg perempuan lemah,dan tidak punya orang tua,kalau bukan karna ibu,mungkin mereka sudah mati",jawab pamanku dengan nada tinggi,sedangkan pamanku yang lain hanya terdiam,karena mereka tau,kalau pamanku yang jaha yg sedang kumat sifat iblisny,tidak bisa dilawan,lebih baik diam dan menghindar.


Aku pun berdiri sambil menangis dan berkata" kenapa sewaktu kami kecil,kamu tidak membunuh kami saja,daripada hidup kami selalu kamu buat menderita,karena kebencianmu pada aku dan adikku". Seandainya,dia membunuh kami sejak dulu,aku ikhlas menerimanya,karena bagiku lebih baik mati daripada selalu menderita karena kebencian pamanku yang tidak punya hati itu.


pamanku yang dari sipirok berkata," jangan berputus asa seperti itu nak,sabarlah dalam menghadapi ujian hidup ini,karena buah kesabaran itu sangatlah manis dan kamu kan pernah sekolah pesantren juga,itu yang diajrkan bukan,kalau kita tidak boleh berputus asa seberat apapun ujian yang diberikan Allah..!". Aku pun terdiam mendengar perkataan pamanku itu,dan segera istigfar,memohon ampun kepada Allah.


Nenekku pun berkata," lebih baik kamu bersama pamanmu yang disidimpuan saja y Ani,sambil membantu pamanmu berjualan,mudah-mudahan kamu bisa melanjutkan kuliahmu yang terbengkalai ya sayang","iya nek",jawabku. Saat itu adikku masih sekolah,yang taunya hanya bermain saja,dia tidak tau mengenai apapun yang terjadi padaku,mungkin nenek dan pamanku yang disipirok terlalu memanjakannya,sehingga dia sifatnya tidak peduli terhadap hal apapun,seolah-olah aku hanyalah sebatang kara didunia ini,tidak punya siapapun sebagi tempatku mengadu dan berlindung, hanya Allah SWT dan nenekku saja yang aku punya didunia yang fana ini.

__ADS_1


__ADS_2