Sebatang Kara...

Sebatang Kara...
Bertemu lagi...


__ADS_3

Hari ini adalah hari Jumat, bang Izal berjanji membawaku belanja ke Carrefour, dan dia akan menepati janjinya kali ini selesai sholat Jumat.


Besok hari Sabtu, bang Izal akan mengantarkanku ke kota Binjai, ke rumah family kami yang akan mengadakan pesta pernikahan.


Aku tidak sabar menunggu kepulangan suamiku dari masjid. Hari ini, dia tidak ke kantor, karena sudah minta idzin pada atasannya, ada urusan keluarga.


" Assalaamu alaikum...", ucap bang Izal menyapaku ketika sudah di depan rumah, sedangkan aku sedang duduk di teras menunggu suamiku pulang sambil makan cemilan, karena kami akan makan siang diluar, bikin tenaga cadangan dulu biar ga kelaparan.


" Wa alaikum salam bang,,!", ucapku sambil tersenyum dan menyalaminya.


" Adek belum siap -siap ?, ,kita kan mau berangkat sayang, jadi kan ?", ujar bang Izal.


" Ntar lagi yang, masih nanggung ini makan kuacinya, biar nambah tenaga untuk perjalanan nanti ", jawabku menggodanya.


" Kita kan langsung berangkat dek!", ujarnya sambil tersenyum,


" Ntar, kalo aku duluan, ntar kayak kemarin, ga jadi, udah steady, cantik, wangi, tau-taunya ga jadi pergi, sebel kan bang..!", ujarku sambil menyindirnya. Siapa yang ga kesel ya, udah siap-siap, tapi ga jadi pergi, jadi sia-siakan perjuanganku untuk dandannya.


" Ya udah, Abang minta maaf banget y sayang, dan abang ga akan ngilangin kesalahan itu lagi," ucapnya dengan raut wajah bersalah,


aku jadi merasa bersalah juga, padahal aku hanya ingin menggodanya saja.


" Aku cuma bercanda kok sayang, jangan di ambil hati, yang penting Abang tidak kenapa-kenapa kemarin, dan aku bersyukur mendapatkan suami yang baik seperti Abang", ucapku sambil memeluknya.


Kami pun bergegas masuk ke dalam rumah, dan aku menukar pakaian dasterku dengan pakaian gamis warna peach dengan jilbab warna hitam senada dengan warna sepatuku.


Selesai berdandan, aku keluar kamar dan menemui suamiku. Dia sudah siap duluan dan menunggukubdi ruang tamu.


Setelah mengunci pintu rumah, kamipun berangkat menuju Carrefour untuk berbelanja.


Aku memeluk tubuh suamiku dengan erat, karena dia melajukan sepeda motornya lumayan kencang, dan aku harus berpegangan dengan kuat, agar tidak terjatuh dari sepeda motornya.


Beberapa menit kemudian, kami tiba di depan Carrefour. Kami istirahat sebentar di depan pusat perbelanjaan. Bang Izal mencari tempat parkir di luar pusat perbelanjaan, tapi tidak ada yang kosong, terpaksa kami parkir sepeda motornya ke basement di dalam pusat perbelanjaan. Setelah menerima kartu parkiran, kami keluar basement sambil bergandengan tangan, karena kami takut terpisah, pengunjungnya lumayan padat, mungkin karena bulan muda, baru gajian, jadi padat begitu.


Sebelum masuk ke Carrefour, kami makan siang di rumah makan Padang yang sederhana di emperan pusat perbelanjaan. Kami memesan makanan khas masakan Padang, yaitu rendang daging dan ayam goreng Kalasan. Setelah menikmati makanan dan kenyang, kami membayar tagihan makanan kami. Kami pun bergegas menuju pusat perbelanjaan dengan bergandengan tangan.

__ADS_1


Setelah mengelilinginya tempat pernak-pernik dan perhiasan, kami pergi ke toko pakaian, dan bang Izal membelikanku beberapa baju gamis yang menurutnya cocok untukku, dan aku akan mencobanya di ruang ganti yang sudah disediakan.


Ketika keluar dari ruang ganti, aku mendengar seseorang memanggil namaku,


" Aanii...!", ucapnya sambil tersenyum menghampiriku.


" Putri..", ucapku setelah melihat wajahnya.


" Bagaimana kabarmu Ani ?, semenjak kejadian waktu itu, kamu tidak pernah mau membalas SMS ku atau mengangkat teleponku ?, apakah kamu sangat membenciku?", tanyanya padaku sambil menatap mataku.


" Aku tidak membencimu Putri, hanya saja aku ingin menutup buku tentang masa laluku, dan aku ingin membuka lembaran baru bersama suamiku, itu saja,!", jawabku sambil tersenyum padanya.


