Sebatang Kara...

Sebatang Kara...
Wisata Alami... part. 3


__ADS_3

Selesai makan, kami bersantai sambil menonton film romantis yang sedang diputar di televisi. Adegan romantis yang ada di film.


Suamiku tersenyum melihat reaksiku yang lucu saat melihat adegan ciuman sang aktris dan aktor.


Suamiku menarik tanganku dan mencium bibirku dengan tiba-tiba. Aku terkejut dengan sikapnya. Ketika dia melepaskan ciumannya, dia berbisik.


" Lebih mantap kalau langsung dipraktekkan kan sayang?", ucapnya sambil tersenyum membelai wajahku.


Aku tersipu malu mendengar bisikannya. Suamiku memeluk tubuhku dengan erat dan memulai mencumbuiku dengan penuh gairah.


Aku membalas pelukannya dan cumbuannya dengan penuh gairah untuk mencapai kepuasan yang maksimal sampai mandi keringat.


Kami saling memuaskan satu sama lain selama beberapa jam. Kami merebahkan tubuh kami berdua di atas ranjang sambil berpelukan dengan senyum puas.


Kamipun tertidur lelap selama beberapa jam karena kelelahan.


Sekarang pukul lima Sore, kami terbangun karena suara alarm di Hp ku.


Suamiku mengajakku untuk mandi bersama, tentu saja aku bersedia diajaknya mandi bersama.


Kami mandi bersama selama satu jam, karena melakukan adegan romantis yang penuh gairah dan semangat untuk menjamin kepuasan satu sama lain, tentunya dengan berbagai adegan yang terbaru.

__ADS_1


Selesai mandi, kami berpakaian di dalam kamar tidur. Kami memakai piyama couple yang berwarna kuning langsat. Rencananya, kami hanya akan berada di kamar penginapan untuk semalaman ini.


Senja beranjak malam, udara semakin dingin sampai menusuk tulang. Kami berselimut tebal sambil berpelukan dan menonton film horor. Di film itu, dikisahkan seorang gadis yang bunuh diri, karena ditinggal pergi kekasihnya, sedangkan dia sedang mengandung.


Rohnya menjadi roh penasaran yang mengganggu para penduduk yang lewat dari depan pohon jambu, tempat dia bunuh diri.


Nama pemeran hantunya, adalah Kunti Safira. Gadis polos yang cantik, yang tertipu cinta palsu si Bram yang munafik.


Awalnya aku menangis melihat kondisi si Kunti, tapi akhirnya aku menjerit kaget'ketika dia menjadi hantu kuntilanak yang mengerikan.


Aku memeluk tubuh suamiku dengan erat, karena takut. Dia tertawa melihat reaksiku. Dia mengambil kesempatan dalam kesempitan, dengan menciumiku.


" Kenapa Abang ciumin adek, orang lagi takut, ngambil kesempatan aja ya!", ucapku sambil mencubit hidungnya.


Aku pun membalas ciumannya dengan penuh gairah, dan tidak peduli lagi dengan kisah si Kunti, sampai akhirnya kami bercinta lagi dan lagi sampai kami merasa puas dan bahagia.


Selesai bercinta, perutku merasa sangat lapar. " Sayang, pesenin nasi ayam peecak sambal terasi ya, adek lapar nih", ucapku manja.


" Tunggu biar Abang telepon aja pemilik penginapannya, tadi sore baru Abang minta nmor hp nya", ucapnya.


" Iya sayang, suruh antar kesini ya, adek malas keluar, diiingiiin", ucapku sambil menarik selimutku sampai ke leher.

__ADS_1


" Ok sayang" , jawabnya.


Beberapa menit kemudian, pesanan kami diantar oleh pelayan kamar. Suamiku yang mengambil makanan yang kami pesan dari si pelayan kamar.


Suamiku membawanya makanan kami di atas ranjang, dan kami menyantap makanan dengan lahapnya, karena kami memang kelaparan karena percintaan yang kami lakukan selalu menguras tenaga kami.


Selesai makan, piring yang sudah kosong, diletakkan suamiku di bawah nakas, agar tidak terpijak atau tersenggol.


Aku bersandar di dinding tempat tidur, karena kekenyangan. Suamiku tersenyum melihat tingkahku yang lucu menurutnya.


" Gimana dek, udah kenyang kan ?", ujarnya menggodaku.


" Iya sayang, si Dede juga diam karena udah kenyang dianya, dari tadi nendang terus, karena kelaparan", ucapku sambil mengelus perutku.


Aku melihat jam di hp ku yang menunjukkan pukul sembilan malam. Aku mulai ngantuk, karena kekenyangan, tapi karena baru selesai makan, aku paksakan untuk tetap terjaga, karena tidak baik untuk ibu hamil sepertiku, habis makan, langsung tidur.


Tapi, karena mataku terasa berat, akhirnya aku tertidur lelap sambil bersandar di dinding.


Suamiku tersenyum melihatku yang tertidur lelap sambil bersandar di dinding, sehingga dia mengangkat tubuhku dan merebahkan tubuhku di atas tempat tidur dengan posisi yang baik.


Aku tertidur lelap sampai aku tidak tahu malam yang hangat ini telah berlalu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2