" Ani kapan kamu di wisuda?, apakah aku boleh datang di acara wisudamu?, aku masih lama wisudanya, karena skripsiku belum kelar- kelar sampe sekarang," ucapnya sambil menggenggam tanganku.


" Baiklah Putri, jika kamu mau datang, datanglah ke acara wisudaku dua Minggu lagi", ucapku sambil tersenyum padanya.


" Terimakasih Ani atas kebaikan hatimu, aku benar- benar minta maaf untuk hal yang kemarin", ucapanya dengan penuh keyakinan.


" Tidak àpa-apa Putri, kita hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan-kesalahan, dan aku juga minta maaf jika ada salah padamu, dan sampaikan maafku pada Azam y", ucapku sambil berlalu meninggalkannya, takut bang Izal menunggu ku terlalu lama.


Setelah membayar tagihan pakaianku, kami menuju toko elektronik untuk membelikan sebuah penanak nasi model terbaru dan canggih sebagai kado kami untuk sang mempelai wanita dan prianya.


Setelah membungkuskan kadonya, kami menuju toko roti, dan aku membeli dua buah pancake durian yang sangat menggugah selera, kemudian roti isi kacang hijau, sarikaya,coklat dan keju.


Selesai membayarnya, kami berangkat menuju parkiran, untuk mengambil sepeda motor kami. Setelah memberikan kartu parkiran ke petugas parkir, kami langsung berangkat menuju rumah kontrakan kami dengan membawa banyak barang yang sudah kami beli.


Setelah beberapa menit, kami tiba di depan rumah kontrakan kami. Aku langsung turun dari sepeda motor, dan membuka pintu rumah kami.


Bang Izal pun langsung membawakan barang belanjaan kami ke dalam rumah. Aku merebahkan tubuhku di atas tempat tidur, ternyata capek juga ngabisin duit, ucapku dalam hati.


" Capek ya sayang?", tanya bang Izal sambil mengelus perutku dan menciumnya.


" Sehat selalu ya nak, jangan nakal, kasihan nanti mamamu kerepotan", ucapnya lagi sambil tersenyum padaku.


Aku langsung memeluknya dengan erat, sambil berbisik," Ayahnya juga jangan nakal, biar mamanya ga tambah repot", ucapku sambil mengelus wajahnya.

__ADS_1


" Nanti malam sehabis sholat isya, gaun tidur seksinya dipakai ya sayang, biar nanti malam bercintanya makin nikmat dan hot", bisiknya sambil tersenyum dan mencium bibirku.


" Kok abang tahu, aku beli gaun seksi?", tanyaku heran,


" Ya taulah sayang, kan Abang yang bayar tagihannya, kan ada tulisannya, gaun tidur seksi", ucapnya sambil menggodaku.


Aku tersenyum malu-malu, karena ketahuan sama suamiku, padahal aku ingin ngasih kejutan untuknya malam ini, tapi sudah ketahuan duluan.


" Iya sayang, nanti malam adek pake ya, dan bercintanya sampe puas ya sayang", ucapku sambil tersenyum.


" Emangnya selama ini adek ga puas bercinta sama abang?", ucapnya sambil menggodaku,


" Puas banget malahan sayang, maksudnya biar double puasnya", ucapku sambil mencubit hidungnya.


Kamipun tertawa bersama.


Sore ini, setelah mandi dan sholat ashar, kami hanya duduk di teras sambil mengobrol dan bersenda gurau.


Tidak terasa, adzan magrib akan berkumandang, kami bergegas masuk ke dalam rumah didan mengunci pintu dari dalam.


Sambil menunggu adzan magrib selesai berkumandang, kami duduk di ruang tv,


" Abang, roti yang kita beli tadi ditaruh dimana?, tanyaku dengan nada pelan,


" Abang taruh di kulkas dek, biar ga dimakan serangga dan biar tetap enak kalau dimakan", jawabnya dengan tersenyum.


Selesai sholat Maghrib berjamaah, kami nonton tv di ruang tv, sambil makan roti isi kacang hijau dan sarikaya, hanya untuk mengganjal perut biar tidak kelaparan, sebelum makan malam.


Setelah sholat isya, kami makan malam bersama di dapur dengan menu ala kadarnya, seperti: Sayur rebusan sawi putih, dan sambal ikan teri kacang, yang kami beli saat perjalanan pulang dari pusat perbelanjaan tadi siang menjelang sore.


Kami istirahat sebentar di ruang tv sambil menonton film romantis. Adegan romantis yang dilakukan para artisnya sangat menarik dan menggoda iman, sehingga aku dan suamiku sama- sama terpaku dan menelan ludah kami sendiri ketika melihat adegan romantisnya.


Bang Izal mulai merasakan kepanasan dan aku juga merasa kepanasan. Akhirnya aku pergi ke kamar tidur untuk...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2